• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

RSJPD Harapan Kita Jadi RS Pertama Gunakan Operasi Jantung Robotik di Indonesia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 15 November 2024 - 00:42
in Nasional
Dudy-Hanafy

(kiri ke kanan) dr. Dudy Hanafy, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Iwan Dakota, dan dr. Sudhir Prem Srivastava , MD, dalam konferensi pers tentang operasi jantung robotik pertama di Indonesia, di Jakarta, Jumat (15/11/2024). Foto : Antara/Mecca Yumna.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang melakukan operasi jantung menggunakan metode robotik, sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas layanan, sejalan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa teknologi tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, karena minimal invasif. Hal tersebut, kata Budi, karena menggunakan teknik endoskopi, di mana sayatan yang dihasilkan lebih kecil.

BacaJuga:

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

“Jadi kan, itu kualitas yang lebih baik untuk pasien. Yang kedua, saya harapkan ini bisa mempersingkat prosedur. Karena kan, tidak perlu membelah dada. Harusnya bisa lebih cepat. Kalau dia bisa lebih cepat, dalam satu hari, dokter-dokternya bisa menangani lebih banyak pasien,” dia menambahkan.

Di Indonesia, lanjutnya, penyakit jantung penyebab kematian terbesar kedua setelah stroke. Tercatat, penyakit jantung menyebabkan sekitar 250 ribu kematian per tahun, katanya, sementara stroke menyebabkan 300 ribu kematian tiap tahunnya. Oleh karena itu, teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan jantung untuk 280 juta penduduk RI, melalui operasi jarak jauh.

Budi pun menyampaikan apresiasinya pada RSJPD Harapan Kita atas pencapaian itu, dan meminta agar ilmu operasi jantung robotik itu disebarkan oleh RS tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita dr. Iwan Dakota mengatakan bahwa mereka senang dan bangga karena akhirnya sudah ada operasi bedah jantung robotik pertama di Indonesia, yang dikerjakan oleh timnya, yang dipimpin oleh dipimpin oleh dr. Dudy Hanafy, beserta proctor oleh dokter asal India yang berpengalaman dalam bidang operasi robotik dan minimal invasif di Amerika, serta pendiri Alliance Hospital di Texas Barat.

“Ini merupakan operasi bedah jantung di Indonesia lebih khusus ada berbagai macam operasi robotik jantung, baik katup jantung, lubang jantung, maupun bypass jantung koroner secara total (TECAB),” kata Iwan.

Dia menjelaskan, terkait TECAB, operasi ini juga menjadi operasi bedah jantung robotik bypass koroner pertama di Asia Tenggara. Iwan menyebutkan, tindakan bedah jantung robotik biasanya terkonsentrasi di negara-negara yang sistem kesehatannya berkembang dengan baik dan memiliki akses kepada teknologi yang terbaru.

Saat ini, katanya, hanya beberapa negara yang mampu melakukan operasi bypass jantung robotik di dunia, termasuk Indonesia.

Iwan menyebutkan sejumlah keunggulan metode robotik dibandingkan teknik bedah konvensional, seperti menurunkan tingkat kesakitan, serta mempercepat pemulihan pasien dalam aktivitas kesehariannya karena tidak adanya tulang yang dibelah atau sela iga yang dilebarkan.

Dia menyoroti waktu yang dibutuhkan pasien untuk bisa beraktivitas secara normal setelah operasi konvensional, yakni tiga bulan.

Iwan menambahkan, ada paling sedikit 5 pasien yang dijadwalkan mendapatkan tindakan terkini dalam bedah jantung di minggu ini.

“Semua jenis teknik operasi khususnya pergantian dan perbaikan katup, kasus ASD dan VSD yang bukan pediatrik dan bedah pintas arteri koroner bisa dilakukan dengan teknik robotik jantung ini,” kata dr. Dudy Hanafy.

Dudy menambahkan, luka sayatan dari teknik konvensional sekitar 25-30 cm, namun dengan metode robotik hanya dibutuhkan kira-kira lebar sayatan 2 cm di beberapa titik. Oleh karena itu, katanya, risiko infeksi luka operasi yang didapat lebih kecil.

Selain itu, dia menyebut waktu pemulihan pasien menjadi lebih singkat, sekitar 3,2 hari, yang sebelumnya sekitar seminggu yang dibutuhkan untuk pasien.
Sejumlah keuntungan lain yang dia sebutkan adalah presisi dan kontrol yang lebih baik, visualisasi yang ditingkatkan, serta mengurangi kelelahan ahli bedah.

Dia menilai, adanya operasi jantung dengan sistem robotik ini di kemudian hari akan mendukung adanya telebedah atau operasi jantung jarak jauh, sehingga memungkinkan pemerataan akses layanan kesehatan hingga ke tempat terpencil. (aro)

Tags: jantungkesehatanpenyakit

Berita Terkait.

Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27
Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5922 shares
    Share 2369 Tweet 1481
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1628 shares
    Share 651 Tweet 407
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.