• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Miris Lihat Masyarakat Papua Tukar Ikan Demi Bisa Dapat Beras, Legislator PDIP : Bukti Kegagalan Pemerintah

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 14 Maret 2025 - 14:16
in Politik
Deddy-Yevri-Sitorus

Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus. (Foto : Dok DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus merasa miris dengan banyak video yang beredar di media sosial (medsos) terkait adanya masyarakat Papua yang datang ke rumah tokoh masyarakat setempat, untuk menukar Ikan atau buah-buahan dengan beras atau mie instans.

“Saya melihatnya miris, marah. Bagaimana tidak, orang untuk makan saja susah, bagaimana kita akan bicara pendidikan dan kesehatan. Saya menganggap hal itu sebagai sebuah kegagalan pemerintah mengurus rakyatnya. Karena itu membuktikan bahwa hanya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja, masyarakat kesulitan,” kata Deddy di Gedung DPR RI, Jakarra, dikutip Jumat (14/3/2205).

BacaJuga:

BULD DPD Dorong Revisi UU Kebencanaan, Soroti Kesenjangan Penanganan di Daerah

Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen dalam Revisi UU Pemilu

Dorong Pemilu Modern, Doli Soroti 4 Prasyarat Utama Penerapan E-Voting

Deddy menjelaskan bahwa beras adalah hal yang vital untuk makan masyarakat Papua dan Indonesia umumnya. “Apalagi dalam video itu juga dikatakan tidak ada beras, seharian belum makan. Untuk Papua yang begitu kaya alam dan tambangnya. Menurut saya, itu sebagai sebuah kejahatan negara,” cetus Deddy.

Namun, Deddy pun tidak menyalahkan mereka yang ada di medsos yang membantu masyarakat Papua. Pasalnya, kalau tidak ada mereka, rakyat mau ke mana lagi untuk bisa dapatkan makanan.

Lebih dari itu pihaknya mempertanyakan kebijakan bahan pangan pokok masyarakat Papua, di mana sejatinya nasi bukanlah makanan asli masyarakat Papua. Beras didapatkan dari luar Papua, karena Papua tidak ditanam beras. Sementara makanan khas masyarakat Papua sebelumnya seperti sagu malah hilang.

Di sisi lain, Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini melihat bahwa otonomi khusus itu tidak seperti yang diharapkan, tidak mampu berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Hanya berdampak pada birokrasi pemerintahan, namun tidak untuk rakyat Papua secara langsung.

Selain itu, Deddy juga melihat pembukaan infrastruktur di Papua yang jor-joran yang dilakukan pemerintahan sebelumnya juga tidak memberi manfaat yang baik bagi masyarakat Papua. Malah menjadi ancaman baru bagi masyarakat Papua. Sebut saja, eksploitasi sumber daya alam hutan, Kebun Sawit, tambang oleh para investor. Deddy melihat hal itu sebagai sesuatu yang membahayakan.

Begitupun dengan pembangunan infrastruktur, ia mempertanyakan untuk siapa dibangun. Pasalnya, menurutnya, rakyat Papua tidak memiliki kendaraan. Jika infrastruktur yang dibangun jor-joran itu untuk kebutuhan logistik, maka menjadi pertanyaan kemampuan rakyat Papua untuk membeli semua produk yang datang itu.

“Begitu juga dengan alasan investasi, apakah masyarakat akan mendapat manfaat secara langsung dari investor yang datang, seperti kepemilikan saham atau lapangan kerja, jangan hanya menjadi buruh kasar?!” tegasnya.

“Kalau ada rencana mau ada investasi misalnya pertambangan perkebunan ada dong skenario bagaimana melibatkan masyarakat lokal, bagaimana masyarakat Papua juga bisa ambil bagian dari proses tersebut. Tidak hanya menonton, dan jadi buruh kasar saja. Supaya, ada dampaknya bagi masyarakat Papua. Karena kalau mereka hanya jadi buruh kasar, juga tidak ada pengaruhnya,” pungkasnya. (dil)

Tags: berasDeddy Yevri SitorusDPR RIikanmasyarakat Papua

Berita Terkait.

BULD
Politik

BULD DPD Dorong Revisi UU Kebencanaan, Soroti Kesenjangan Penanganan di Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 10:32
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13
Politik

Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen dalam Revisi UU Pemilu

Rabu, 16 September 2026 - 20:06
doli
Politik

Dorong Pemilu Modern, Doli Soroti 4 Prasyarat Utama Penerapan E-Voting

Rabu, 16 September 2026 - 11:11
UMKM
Politik

DPD RI Dorong Rindekraf Berdampak Nyata bagi Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 11:24
kades
Politik

Efisiensi Bukan Alasan Tunda Pilkades, Ini Bahaya jika Kades Habis Masa Jabatan Tetap Berkuasa

Kamis, 10 September 2026 - 15:05
ahy
Politik

Luruskan Pidato Politiknya, AHY Tegaskan Demokrat di Belakang Prabowo

Rabu, 9 September 2026 - 22:52

OLAHRAGA

Pemain-Persib
Olahraga

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 17 September 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Persib Bandung membuka kiprahnya di AFC Champions League 2 (ACL Two) 2026/27 dengan cara yang meyakinkan. Bermain jauh...

SelengkapnyaDetails
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    3010 shares
    Share 1204 Tweet 753
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.