INDOPOSCO.ID – Fasilitas kepabeanan yang diberikan Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Papua terus menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan di Tanah Papua.
Hingga akhir Triwulan II Tahun 2026, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua telah menerbitkan 19 keputusan pemberian fasilitas untuk mendukung masuknya mesin, peralatan, dan barang yang dibutuhkan proyek-proyek energi nasional dengan total nilai mencapai USD131,3 juta. Sekitar 90 persen di antaranya dimanfaatkan untuk mendukung dua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Kepala Kanwil Bea Cukai Khusus Papua, Encep Dudi Ginanjar, menyampaikan pada Selasa (4/8/2026), bahwa fasilitas kepabeanan bukan hanya berbicara tentang kemudahan bagi dunia usaha. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana investasi dapat berjalan lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Ketika proyek strategis berkembang, lapangan kerja terbuka, usaha lokal bergerak, pendapatan masyarakat meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Papua ikut tumbuh,” ujarnya.
Berkat besarnya nilai fasilitas yang diberikan, hingga Triwulan II Tahun 2026 Kanwil Bea Cukai Khusus Papua berhasil menempati peringkat pertama secara nasional di antara seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai dalam pemberian fasilitas bagi sektor hulu migas.
Dua proyek yang difasilitasi merupakan proyek energi nasional yang diproyeksikan mampu meningkatkan produksi gas hingga 500 juta kaki kubik per hari dengan nilai ekonomi sekitar USD1,1 miliar per tahun. Sekitar dua pertiga produksinya ditujukan untuk ekspor sehingga berpotensi menghasilkan devisa sekitar USD730 juta per tahun. Selain itu, proyek tersebut telah menyerap sekitar 5.200 tenaga kerja sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua.
Melalui dukungan tersebut, Encep menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus hadir sebagai mitra pembangunan nasional.
“Fasilitas kepabeanan tidak hanya berkontribusi dari sisi fiskal, tetapi juga menjadi penggerak investasi, memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan devisa negara, serta membuka lebih banyak peluang kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” tutupnya. (ipo)


















