• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Aktivis Lingkungan Minta Pemerintah Audit Industri di Teluk Semarang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 6 Januari 2025 - 05:05
in Daerah
aktivis

Diskusi publik Yayasan Amerta Air Indonesia dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) bersama warga kampung nelayan Tambak Rejo, Kota Semarang, Minggu (5/1/2025). (ANTARA/HO-Yayasan Amerta Air Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aktivis lingkungan tergabung dalam Yayasan Amerta Air Indonesia dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta pemerintah melakukan audit lingkungan terhadap pembuangan limbah oleh industri di kawasan Teluk Semarang yang diduga berdampak terhadap kualitas tangkapan nelayan setempat.

Peneliti Yayasan Amerta Air Indonesia Syukron Salam di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan kedua lembaga ini melakukan riset berdasarkan 18 artikel jurnal tentang kualitas air perairan utara Kota Semarang yang terbit mulai 2018 hingga 2022.

BacaJuga:

Kanwil BPN Jawa Timur Kembangkan SMART-Talent Jatim untuk Optimalkan Penempatan Pegawai Berbasis Data

Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali ​

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Timur Gagalkan Pengiriman Narkotika Sintetis

“Penelitian ini menjawab isu kandungan merkuri di kerang hijau hasil tangkapan nelayan di sekitar Teluk Semarang ini,” katanya.

Kandungan logam berat akibat pencemaran di Teluk Semarang, kata dia, berdampak terhadap hasil tangkapan laut serta kualitas hasil panen kerang hijau di kawasan tersebut.

Industri di kawasan Teluk Semarang, kata dia, diduga memberi kontribusi terbesar terhadap pencemaran yang berdampak terhadap tangkapan di pesisir Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Tengah Iqbal Alma Ghosan mengatakan setidaknya terdapat 48 perusahaan di kawasan Teluk Semarang yang juga mencakup wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu.

Berdasarkan hasil identifikasi, perusahaan-perusahaan ini berpotensi memberi kontribusi pada pencemaran logam berat tersebut.

Rekomendasi dari penelitian itu, ujar dia, yakni desakan kepada pemerintah untuk melakukan audit lingkungan di Teluk Semarang terhadap aktivitas perusahaan-perusahaan di kawasan itu.

“Perlu audit lingkungan dengan tindakan lanjutan terhadap industri-industri yang membuang limbah ke laut,” katanya.

Menurut dia, pemerintah harus melakukan evaluasi perizinan pembuangan limbah di Teluk Semarang.

Dia mengharapkan upaya tersebut mampu menekan pencemaran lingkungan sehingga mengembalikan ekosistem di sekitar perairan yang merupakan lokasi mata pencaharian nelayan Semarang.

Ketua RW 16 Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang, Slamet Riyadi, menyebut sekitar 70 persen nelayan di kawasan Tambak Lorok dan Tambak Rejo, saat ini beralih menjadi pencari kerang hijau.

Dia mengatakan banyak nelayan beralih ke pencari kerang hijau setelah kesulitan mencari ikan di sekitar kawasan perairan Semarang.

Ia mengatakan akibat isu kandungan merkuri, harga jual kerang hijau yang dihasilkan nelayan Semarang terus turun.

“Kerang hijau Tambak Lorok tidak diterima di hotel dan restoran. Mereka cenderung mengambil dari wilayah Kendal dan kawasan pesisir barat lainnya,” katanya.

Isu kerang hijau Semarang yang mengandung merkuri, kata dia, berdampak terhadap penurunan harga menjadi hanya Rp3 ribu-Rp6 ribu per kg, dari harga pasaran Rp10 ribu-Rp20 ribu per kg.

Kondisi ini, ujar dia, sudah terjadi sejak lima tahun lalu, semenjak isu tentang penelitian kualitas air di pesisir Semarang mulai muncul ke masyarakat luas. (bro)

Tags: Aktivis LingkunganindustripemerintahTeluk Semarang

Berita Terkait.

bpn
Daerah

Kanwil BPN Jawa Timur Kembangkan SMART-Talent Jatim untuk Optimalkan Penempatan Pegawai Berbasis Data

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:23
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Daerah

Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali ​

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:04
Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Timur Gagalkan Pengiriman Narkotika Sintetis
Daerah

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Timur Gagalkan Pengiriman Narkotika Sintetis

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:28
APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan
Daerah

APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:23
Bea Cukai Samarinda Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp1,97 Miliar Hasil 458 Penindakan
Daerah

Bea Cukai Samarinda Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp1,97 Miliar Hasil 458 Penindakan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:03
Kementrans
Daerah

Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertifikat Tanah di Maluku Tengah, Komisi V Dorong Pengembangan Kawasan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4304 shares
    Share 1722 Tweet 1076
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.