• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jusuf Kalla: Lapangan Kerja Sulit Picu Aksi Premanisme

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 4 Juni 2025 - 03:07
in Nasional
Jusuf-Kalla

Wakil Presiden ke 10 dan 12 HM Jusuf Kalla menyampaikan orasi ilmiah saat menghadiri acara wisuda tahun 2024-2025 di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Sulawesi Selatan, Selasa (3/6/2025). ANTARA/Darwin Fatir

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Presiden ke-10 dan 12 M Jusuf Kalla (JK) mengatakan terbatasnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadi salah satu faktor pemicu aksi premanisme, karena tidak ada penghasilan, ditambah situasi perekonomian global yang tak kunjung stabil.

“Jangan hanya lihat premannya, tapi lihat kenapa dia kenapa menjadi preman. Itu hampir semuanya (daerah), karena tidak adanya pekerjaan, tapi tetap ingin hidup, makanya by pass,” kata JK ini di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

BacaJuga:

DPR: Jangan Tutupi Kasus Dugaan Kasat Narkoba Tangsel Terlibat Jaringan Narkotika

KKP Gelar Wisuda Nasional Vokasi 2026, Cetak 1.853 Lulusan Unggul Siap Kerja dan Berdaya Saing

Kongres Umat Cetuskan 12 Rekomendasi: Reformasi Ekonomi, Pendidikan, hingga Komitmen Bela Palestina

Menurut dia, maraknya aksi premanisme tidak hanya diselesaikan dengan memberikan hukuman, tetapi mencari solusi bagaimana mereka tetap ada lapangan kerja. Ia mengatakan daerah yang ekonomi rendah pasti akan banyak aksi kriminal.

Selain itu, lanjutnya, ada ribuan insinyur di Indonesia masih menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidangnya, seiring situasi ekonomi global yang tak kunjung stabil.

“Banyak insinyur kita belum dapat kerjaan, meski telah mendapatkan pendidikan tapi masih sulit mendapatkan pekerjaan. Ini akibat situasi ekonomi dunia,” tuturnya.

JK mencontohkan beberapa perusahaan yang dimilikinya ketika membuka lowongan pekerjaan untuk proyek tertentu dengan kuota misalnya 20 insinyur, tetapi faktanya yang mengajukan lamaran mencapai 23 ribuan orang.

Ia juga menyinggung kericuhan saat bursa kerja dilaksanakan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 27 Mei 2025, yang viral di media sosial. Itu menunjukkan ketersediaan lapangan kerja sangat terbatas.

“Bila kita lihat di televisi saat job fair diperkirakan akan hadir itu sekitar 2.000 orang. Tapi ternyata yang ingin mencari pekerjaan di Bekasi ada 25 ribu orang datang dan terjadi kegaduhan luar biasa. Ini karena orang mencari pekerjaan sangat banyak, tapi pekerjaan terbatas,” tuturnya.

Mantan Ketua Kadin itu menilai situasi perekonomian global kian tak menentu dampak terjadinya perang di wilayah Eropa, termasuk di Palestina. Ditambah perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China hingga dampaknya ke negara lain menimbulkan perekonomian tidak menentu.

“Situasi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di Amerika, Eropa, dan di negara Asia. Anda harus siap menghadapi situasi yang tidak menguntungkan ini. Jika kita tidak melewati ini, maka kita tidak akan pernah melewati situasi yang baik,” katanya kepada wisudawan.

Adanya konflik berkepanjangan di belahan dunia, lanjut JK, maka berefek pada perekonomian termasuk dampaknya ke Indonesia. Hal ini berimbas pula pada kehidupan dunia yang semakin sulit. Harga komoditas ekspor seperti batu bara, nikel, dan sawit, juga akan semakin menurun.

Efeknya, kata dia, Bangsa Indonesia terdampak, ekonomi menurun, kemampuan negara untuk membangun semakin mengecil bahkan pemerintah menyebutnya sebagai langkah efisiensi.

“Dulu anggaran PU (Pekerjaan Umum) sebesar Rp150 triliun, sekarang hanya tinggal Rp28 triliunan. Nanti kita menghadapi jalan-jalan rusak di tahun-tahun mendatang, pengairan tidak bisa berjalan baik di daerah, begitu pun di kota (perekonomian) tidak berlangsung baik,” ungkapnya.

Kendati perekonomian yang kurang baik saat ini, kata dia, maka diperlukan upaya-upaya lain agar masyarakat tetap bertahan serta memiliki pekerjaan, salah satunya membuka usaha atau menjadi wirausaha. (bro)

Tags: Jusuf Kallalapangan kerjapremanisme

Berita Terkait.

DPR: Jangan Tutupi Kasus Dugaan Kasat Narkoba Tangsel Terlibat Jaringan Narkotika
Nasional

DPR: Jangan Tutupi Kasus Dugaan Kasat Narkoba Tangsel Terlibat Jaringan Narkotika

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:56
Sidang
Nasional

KKP Gelar Wisuda Nasional Vokasi 2026, Cetak 1.853 Lulusan Unggul Siap Kerja dan Berdaya Saing

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:54
Tokoh-Nasional
Nasional

Kongres Umat Cetuskan 12 Rekomendasi: Reformasi Ekonomi, Pendidikan, hingga Komitmen Bela Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:44
Kawasan-Hutan
Nasional

Rambah Hutan Lindung Tanjung Piayu, Kemenhut Tetapkan PT GTP sebagai Tersangka Korporasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:01
Indonesia Perkuat AI Beretika di Sekolah, Mendikdasmen: Bukan Sekadar Menggunakan 
Nasional

Indonesia Perkuat AI Beretika di Sekolah, Mendikdasmen: Bukan Sekadar Menggunakan 

Senin, 27 Juli 2026 - 23:01
Ikatan Notaris Minta Pemerintah Tunda Pemberlakuan Tarif PNBP Terbaru 
Nasional

Ikatan Notaris Minta Pemerintah Tunda Pemberlakuan Tarif PNBP Terbaru 

Senin, 27 Juli 2026 - 22:45

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1429 shares
    Share 572 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2993 shares
    Share 1197 Tweet 748
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.