INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyambut positif tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri ketegangan dan konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan yang dicapai pada 15 Juni 2026 itu juga disebut menandai berakhirnya blokade militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Menurut Oleh Soleh, momentum perdamaian tersebut harus dijaga oleh seluruh pihak demi menciptakan stabilitas kawasan dan menjaga keamanan global. Ia menegaskan bahwa kedua negara harus memegang teguh komitmen yang telah disepakati agar konflik tidak kembali pecah di masa mendatang.
“Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara. Kesepakatan damai ini harus dihormati dan dijaga oleh semua pihak,” ujar Oleh Soleh dalam keterangannya, Rabu (17/1/2026).
Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mengingatkan negara-negara yang memiliki keterkaitan dengan konflik tersebut untuk turut mendukung proses perdamaian. Secara khusus, ia menyoroti peran Israel sebagai sekutu dekat Amerika Serikat agar tidak mengambil langkah yang berpotensi memicu kembali ketegangan dengan Iran.
“Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran. Langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran,” katanya.
Oleh Soleh menilai implementasi kesepakatan damai harus mendapat pengawasan serius dari komunitas internasional. Menurutnya, setiap pihak yang mencoba mengganggu proses perdamaian harus menerima konsekuensi yang tegas.
Ia menegaskan bahwa apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut, maka Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama Amerika Serikat perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga kredibilitas perjanjian damai yang telah dicapai.
Selain itu, Oleh Soleh meminta Pemerintah Indonesia untuk terus mendukung berbagai upaya diplomasi internasional yang bertujuan menciptakan perdamaian dan stabilitas dunia. Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang mengedepankan perdamaian dunia dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
“Kita berharap Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap perjanjian damai ini dan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat membawa dampak positif terhadap kondisi ekonomi global. Stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mendorong kestabilan harga energi dunia dan mengurangi tekanan terhadap perekonomian internasional.
“Dengan situasi yang lebih kondusif, harga minyak dunia dapat kembali stabil, begitu juga harga berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya. Pada akhirnya, masyarakat dunia akan merasakan manfaat dari terciptanya perdamaian tersebut,” pungkasnya.(dil)











