• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Desa Adat Tuban Antisipasi Jam Rawan Pelanggaran Hari Raya Nyepi

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 29 Maret 2025 - 19:34
in Nusantara
Pecalang Desa Adat Tuban saat memastikan tak ada pelanggaran Nyepi di jam rawan, Badung, Bali, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA)

Pecalang Desa Adat Tuban saat memastikan tak ada pelanggaran Nyepi di jam rawan, Badung, Bali, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Desa Adat Tuban I Gede Agus Suyasa mengatakan pada Hari Suci Nyepi ini mereka mengantisipasi pelanggaran pada jam-jam rawan.

Di Kabupaten Badung, dia menyebut waktu rawan masyarakat keluar dari rumah sehingga melanggar brata penyepian terjadi pukul 09:00 Wita dan sore hari menjelang pukul 18:00 Wita.

BacaJuga:

Sinergi Bea Cukai dan Pemda Perkuat Upaya Pemberantasan Rokok Ilegal

Bea Cukai dan Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate dari Malaysia

Bea Cukai Fasilitasi Impor 5 Helikopter untuk Antisipasi Karhutla di Riau

“Biasanya terjadi pukul 09:00 Wita karena banyak masyarakat yang mengatakan mengambil uang di ATM dan tidak tahu jalan ditutup, itu biasanya dilanggar oleh warga dinas atau dari desa lain seperti tahun lalu, tetapi kalau tahun ini sepertinya nihil,” kata I Gede Agus Suyasa seperti dilansir Antara, Sabtu (29/3/2025) .

Gede Agus mengatakan sejak pukul 06:00 Wita hingga siang ini suasana di Desa Adat Tuban sebagai wilayah strategis yang warganya heterogen dan aktivitas sehari-harinya padat karena dihimpit bandara dan jalan tol masih aman terkendali.

“Nyepi pada tahun ini di desa adat tuban hingga siang ini suasana sangat kondusif, yang kedua (jam rawan) di maghrib atau sore memasuki jam 6 itu rawan karena suasananya semakin gelap,” ujarnya.

Oleh karena itu dalam mengamankan jalannya Hari Suci Nyepi, Desa Adat Tuban menurunkan 133 personel terdiri dari 16 prajuru adat dan sisanya pecalang dibantu satuan lingkungan termasuk warga non Hindu.

Adapun area yang dipantau hingga pukul 06.00 Wita hari Minggu, 30 Maret 2025 mulai dari perbatasan timur Jalan Bypass Ngurah Rai, Underpass, Simpang Kuda Bandara Ngurah Rai, dan di banjar masing-masing.

Karena memiliki dua objek penting seperti bandara dan jalan tol, Desa Adat Tuban melakukan komunikasi lebih awal mengantisipasi pelanggaran terutama dalam penerangan malam nanti.

Selain ikut melakukan penyisiran guna memastikan tak ada penumpang tercecer, pecalang yang ditugaskan juga memastikan malam ini tak ada lampu yang menyala di area objek vital tersebut.

Meski Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Tol Bali Mandara termasuk objek yang dijaga, Gede Agus mengatakan tak ada penebalan khusus di sana, sebab yang lebih menjadi pengawasan adalah kawasan pemukiman.

“Kalau ada warga yang melanggar, berdasarkan perarem telah diputuskan oleh bendesa dan prajuru saat paruman di bulan Februari bahwa bagi masyarakat akan diberikan sanksi adat berupa membersihkan seputaran lingkungan pura, kedua dikenakan sanksi sebesar Rp1 juta rupiah,” ujar Gede Agus.

Salah satu pecalang Desa Adat Tuban bernama Wayan juga menuturkan bahwa selain mengantisipasi pelanggaran di jam rawan yang perlu disiapkan adalah siaga medis.

Sebab, di kawasan Tuban sendiri pecalang kerap mendapat panggilan dari warga yang sedang sakit, hendak melahirkan, hingga laporan kematian, sehingga di momen-momen tersebut tim desa dilengkapi kendaraan roda empat harus sigap menyelamatkan. (wib)

Tags: Desa Adat TubanHari Raya NyepiPelanggaran Lalu Lintas

Berita Terkait.

Mandhapa-Aghung-Ronggosukowati
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan Pemda Perkuat Upaya Pemberantasan Rokok Ilegal

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:43
bc4
Nusantara

Bea Cukai dan Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate dari Malaysia

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:55
bc3
Nusantara

Bea Cukai Fasilitasi Impor 5 Helikopter untuk Antisipasi Karhutla di Riau

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:45
bc2
Nusantara

Bea Cukai Batam Tindak 54 Pelanggaran dalam Sebulan, dari Rokok Ilegal hingga Narkotika

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:35
Penandatanganan
Nusantara

Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal di Jabar Melalui Program Literasi Keuangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:15
Belajar Kelola Sampah dan Lestarikan Mangrove, Siswa Bunyu Diajak Jadi Penjaga Lingkungan
Nusantara

Belajar Kelola Sampah dan Lestarikan Mangrove, Siswa Bunyu Diajak Jadi Penjaga Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:13

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1229 shares
    Share 492 Tweet 307
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1467 shares
    Share 587 Tweet 367
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.