• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Warga Kediri Kembangkan Budidaya Kambing Boer dari Australia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 6 April 2025 - 02:20
in Nusantara
kambing

Warga Kediri, Deny Widyanarko menunjukkan kambing boer dari Australia yang kini dikembangkannya di lahannya, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2025). ANTARA/ Asmaul

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seorang warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yakni Deny Widyanarko mencoba mengembangkan budi daya kambing boer dari Australia di daerahnya, Kediri, sehingga bisa berkembang.

Deny mengatakan kambing boer ini mempunyai nilai lebih ketimbang kambing lokal termasuk soal berat badan. Bahkan untuk kambing usia dewasa beratnya bisa hingga 100 kilogram per ekor.

BacaJuga:

Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

BNPB: Banjir Masih Dominasi Bencana, Pati dan Blora Terdampak

3 Getaran Gempa Bumi Bersusulan Guncang Tenggara Pacitan

“Kami breeding jenis kambing boer, kambing pedaging dari Australia yang aslinya dari Afrika. Berbagai macam jenis kambing kami breeding di sini, masih jalur asli, warna original,” katanya ditemui di lokasi budi daya, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, budi daya ini baru digelutinya. Terinspirasi dari para peternak dari Indonesia yang dinilainya sudah sangat bagus untuk sistem peternakan, namun masih belum optimal untuk daging kambingnya.

Menurut dia, keunggulan kambing boer ini adalah berat badan yang lebih ketimbang jenis kambing lokal lainnya. Misalnya untuk kambing sama-sama usia lima bulan, yang kambing boer ini beratnya bisa mencapai 25 kilogram sedangkan kambing lokal antara 12 kilogram hingga 15 kilogram.

Ia menilai dari perbedaan tersebut sudah ada selisih yang sangat signifikan, padahal usianya juga sama masih lima bulan.

Dirinya tertarik untuk mengembangkan kambing boer ini sehingga ke depan juga berdampak positif pada tingkat kesejahteraan peternak.

Ke depan akan disilangkan kambing boer ini dengan kambing lokal, sehingga bisa memperbaiki genetika ternak. Dengan itu, kualitas ternak juga bisa meningkat sehingga tingkat kesejahteraan peternak juga meningkat.

“Dengan waktu yang sama, tapi berat dari ternaknya jauh berbeda. Itu keunggulan yang bisa untuk memperbaiki genetika peternak kita. Ke depan kami ingin mengembangbiakkan, jalur murni dijaga yang kami bantukan ke peternak di Kabupaten Kediri,” ujar dia.

Selain soal berat kambing yang lebih ketimbang kambing lokal, Deny yang juga seorang pengusaha ini mengatakan kambing boer tersebut juga mudah beradaptasi dengan lingkungan di Tanah Air.

Kambing boer tersebut mudah dipelihara. Untuk pakan juga sama dengan kambing lokal dari dedaunan hijau.

“Kambing boer ini lebih mudah. Dia makannya termasuk rakus, semua dimakan sehingga akan memudahkan petani untuk memberikan pakan. Sekarang juga ada namanya por yang bisa diberikan untuk tambahan protein. Ini bisa membantu peternak lebih baik,” kata dia.

Deny mengaku dirinya awalnya punya empat betina dan dua pejantan dan saat ini sudah berkembang menjadi 11 ekor. Beberapa kambing sudah punya anak sedangkan beberapa betina juga masih dalam kondisi bunting.

Selain mengembangkan kambing boer, Deny mengatakan juga punya konsep untuk pertanian dan peternakan terintegrasi, yang ada dalam laboratorium mini di ladangnya.

Di lokasi tersebut, juga ada peternakan ayam petelur dengan skala kecil. Telur ayam tersebut nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, ada juga perikanan Akuaponik, yakni adalah sistem budi daya ikan dan tanaman yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik. Dengan memberi pakan untuk ayam, selain bisa panen telur ayam, untuk kotoran bisa untuk budi daya maggot, yang nantinya maggot bisa untuk makanan ikan.

Kemudian ikan-ikan yang dirawat di dalam tong, air dari dalam tong itu dikombinasikan dengan sayur di atasnya sehingga juga bisa mendapatkan sayur yang otomatis organik.

Dengan sistem itu, bisa mendukung ketahanan pangan, yang juga program dari pemerintah. Dengan itu pula, bisa menjadi alternatif untuk mencukupi gizi keluarga. (bro)

Tags: AustraliaBudidaya Kambing BoerKediriWarga Kediri

Berita Terkait.

BNPB: Banjir Masih Dominasi Bencana, Pati dan Blora Terdampak
Nusantara

Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

Senin, 25 Mei 2026 - 04:33
BNPB: Banjir Masih Dominasi Bencana, Pati dan Blora Terdampak
Nusantara

BNPB: Banjir Masih Dominasi Bencana, Pati dan Blora Terdampak

Senin, 25 Mei 2026 - 01:16
3 Getaran Gempa Bumi Bersusulan Guncang Tenggara Pacitan
Nusantara

3 Getaran Gempa Bumi Bersusulan Guncang Tenggara Pacitan

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:32
Ahmad-Heryawan
Nusantara

Jaga Kedaulatan Pangan Nasional, Komisi II: Kota Sekalipun Harus Punya Lahan Sawah Dilindungi

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:09
rokok
Nusantara

Pita Cukai Palsu Terbongkar di Semarang, Sinyal Rokok Ilegal Masih Masif

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:02
Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD
Nusantara

Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:43

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    4125 shares
    Share 1650 Tweet 1031
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1969 shares
    Share 788 Tweet 492
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1203 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.