• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Polisi Diminta Serius Tangani Kasus Diskriminasi terhadap Siswa SD di Jaksel

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 17 Maret 2025 - 15:54
in Headline
rundung

Ilustrasi seseorang dirundung. Foto: Dok Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Orang tua murid di salah satu Sekolah Dasar (SD) kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan menuntut keadilan. Sebab, anaknya menjadi korban dugaan perlakuan diskriminatif oleh sekolahnya. Penanganan kasusnya di Polres Metro Jakarta Selatan jalan di tempat.

Padahal kasus tersebut sudah dilaporkan sejak tahun 2023. Dugaan perlakuan diskriminatif itu terjadi pada korban seorang anak berinisial AGH yang saat kejadian berusia 8 tahun masih duduk di kelas 3 SD.

BacaJuga:

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Kuasa hukum orang tua korban, Octolin Hutagalung megatakan pihaknya telah melaporkan dugaan tindak pidana Perlakuan Diskriminatif pihak sekolah itu sejak 11 Desember 2023 ke Polda Metro Jaya. Namun penyelidikannya kemudian dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan.

Kasus tersebut dianggap mandek lantaran hingga panggilan ketiga para terlapor dan saksi tidak pernah hadir tanpa alasan yang jelas. Profesionalitas para penyidik dipertanyakan, bahkan surat pemanggilan mereka seakan tidak digubris para terlapor.

“Hingga hari Kamis (pekan lalu) para terlapor dan saksi tidak menghadiri pemanggilan penyidik, ini panggilan yang ke tiga kalinya untuk di konfrontasi dengan kami dari pihak korban, dan (menurut penyidik) tanpa ada alasan atau konfirmasi apapun ke penyidik,” kata Octolin Hutagalung kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Mangkirnya para terlapor dan saksi dari pemanggilan penyidik merupakan salah satu penyebab utama berlarut-larutnya kasus tersebut. Penyidik Polres Jaksel didesak melakukan penganganan yang profesional.

Imalona Siregar orang tua korban menceritakan awal mula terjadinya tindakan diskriminatif yang dilakukan pihak sekolah terhadap anaknya. Diketahui sejak kelas 1 hingga kelas 3 SD anaknya menjalankan aktivitas pembelajaran dan tidak pernah tersangkut masalah.

Namun, saat di kelas 3, AGH yang saat itu masih berusia 8 tahun dikenakan sanksi skorsing oleh pihak sekolah tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu ke orang tua. Peserta didik itu diketahui berkebutuhan khusus.

“Sekolah melakukan skorsing hanya lewat pesan whatsapp yang kami terima di hari Sabtu saat sekolah libur, tanpa tatap muka dengan kami selaku orang tua seolah skorsing itu bukan hal yang penting,” tutur Ima.

Menurutnya, tindakan sekolah didasari laporan orang tua murid lainnya dengan tuduhan bahwa AGH melakukan tindak kekerasan yang tidak bisa dibuktikan. “Kami tidak pernah diinformasikan soal laporan orang tua murid lainnya tentang tindakan kekerasan apa saja yang dilakukan putra saya sehingga anak saya harus diskors,” jelas Ima.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi menyatakan, bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. “Hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut,” ujar Nurma terpisah saat dikonfirmasi wartawan baru-baru ini. (dan)

Tags: jakselKasus Diskriminasipolisisiswa SD

Berita Terkait.

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01
FA
Headline

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39
spbu
Headline

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:55
bgnn
Headline

Putusan MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Kepala BGN Pilih Buang Badan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:07
makan
Headline

Following Constitutional Court Ruling Barring Education Funds for MBG, National Nutrition Agency Refers Budget Questions to Finance Ministry

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2102 shares
    Share 841 Tweet 526
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.