INDOPOSCO.ID – Perjalanan panjang menuju kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, resmi dimulai oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad), Rabu (5/8/2026). Misi yang mereka emban bukan sekadar penelitian, melainkan menyusun peta jalan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat melalui pendekatan ilmiah lintas disiplin.
Keberangkatan tim ini menjadi bagian dari program strategis yang menggabungkan riset, observasi lapangan, hingga pemberdayaan masyarakat. Selama bertugas, para akademisi, peneliti, dan mahasiswa akan mengidentifikasi berbagai potensi daerah, memetakan tantangan pembangunan, sekaligus menyusun rekomendasi yang dapat menjadi acuan pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Fakfak menyambut positif pelaksanaan ekspedisi tersebut. Saat menerima rombongan dalam apel bersama di Kantor Bupati Fakfak, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menilai kehadiran tim akademik di lapangan akan memberikan perspektif baru dalam melihat berbagai peluang dan persoalan pembangunan.
“Kami menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran di Kabupaten Fakfak, khususnya dalam melaksanakan tugas di kawasan Bomberay–Tomage. Kami berharap kehadiran anggota tim dapat memberikan kontribusi nyata dalam melihat dan mengidentifikasi berbagai potensi maupun persoalan yang ada di lapangan,” ujar Samaun Dahlan.
Menurutnya, Fakfak memiliki modal besar untuk terus berkembang. Selain dikenal sebagai Kota Pala, daerah ini juga menyimpan kekayaan sumber daya alam, keberagaman sosial, serta sejarah panjang sebagai salah satu wilayah awal berkembangnya Islam dan Katolik di Papua yang hingga kini menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.
Samaun juga menyoroti perkembangan kawasan Bomberay–Tomage yang dinilai semakin menjanjikan sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Kawasan Bomberay–Tomage menunjukkan dinamika pembangunan yang terus berkembang. Aktivitas transportasi yang cukup tinggi, keberadaan perusahaan pupuk, serta potensi sektor pertanian dan sumber daya alam menjadi peluang yang perlu didukung melalui perencanaan pembangunan yang terintegrasi,” jelas Samaun.
Ia menambahkan, situasi keamanan di Kabupaten Fakfak yang relatif kondusif dengan dukungan aparat TNI dan Polri diharapkan mampu menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ekspedisi selama berada di kawasan transmigrasi.
Usai mengikuti apel bersama, perwakilan TEP Unpad menghadiri rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak yang membahas koordinasi teknis pelaksanaan kegiatan di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage dan Weri–Saharey.
Selanjutnya, rombongan menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam menuju Distrik Bomberay, lokasi utama pelaksanaan ekspedisi. Setibanya di lokasi, mereka disambut Kepala Distrik Bomberay, Kepala Distrik Tomage, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Fakfak, para kepala kampung, serta unsur aparat keamanan yang menyatakan komitmennya mendukung seluruh agenda kegiatan.
Selama berada di kawasan Bomberay–Tomage, tim akan melakukan observasi lapangan, pemetaan potensi wilayah dan persoalan masyarakat, serta berdiskusi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Seluruh temuan tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang diharapkan mampu memperkuat arah pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
TEP Unpad sendiri merupakan bagian dari program strategis Kementerian Transmigrasi yang menggandeng perguruan tinggi untuk menghadirkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi berbasis kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di masa depan. (her)


















