• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Samudera Peduli Bersama Dompet Dhuafa Bangun Sumur Sasar Ratusan Keluarga Atasi Kekeringan di Cirebon

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 4 Maret 2025 - 21:51
in Nusantara
dd

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Desa Cupang memiliki tipologi tanah dengan bebatuan kapur menjadi alasan mengapa daerah ini mengalami kekeringan. Tanah yang minim resapan ini juga dikelilingi oleh pertambangan yang membuat sumber air utama semakin mengering. Salah satu warga, Castini (40) mengaku hanya ada satu sumber mata air untuk warga sekitar.

“Kami mengisi air bergiliran, satu orang diberi durasi satu jam. Itu hanya dapat satu ember. Nggak cukup untuk nyuci, kadang anak saya nggak bisa mandi, karena nggak ada air,” jelas Castini.

BacaJuga:

Karhutla Mengganas, 8,3 Hektare Lahan di Kalsel dan Jateng Hangus Terbakar

DPR Desak Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Banten Bergetar Pagi Ini, BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Gempa

Kepala Lembaga Pengebangan dan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra menjelaskan bahwa dengan kehadiran Sumur Air ini merupakan ekosistem wakaf yang hasilnya merupakan Layanan Program Air Bersih. Wakaf sendiri merupakan pemisahan harta benda berupa aset yang kemudian digunakan untuk kebermanfaatan luas dan lestari.

“Tentu ini menjadi amal jariyah bagi teman-teman dari Samudera Peduli. Sumur ini akan bermanfaat bagi warga sekitar. Pertemuan Samudera Peduli dan Sanusi melahirkan keberkahan yang berlipat ganda. Lebih jauh lagi, wakaf ini juga dapat berkembang menjadi produktif dan memberdayakan masyarakat sekitar. Semoga dapat merambah ke titik lain,” jelasnya.

Disisi lain, Yogi selaku Penanggungjawab Pelaksana Program Wakaf Sumur di Jawa Barat menuturkan bahwa pihaknya bersama tim Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa melakukan asesmen ke beberapa titik sumur menggunakan metode geolistrik. Tak disangka, penemuan sumber air berada di pekarangan rumah Sanusi (45), seorang warga Desa Cupang yang kemudian mewakafkan tanahnya untuk menjadi sumber air bersih masyarakat di sana.

Atas kolaborasi Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa mengerahkan tenaga ahli untuk memulai proses penggalian selama 45 hari. Dengan kedalaman 30 meter, sumur tersebut mampu mengeluarkan air sebanyak 2 liter per detik yang terkumpul dalam toren yang berkapasitas 5000 liter. Sumur tersebut memiliki 90 Sambungan Rumah (SR) yang meliputi 100 Keluarga dan satu mushola.

Kehadiran Sumur Air pada dua titik tersebut telah diresmikan pada Rabu lalu (19/2/2025) di Kantor Desa Cupang. Dewan Pengurus Yayasan Samudera Peduli, Artika Tasya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kolaborasi peresmian Sumur Air di Desa Cupang dan Desa Guwa Kidul kepada semua pihak yang terlibat. Ia berpesan agar aset Sumur Air ini dapat digunakan dengan semestinya dan menjadi sumber keberkahan bagi banyak pihak, terutama warga setempat.

“Setelah dilakukan asesmen oleh pihak kami dan Dompet Dhuafa, akhirnya ditemukanlah dua titik yang sangat membutuhkan air bersih. Banyak pihak yang terlibat, termasuk warga. Semoga sumber air bersih melalui Sumur Air ini dapat membuka keberkahan juga bagi warga, bagi Pak Sanusi selaku pewakif, juga Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa,” tuturnya.

Kini warga Desa Cupang dapat mengakses air bersih secara langsung dan gratis melalui SR yang telah tersambung ke rumah mereka. Sanusi sebagai pewakif tanah sekaligus penerima manfaat menyampaikan, saat ini pengaliran air bersih menjadi melimpah. Kini, kurang dari satu jam saja, toren sudah terisi penuh.

“Setelah tau di belakang rumah saya terdapat titik sumber air, saya langsung mengikhlaskan tanah saya dibangun sumur untuk sumber air masyarakat. Ini demi kebaikan bersama dalam menghadapi kemarau. Saya sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Samudera Peduli yang mewujudkan ini (Sumur Air). Wah, sekarang airnya sangat melimpah, berbeda dengan dulu,” tutur Sanusi bersemangat.

Desa Guwa Kidul, menjadi titik kedua pembangunan Sumur Air oleh Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa. Berbeda dengan Sumur Air di Desa Cupang, kali ini Dompet Dhuafa menggandeng Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Sumber Toya yang sebelumnya bertanggung jawab mengelola pemanfaatan sumber air resapan sejak tahun 2019. KKM ini berdiri independen untuk mengakomodir kepentingan air masyarakat setempat.

Sebelumnya sumber air andalan Desa Guwa Kidul ini tak mencukupi kebutuhan penduduk yang memiliki 340 SR, tiga pondok pesantren, satu sekolah, enam mushola. Namun, Rifah selaku Sekretaris KKM Sumber Toya menyampaikan pompa air yang pihaknya kelola hanya menghasilkan sedikit air dan keruh.

Dengan kondisi seperti itu, Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa melalui program wakaf Layanan Air Bersih, kemudian melakukan asesmen yang berlanjut pada proses pembangunan Sumur Air dengan kedalaman 50 meter. Sumur Air tersebut menghasilkan air sebanyak 4 liter per detik.

Rifah menjelaskan bahwa pihaknya menetapkan harga untuk air bersih. Sebab pengelolaan air membutuhkan biaya listrik, tenaga ahli dan biaya perawatan pompa. Ia menyerap tenaga kerja dari penduduk asli Guwa Kidul. Pihaknya pun membayar upah pekerja sesuai surplus yang didapat. Tentu ini membuat wakaf aset Sumur Air dari Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa bersifat produktif dan memberdayakan warga sekitar.

“Semula 340 SR, sekarang jadi 350 SR. Kami menetapkan harga yang berjenjang atau subsidi silang. Kita menyesuaikan kondisi ekonominya. Dengan harga 10 liter pertama seharga 3 ribu, kemudian ada 4 ribu berikutnya 5 ribu. Untuk pesantren dan sekolah kami menetapkan di harga 4 ribu. Terkadang ada masyarakat yang menurun daya ekonominya, biasanya kami berikan keringanan untuk membayar di waktu yang lain,” jelas Rifah.

Abdul Muhaimin Mas’ud selaku pengelola pondok pesantren Al-Fatimah Guwa Kidul sekaligus penerima manfaat menyampaikan, sebelumnya ia tak dapat mengandalkan sepenuhnya pompa air milik KKM Sumber Toya. Sebab pompa tersebut hanya mengeluarkan sedikit air. Hal ini membuat pihaknya membeli air dari tempat lain dengan harga yang sangat mahal.

“Suka ada yang jual air per tangki. Harganya 150 ribu (per tangki). Di sini ada 50 santri dan menghabiskan 6 tangki dalam seminggu. Sejak ada bantuan pompa air dari Samudera Peduli dan Dompet Dhuafa, kami hanya membayar 700 ribu sampai sejuta saja. Lebih hemat. Air pun juga lancar dan bersih. Berkegiatan salat jamaah dan kegiatan produktif lainnya jadi lebih mudah,” jelas pria yang akrab dipanggil Ustaz Abdul.

Aldo, salah satu murid didik Ustaz Abdul bercerita. Ia dan teman-teman kerap tak sempat mandi sebelum sekolah. Sesekali ia kesulitan mencari air untuk berwudhu untuk menunaikan salat berjamaah.

“Iya, pernah nggak mandi. Kadang kalo salat jamaah juga susah, jadi nya wudhu di mushola lain,” ungkap Aldo yang kini duduk di bangku kelas 5 SD.

Di akhir, Rifah berharap program wakaf ini dapat menghasilkan surplus yang baik untuk kesejahteraan masyarakat sendiri. Serta terbukanya kesempatan bagi titik-titik kawasan kering di wilayah Indonesia lainnya. (adv)

Tags: cirebonDompet DhuafakekeringanSamudera Pedulisumur

Berita Terkait.

Karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas, 8,3 Hektare Lahan di Kalsel dan Jateng Hangus Terbakar

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:25
Sari-Yuliati
Nusantara

DPR Desak Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung: Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:44
Gempa-banten
Nusantara

Banten Bergetar Pagi Ini, BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Gempa

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:42
Anton
Nusantara

DPR Dorong STTAL Percepat Inovasi Teknologi Maritim untuk Perkuat Kemandirian Pertahanan Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:53
Wisata-bali
Nusantara

BKSAP DPR Perkuat Diplomasi Parlemen Dorong Pariwisata Bali Naik Kelas dan Berkelanjutan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:47
bc2
Nusantara

Tim Gabungan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Batang Ganja di Aceh Utara

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7144 shares
    Share 2858 Tweet 1786
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1125 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1777 shares
    Share 711 Tweet 444
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
Gakpo
Olahraga

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42

INDOPOSCO.ID - Laga Belanda kontra Swedia tak hanya berakhir dengan kemenangan telak 5-1, tetapi juga menghadirkan sebuah pencapaian yang langsung...

SelengkapnyaDetails
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
Brobbey

Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:02
Pemain-Paraguay

Turki Angkat Koper, Arda Guler Minta Maaf

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:01
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.