• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

6 Skenario yang Mungkin Terjadi Usai Serangan AS ke Iran yang Harus Diwaspadai oleh Indonesia

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 24 Juni 2025 - 09:01
in Internasional
Sukamta

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. Foto: Dok DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Usai mendapat serangan dari Amerika Serikat (US), Iran kini mulai melakukan serangan balasan dengan mengirimkan rudal ke sejumlah pangkalan militer yang ada di Timur Tengah, salah satunya Qatar yang terjadi pada Senin (23/6/2025).

Serangan balasan Iran ini pun dinilai oleh Anggota Komisi I DPR, Sukamta, sudah diprediksi menjadi skenario yang mungkin terjadi setelah Amerika mengebom tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di Fordow, Natanz, dan Esfahan pada Minggu (22/6/2025) lalu.

BacaJuga:

Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap, Penyidik Telusuri Operasi Internasional

Israel Gempur Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

“Sejak serangan sepihak yang dilakukan US (United State), ada enam skenario yang mungkin terjadi, deskalasi atau justru membesar. Pertama, Iran akan balas dengan menyerang pangkalan militer AS di negara sekitar Iran di teluk persia dan kapal kapal induk pengangkut pesawat dan pasukan US,” ucap Sukamta kepada INDOPOSCO, Selasa (24/6/2025).

Sukamta mengatakan serangan AS terhadap Iran adalah sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan membahayakan dunia. Karena serangan balik Iran akan membuat perang akan meluas.

“Kalau ini dilakukan, akan memancing perang habis-habisan dan memberi alasan US menurunkan pasukan penuh menginvasi Iran seperti mereka lakukan terhadap Iraq. Tampaknya itu yang diinginkan US,” ucapnya.

Skenario kedua, kata Sukamta, Iran juga akan membalas dengan fokus melakukan penyerangan terhadap Israel dengan menggunakan drones dan rudal hypersonic, mengangktifkan proxy Hizbullah di utara dan Houthi di selatan, yang akan memberikan tekanan kuat pada US dan Israel.

Sebagaimana diketahui, Iran telah meluncurkan rudal bernama Fattah-1 ke arah Israel dalam serangan pada Rabu (18/6/2025) malam.

Fattah-1 merupakan rudal balistik jarak menengah hipersonik pertama Iran, yang dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Rudal hipersonik ini melaju dengan kecepatan lima kali kecepatan suara atau lebih, dan dapat bermanuver, sehingga sulit ditargetkan oleh sistem radar maupun pertahanan udara.

Dikenal karena kecepatan tinggi, presisi, dan kemampuannya mengubah lintasan selama penerbangan, rudal ini memiliki panjang 12 meter dan jangkauan hingga 1.400 kilometer.
Fattah-1 menggunakan bahan bakar padat.

Menurut laporan Iran Watch, Fattah-1 menggunakan sistem propulsi satu tahap dan dapat membawa muatan peledak seberat 200 kilogram.

“Kalau ini dilakukan, berpotensi membawa kawasan Timur Tengah dalam kondisi membara dalam waktu yang cukup panjang dan menimbulkan kemungkinan kemungkinan eskalasi yang besar,” cetus Sukamta.

Skenario ketiga, ucap Sukamta, Iran melakukan perang proxy dengan mengaktifkan sel sel tidurnya, milisi milisi, unit unit syber, yang bisa melakukan serangan dengan rahasia, diam diam tetapi mematikan dan tidak mudah diantisipasi.

“Ini akan menjadi perang dunia syber yang pertama. Serangan model perang asymmetrik ini bisa sangat mematikan dan efektif melumpuhkan sasaran strategis dengan kerugian besar. Kemungkinan berhasil sangat tinggi,” terangnya.

Skenario keempat, adalah pilihan diplomatik melalui jalur formal forum dan lembaga multilateral seperti PBB dimana Iran bisa mengandalkan China dan Rusia yang memiliki hak veto, juga global South, OKI dan Brics

“Kalau ini yang ditempuh, akan memberikan tekanan kepada US dengan potret sebagai negara agresor. Walaupun cara ini tidak efektif membuat US mundur karena US sudah terbiasa melakukan ini seperti di Iraq, Libia, dll, namun tetap memberikan tekanan diplomatik yang besar. Ini bagian dari perang persepsi dan narasi,” tuturnya.

Skenario kelima, serangan balasan Iran ke Israel dan pangkalan militer Amerika akan membawa pada permainan jangka panjang dan berdarah-darah. “Tentunya dapat membuat harga minyak dunia naik tinggi, membuat goncangan ekonomi, yang diharapkan Iran dapat membuat US mendapatkan tekanan besar (dari Internasional) untuk mundur,” jelasnya.

Skenario keenam, lanjut Sukamta, Iran bisa jadi juga menahan diri, mundur dari peperangan yang lebih besar dan tidak terpancing dengan harapan US dan Israel, sehingga terjadi deskalasi perang. “Meski kemungkinan hal ini kecil terjadi,” tambahnya.

Atas sejumlah skenario yang mungkin terjadi itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun berharap semua pihak menahan diri.

“Dunia sekarang berdebar-debar menantikan langkah Iran dan US serta israel selanjutnya. Ini bukan hanya soal perang, tetapi ini soal survival,” imbuhnya.

Begitupula dengan Indonesia, selaku anggota Komisi I yang membidangi pertahanan dan hubungan internasioal ini berharap pemerintahan Prabowo Subianto bisa memainkan peran yang tepat tidak terpancing masuk namun tetap berperan aktif mencegah terjadinya eskalasi

“Yang tidak kalah penting bagi Pemerintah RI adalah mitigasi perang baik penyelamatan WNI di kawasan terdampak maupun antisipasi gejolak ikutan perang seperti kenaikan harga minyak mentah dunia, naiknya harga karena kenaikan transportasi, kemungkinan ikutannya berupa kenaikan inflasi dan potensi turunnya pertumbuhan ekonomi,” demikian Sukamta membeberkan sejumlah analisanya atas perang Iran dengan Israel dan Amerika tersebut. (dil)

Tags: ASDPR RIIranperang

Berita Terkait.

Johnny-Eddizon-Isir
Internasional

Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap, Penyidik Telusuri Operasi Internasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:04
Prajurit
Internasional

Israel Gempur Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:23
vance
Internasional

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09
Prabowo
Internasional

Prabowo Batal Hadiri ASEAN-Russia Summit di Kazan, Istana Ungkap Alasannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:19
Shehbaz Sharif
Internasional

DPR RI Apresiasi Perdamaian AS-Iran, Ingatkan Israel Jangan Ganggu Kesepakatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:47
Video-Kekerasan
Internasional

Viral Dugaan Penganiayaan WNI di Malaysia, DPR Minta Proses Hukum Dikawal Ketat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:43

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
Salah
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 22 Juni 2026 - 12:03

INDOPOSCO.ID - Mesir menunjukkan mental juara saat membungkam Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia...

SelengkapnyaDetails
Trossard

Hasil Piala Dunia 2026: Ditahan Imbang Iran, Lini Serang Belgia Kurang Efektif

Senin, 22 Juni 2026 - 10:41
Yamal

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:39
Helio-Varela

Hasil Piala Dunia: Pertahanan Buruk Bikin Uruguay Gagal Menang Atas Tanjung Verde

Senin, 22 Juni 2026 - 07:55
Oyarzabal

Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

Senin, 22 Juni 2026 - 07:45
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.