INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memiliki target yang sangat challenging dalam mendukung target pemerintah untuk peningkatan produksi minyak dan gas nasional tahun 2025.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita menyampaikan, dengan target tahun 2025 yang diberikan oleh pemegang saham, salah satu fokus utamanya adalah mendukung target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari ( barrel of oil per day/BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) pada tahun 2030.
Artinya, mempercepat pengembangan infrastruktur dan layanan pengeboran yang efisien sudah harus dimulai dari sekarang. Dalam hal ini, beberapa langkah strategis untuk tahun 2025 telah berjalan, termasuk melakukan modernisasi RIG dan teknologi.
Pertamina Drilling akan meningkatkan kapasitas operasionalnya dengan mengandalkan teknologi mutakhir, seperti RIG dengan sistem cyber walking yang memungkinkan efisiensi perpindahan hingga delapan arah.
“Teknologi ini terbukti dapat menghemat waktu operasional hingga 30 persen,” ujar Avep, seperti dikutip, Minggu (2/2/2025).
Pertamina Drilling juga akan melakukan investasi pada RIG baru. Investasi tambahan RIG, khususnya untuk proyek di wilayah kerja seperti Blok Rokan, akan menjadi prioritas. RIG tipe mobile dengan kapasitas 550 HP akan dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.
Seluruh RIG baru yang diinvestasikan dirancang dengan memperhatikan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta mendukung penggunaan komponen lokal untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Ekspansi operasional di dalam dan luar negeri, selain proyek domestik, Pertamina Drilling juga mengincar peluang baru di pasar internasional untuk memperkuat posisi sebagai penyedia layanan pengeboran terkemuka.
“Upaya ini tidak hanya mendukung transisi energi hijau, tapi juga memperkuat posisi Pertamina Drilling sebagai pelopor dalam teknologi green drilling,” jelas Avep.
Harapannya, aktivitas bisnis operasi Pertamina Drilling yang telah berjalan, ke depannya perusahaan yang memasuki usia ke-17 di tahun 2025 ini dapat melakukan peningkatan efisiensi operasional dengan memanfaatkan teknologi modern untuk menekan Non-Productive Time (NPT) lebih rendah dari 1 persen.
“Penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan fokus pada pelatihan tenaga kerja melalui program-program seperti Indonesia Drilling Training Center (IDTC), untuk mencetak tenaga kerja yang berkualitas, tidak hanya untuk kebutuhan internal PDSI, tapi juga membuka pelatihan untuk eksternal, baik itu regional ataupun internasional,” bebernya.
Prinsipnya, Pertamina Drilling optimistis dapat menjadi pemimpin dalam jasa pengeboran hulu migas, baik secara nasional maupun internasional, sambil terus mendukung kemandirian energi Indonesia.
Sebelumnya, menutup tahun 2024, Pertamina Drilling berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 75,06 persen, pencapaian tertinggi sejak perusahaan berdiri dan mencatat NPT atau tingkat kerusakan peralatan 0,91 persen, lebih baik dari threshold 1,47 persen.
Ini merupakan pencapaian terbaik untuk industri pengeboran di dunia, dimana industri pengeboran sangat bergantung pada teknologi dan sering menghadapi tantangan terkait kerusakan peralatan. (srv)











