• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

PDIP: Terlalu Dini Menilai Keberhasilan Pemerintah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 20 Mei 2025 - 10:37
in Nasional
hendrawan

Politikus Senior PDIP Hendrawan Supratikno. (Foto : Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Prof Hendrawan Suptatikno menyebut terlalu dini untuk menyebut keberhasilan jalannya pemerintahan Prabowo – Gibran, Hal tersebut diutarakannya dalam menanggapi mulai digaungkannya wacana dua periode untuk Prabowo Subianto untuk kembali dicalonkan di Pemilihan Presidem 2029 mendatang.

Menurut Hendrawan, jalannya pemerintahan bisa dinilai jika sudah melewati dua tahun.

BacaJuga:

Komisi II Dukung ILASPP: Tata Kelola Pertanahan yang Transparan dan Berkeadilan

Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi Riot Games untuk Ekosistem Esports Indonesia

19 WNI Diamankan Otoritas Arab Saudi Akibat Pelanggaran Hukum Haji

“Saya kira terlalu dini menilai berhasil atau tidaknya pemerintahan Prabowo-Gibran dalam enam bulan ini. Kita butuh minimal 2 siklus APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) atau 2 tahun untuk menilai tingkat keberhasilan teraebut,” kara Hendrawan saat dihubungi INDOPOSCO.ID, Selasa (20/5/2025)..

Sebagaimana diketahui, pada saat menutup Kongres IV Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Sabtu (17/5/2025), Prabowo menyinggung langkah politiknya di Pilpres 2029,.

Prabowo pun meminta pendukungnya tak mendesak dirinya untuk maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2029. Sebab, Prabowo menyebut terlalu dini karena pemerintahannya belum berjalan setahun, serta Ia akan menilai terlebih dahulu berhasil atau tidaknya selama menjadi Presiden periode 2024-2029.

“Tadi, terima kasih ada yang sebut Prabowo dua periode. Saya kira saya mau koreksi. Please, tolong jangan sebut seperti itu,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

“Kalau seandainya saya menilai diri saya tidak berhasil, saya mohon dengan sangat, jangan saudara harapkan saya maju lagi,” sambung Prabowo,

Hendrawan pun menyatakan bahwa berbagai kritik publik yang terjadi di pemerintahan Prabowo – Gibran adalah karena lemahnya teknokrasi.

“Kritik yang sering dilontarkan adalah lemahnya teknokrasi, baik dari perencanaan, eksekusi dan kontrol terhadap inisiatif strategis yang dijalankannya. Majalah The Economist menyebut sekarang terjadi “a massive muddle”, kondisi yg tidak tertata rapi,dan cenderung membingungkan,” imbuhnya.

Terlebih, ketika disinggung mengenai tuntutan ratusan Purnawirawan TNI yang mendesak agar Jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dicopot, Hendrawan menyebut hal itu yang juga menjadi beban dari pemerintahan Prabowo.

Pemerintahan ini secara konstitusional menghadapi beban etis, gegara Putusan MK tentang persyaratan usia. Secara hukum prosedural tak masalah. Tapi hukum mengapung di atas lautan etika, dan untuk kontestasi sekelas pilpres, aspek etika lebih mendasar dan fundamental,” ucapnya.

Meaki begitu, lanjut mamtan Anggota Komisi XI DPR RI ini, dirinya mengaku bahwa masyarakat harus tetap mendukung program-program yang dijalankan oleh kabinet saat ini.

Program-program Kabinet Merah Putih menarik. Tekad Prabowo menjadikan konstitusi sebagai dasar filosofis program kerja, bukan sebagai slogan, motto atau mantra, harus didukung,” tukasnya.

“Prabowo harus memilih orang-orangnya (kabinet) dengan kompetensi dan integritas tinggi,” pungkasnya menambahkan. (dil)

Tags: PDIPpemerintah

Berita Terkait.

Aher
Nasional

Komisi II Dukung ILASPP: Tata Kelola Pertanahan yang Transparan dan Berkeadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:38
Teuku-Riefky-Harsya
Nasional

Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi Riot Games untuk Ekosistem Esports Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:08
Yusron-Ambary
Nasional

19 WNI Diamankan Otoritas Arab Saudi Akibat Pelanggaran Hukum Haji

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:45
Sakti-Wahyu
Nasional

Menteri Trenggono: KNMP untuk Mendukung Program Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04
LCC
Nasional

Buntut Kegaduhan Penilaian Juri, SMAN 1 Pontianak Ogah Ikut Final Ulangan LCC

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:22
Fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Lulusan Pendidikan Tinggi Siap Menjadi Generasi Unggul

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:10

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1482 shares
    Share 593 Tweet 371
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.