INDOPOSCO.ID – Timnas Belgia harus puas bermain imbang 0-0 lawan Timnas Iran dalam laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.
Meski Romelu Lukaku dipasang sebagai starter dan Belgia mampu mendominasi penguasaan bola, petaka tetap menghampiri pada menit ke-66. Nathan Ngoy diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran fatal yang berawal dari salah kontrol atau operan balik.
Terlepas dari keunggulan penguasaan bola serta rentetan umpan silang dan umpan tarik yang dilepaskan, peluang terbaik mereka di awal laga hanyalah tembakan keras Youri Tielemans ke tiang dekat yang masih bisa ditepis oleh Beiranvand.
Pelatih Timnas Belgia Rudi Garcia mengakui bahwa lini serang skuadnya tidak berjalan efektif, meski mereka mampu menguasai jalannya pertandingan.
“Kami kekurangan efisiensi di lini depan. Saya sudah memprediksi pertandingan akan berjalan seperti ini, dengan penguasaan bola mendekati 70 persen, banyak umpan silang, dan banyak tembakan,” kata Rudi Garcia dalam laman resmi FIFA, Senin (21/6/2026).
Meskipun Belgia mendominasi jalannya pertandingan dengan 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 22 tembakan, mereka gagal memecah kebuntuan dan harus puas berbagi angka dengan Iran yang bermain sangat defensif.
“Tembakan kami tepat sasaran, tetapi kami kurang menguji kiper lawan. Bermain dengan 10 orang jelas tidak membantu,” keluh Rudi Garcia.
Iran memilih bermain bertahan dan menunjukkan ketangguhan yang impresif, baik lewat penyelamatan Beiranvand maupun blok-blok krusial di lini pertahanan. Bahkan, mereka berhasil menciptakan ancaman gol yang lebih serius di babak pertama.
Belgia sebenarnya terbiasa menghadapi lawan dengan gaya bermain seperti Iran dan biasanya mampu mencetak lebih banyak gol. “Kami pernah menghadapi laga seperti ini sebelumnya dan biasanya bisa mencetak setidaknya tiga gol. Ini bagian dari awal yang lambat di Piala Dunia. Terkadang, kami terlihat agak ragu-ragu,” imbuhnya.(dan)
















