• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Prasasti Pucangan Itu Segera Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 18 Januari 2025 - 05:55
in Gaya Hidup
pras

Ilustrasi - Prasasti lingga Anggehan. Foto : Antara/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di kaki Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur, pernah berdiri Prasasti Pucangan, yang menjadi saksi bisu sejarah kejayaan Raja Airlangga.

Batu bertulis itu tidak hanya menyimpan cerita tentang perjalanan seorang raja besar, tetapi juga simbol dari keagungan budaya Nusantara.

BacaJuga:

17 Mahasiswa Fikom Untar Rasakan Pengalaman Belajar Lintas Negara di Malaysia

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Oakwood Suites Kuningan Jakarta Gelar Aksi Bersih dan Rawat Fasilitas Publik di Taman Menteng

Kini, harapan mengemuka bahwa prasasti bersejarah itu segera kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah ratusan tahun berada jauh dari tanah kelahirannya.

Prasasti itu menceritakan tentang perjuangan Airlangga yang harus melarikan diri dari kehancuran istana Medang hingga akhirnya mendirikan Kerajaan Kahuripan.

Peninggalan yang penuh dengan sejarah itu juga mengisahkan keputusan besar sang raja untuk membagi kerajaannya menjadi Janggala dan Panjalu demi menjaga kedamaian.

Dengan ukiran aksara Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta, prasasti tersebut adalah wujud nyata dari keindahan sastra dan kebijakan politik di masa itu.

Upaya Dikembalikan

Dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan India, ada harapan besar yang nantinya turut dibawa Presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Negeri Bollywood pada 26 Januari 2025.

Bukan sekadar mempererat kerja sama strategis, kunjungan itu juga untuk mengupayakan kembalinya Prasasti Pucangan, sebuah peninggalan bersejarah yang menyimpan cerita besar tentang Raja Airlangga dan leluhur Nusantara.

“Kita berharap nanti kunjungan presiden ke India juga menyampaikan, antara lain, tentang pengembalian Prasasti Pucangan yang merupakan prasasti penting bagi kita, karena di situ ada silsilah tentang Raja-Raja Airlangga, Mpu Sindok gitu ya,” ungkap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Prasasti yang kini tersimpan rapi di Museum India, Kolkata, bukan sekadar batu bertulis. Ia adalah saksi bisu perjalanan sejarah yang menautkan nama besar Raja Airlangga dengan pendiri Dinasti Isyana, Mpu Sindok.

Dalam prasasti itu tertulis silsilah para raja yang menjadi fondasi dari peradaban besar di tanah Jawa pada abad ke-10 hingga ke-11.

Prasasti Pucangan memuat kisah yang tak ternilai tentang bagaimana Airlangga, seorang raja yang harus bertahan di tengah gejolak politik, membangun kembali kejayaan Nusantara melalui kebijaksanaan dan pengorbanan.

Batu itu juga menjadi penghubung antara masa Dinasti Isyana dengan era kejayaan Kahuripan.

Namun, kisahnya tak berhenti di situ. Harapan besar kini menggantung pada upaya diplomasi budaya yang diharapkan mampu membawa prasasti ini pulang ke tanah air.

Kepulangan Prasasti Pucangan bukan hanya soal memulihkan artefak sejarah, tetapi juga tentang mengembalikan narasi besar Nusantara kepada generasi penerus.

Seperti Airlangga yang kembali dari pelariannya untuk membangun Kahuripan, prasasti itu diharapkan akan kembali menjadi simbol kebangkitan dan identitas bangsa.

Jika kelak kembali, Prasasti Pucangan akan menjadi pusat perhatian, berdiri kokoh di museum nasional sebagai penjaga cerita para leluhur, menginspirasi siapa pun yang memandangnya.

Dan ketika prasasti itu akhirnya menyentuh kembali bumi Indonesia, ia akan mengingatkan bahwa sejarah adalah warisan yang tak boleh hilang, sebuah akar yang membuat bangsa ini berdiri tegak di tengah tantangan zaman.

Kepahlawanan

Di balik megahnya peradaban masa lampau di Jawa Timur, berdiri sebuah prasasti penuh misteri dan cerita kepahlawanan.

Prasasti Pucangan, sebuah peninggalan sejarah dari abad ke-11, ditemukan pada masa kolonial Inggris di Nusantara, tepatnya tahun 1812, saat Thomas Stamford Raffles menjadi Letnan Gubernur di Batavia.

Namun, alih-alih tetap berada di tanah asalnya, prasasti ini justru dibawa ke India sebagai koleksi pribadi Lord Minto, Gubernur Jenderal Inggris. Kini, prasasti tersebut tersimpan rapi di sebuah museum di Kolkata, India.

Prasasti Pucangan memuat dua kisah berbeda yang ditulis dalam dua bahasa, yaitu Jawa Kuno dan Sansakerta, namun keduanya menggunakan aksara Kawi.

Bentuk prasasti ini unik, berupa blok batu dengan puncak runcing dan alas berbentuk bunga teratai, sebuah simbol khas keagungan Hindu-Buddha.

Penamaannya diambil dari kata “Pucangan,” yang merujuk pada perintah membangun pertapaan di Pucangan, kawasan sekitar Gunung Penanggungan, Mojokerto.

Isi prasasti itu mencatat silsilah Raja Airlangga dan berbagai peristiwa besar yang melingkupinya.
Bagian yang berbahasa Sanskerta mengurai perjalanan Airlangga, raja besar dari Dinasti Isyana.

Dimulai dari leluhurnya, Mpu Sindok, hingga kelahiran Airlangga dari pasangan Mahendradatta dan Udayana.

Kisah ini memuat perjuangan Airlangga yang harus melarikan diri ke hutan bersama Mpu Narotama setelah serangan Raja Wurawari membakar keraton pada tahun 1016 M.

Setelah pengasingan, rakyat yang dipimpin para Brahmana memohon agar Airlangga menjadi raja. Airlangga pun bangkit, memimpin berbagai pertempuran hingga akhirnya pada tahun 1037 M, ia menaklukkan semua musuhnya dan dinobatkan sebagai raja.

Sebagai bentuk rasa syukur, ia mendirikan pertapaan di Pugawat untuk memuja para dewa.

Sementara itu, sisi Jawa Kuno mencatat momentum penting pada 6 November 1041.

Pada hari itu, Airlangga, yang telah bergelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawiramottunggadewa, menetapkan daerah Pucangan, Brahem, dan Bapuri sebagai sima (tanah suci) untuk mendukung pertapaan yang dibangunnya.

Keputusan itu adalah wujud janji Airlangga setelah kehancuran Pulau Jawa akibat serangan Raja Wurawari.

Prasasti Pucangan bukan sekadar batu bertulis, ia adalah saksi dari masa-masa kejayaan, perjuangan, dan pengorbanan seorang raja yang mengubah sejarah Jawa seperti dilansir Antara.

Meski kini jauh dari tanah kelahirannya, prasasti ini tetap menjadi pengingat akan kekuatan dan kebijaksanaan Airlangga, seorang pemimpin yang membangun kembali peradaban dari kehancuran.

Prasasti Pucangan mengajarkan bahwa dari reruntuhan, kebangkitan adalah jalan yang abadi. (aro)

Tags: Airlanggajatimprasasti

Berita Terkait.

untar
Gaya Hidup

17 Mahasiswa Fikom Untar Rasakan Pengalaman Belajar Lintas Negara di Malaysia

Kamis, 24 September 2026 - 03:30
tpjf
Gaya Hidup

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Kamis, 24 September 2026 - 02:20
WCD
Gaya Hidup

Oakwood Suites Kuningan Jakarta Gelar Aksi Bersih dan Rawat Fasilitas Publik di Taman Menteng

Selasa, 22 September 2026 - 14:58
taufik
Gaya Hidup

Perjalanan Taufik Maulana, 13 Tahun Bertumbuh hingga Jadi GM Aston Kartika Grogol

Selasa, 22 September 2026 - 13:03
mercure
Gaya Hidup

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

Selasa, 22 September 2026 - 06:06
FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06

OLAHRAGA

tpkk
Olahraga

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Editor Dilianto
Rabu, 23 September 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan...

SelengkapnyaDetails
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.