• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Warga Kediri Kembangkan Budidaya Kambing Boer dari Australia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 6 April 2025 - 02:20
in Nusantara
kambing

Warga Kediri, Deny Widyanarko menunjukkan kambing boer dari Australia yang kini dikembangkannya di lahannya, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2025). ANTARA/ Asmaul

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seorang warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yakni Deny Widyanarko mencoba mengembangkan budi daya kambing boer dari Australia di daerahnya, Kediri, sehingga bisa berkembang.

Deny mengatakan kambing boer ini mempunyai nilai lebih ketimbang kambing lokal termasuk soal berat badan. Bahkan untuk kambing usia dewasa beratnya bisa hingga 100 kilogram per ekor.

BacaJuga:

Kupang Jadi Garda Depan Pengawasan Laut, Purbaya Dorong Modernisasi Armada

BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Kawasan Urban Berkelanjutan

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Ganja dari Thailand

“Kami breeding jenis kambing boer, kambing pedaging dari Australia yang aslinya dari Afrika. Berbagai macam jenis kambing kami breeding di sini, masih jalur asli, warna original,” katanya ditemui di lokasi budi daya, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, budi daya ini baru digelutinya. Terinspirasi dari para peternak dari Indonesia yang dinilainya sudah sangat bagus untuk sistem peternakan, namun masih belum optimal untuk daging kambingnya.

Menurut dia, keunggulan kambing boer ini adalah berat badan yang lebih ketimbang jenis kambing lokal lainnya. Misalnya untuk kambing sama-sama usia lima bulan, yang kambing boer ini beratnya bisa mencapai 25 kilogram sedangkan kambing lokal antara 12 kilogram hingga 15 kilogram.

Ia menilai dari perbedaan tersebut sudah ada selisih yang sangat signifikan, padahal usianya juga sama masih lima bulan.

Dirinya tertarik untuk mengembangkan kambing boer ini sehingga ke depan juga berdampak positif pada tingkat kesejahteraan peternak.

Ke depan akan disilangkan kambing boer ini dengan kambing lokal, sehingga bisa memperbaiki genetika ternak. Dengan itu, kualitas ternak juga bisa meningkat sehingga tingkat kesejahteraan peternak juga meningkat.

“Dengan waktu yang sama, tapi berat dari ternaknya jauh berbeda. Itu keunggulan yang bisa untuk memperbaiki genetika peternak kita. Ke depan kami ingin mengembangbiakkan, jalur murni dijaga yang kami bantukan ke peternak di Kabupaten Kediri,” ujar dia.

Selain soal berat kambing yang lebih ketimbang kambing lokal, Deny yang juga seorang pengusaha ini mengatakan kambing boer tersebut juga mudah beradaptasi dengan lingkungan di Tanah Air.

Kambing boer tersebut mudah dipelihara. Untuk pakan juga sama dengan kambing lokal dari dedaunan hijau.

“Kambing boer ini lebih mudah. Dia makannya termasuk rakus, semua dimakan sehingga akan memudahkan petani untuk memberikan pakan. Sekarang juga ada namanya por yang bisa diberikan untuk tambahan protein. Ini bisa membantu peternak lebih baik,” kata dia.

Deny mengaku dirinya awalnya punya empat betina dan dua pejantan dan saat ini sudah berkembang menjadi 11 ekor. Beberapa kambing sudah punya anak sedangkan beberapa betina juga masih dalam kondisi bunting.

Selain mengembangkan kambing boer, Deny mengatakan juga punya konsep untuk pertanian dan peternakan terintegrasi, yang ada dalam laboratorium mini di ladangnya.

Di lokasi tersebut, juga ada peternakan ayam petelur dengan skala kecil. Telur ayam tersebut nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, ada juga perikanan Akuaponik, yakni adalah sistem budi daya ikan dan tanaman yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik. Dengan memberi pakan untuk ayam, selain bisa panen telur ayam, untuk kotoran bisa untuk budi daya maggot, yang nantinya maggot bisa untuk makanan ikan.

Kemudian ikan-ikan yang dirawat di dalam tong, air dari dalam tong itu dikombinasikan dengan sayur di atasnya sehingga juga bisa mendapatkan sayur yang otomatis organik.

Dengan sistem itu, bisa mendukung ketahanan pangan, yang juga program dari pemerintah. Dengan itu pula, bisa menjadi alternatif untuk mencukupi gizi keluarga. (bro)

Tags: AustraliaBudidaya Kambing BoerKediriWarga Kediri

Berita Terkait.

Kupang Jadi Garda Depan Pengawasan Laut, Purbaya Dorong Modernisasi Armada
Nusantara

Kupang Jadi Garda Depan Pengawasan Laut, Purbaya Dorong Modernisasi Armada

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:01
BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Kawasan Urban Berkelanjutan
Nusantara

BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Kawasan Urban Berkelanjutan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:24
Barbuk
Nusantara

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Ganja dari Thailand

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:47
Pemusnahan
Nusantara

Bea Cukai Purwokerto Musnahkan Lebih dari 3 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan 2025-2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:46
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Cilacap Gagalkan Pengiriman 2 Ribu Batang Rokok Ilegal melalui Jasa Ekspedisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:26
BKSDA
Nusantara

BBKSDA Riau Bergerak Cepat Tangani Dugaan Konflik Beruang Madu dengan Warga di Kabupaten Pelalawan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2457 shares
    Share 983 Tweet 614
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2144 shares
    Share 858 Tweet 536
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1992 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1377 shares
    Share 551 Tweet 344
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.