INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Andra Soni menandatangani kesepakatan kerja sama penyediaan energi listrik berkelanjutan bersama PT PLN (Persero). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ekosistem investasi sekaligus merespons cepat kebutuhan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten yang kian masif.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat penyediaan energi listrik berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan ekonomi Banten yang terus berkembang,” ujar Andra Soni dalam acara Kesepakatan Bersama Pemprov Banten dan PT PLN (Persero) di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (6/8/2026).
Andra menegaskan pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah, pengembangan kawasan ekonomi, kebutuhan investasi, dan sistem ketenagalistrikan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pemetaan kebutuhan energi serta memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan tepat sasaran.
“Sinergi ini membuka ruang bagi pengembangan inovasi energi, pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), serta penerapan teknologi kelistrikan yang lebih modern dan efisien,” lanjutnya.
Menurutnya, ketersediaan energi listrik yang andal dan berkelanjutan merupakan fondasi utama penggerak ekonomi daerah yang memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. Di sektor industri, kepastian pasokan listrik menjadi pertimbangan vital dalam menentukan lokasi investasi dan menjaga keberlanjutan produksi.
“Sedangkan bagi pelaku UMKM, akses energi memadai dapat meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas usaha, serta mendorong pemanfaatan teknologi,” jelas Andra.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten juga mengapresiasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten atas program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat di kawasan pedesaan dan daerah tertinggal. Program ini dinilai berhasil mengakselerasi target elektrifikasi Banten yang kini telah mencapai 99,9 persen.
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), M. Fahrur Rozy, menilai Provinsi Banten memiliki posisi sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan nasional di Pulau Jawa, khususnya melalui sektor manufaktur, pelabuhan, pariwisata, hingga pusat data (data center).
Ia memastikan PLN siap mendukung arus investasi yang masuk ke Banten melalui penyediaan daya listrik yang memadai dan pelayanan yang cepat.
“Selama ini pusat perekonomian dan data center terbanyak berada di Jawa Barat. Namun berdasarkan analisis terbaru, sudah ada dua data center besar yang siap masuk ke Banten. Ini komitmen nyata PLN dalam mendorong daya saing dan perekonomian Provinsi Banten,” pungkas Fahrur. (yas)


















