• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketua YAPETA Tinton Soeprapto Dukung MPR Beri Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 12 November 2024 - 13:41
in Nasional
Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), Tinton Soeprapto (lima dari kanan). Foto: Ist

Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), Tinton Soeprapto (lima dari kanan). Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Tinton Soeprapto selaku Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) menyuarakan dukungannya terhadap usulan MPR untuk memberikan gelar pahlawan kepada Presiden kedua Indonesia, Soeharto.

YAPETA sendiri merupakan wadah yang menaungi para mantan tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan generasi penerusnya, yang terus memperjuangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat nasionalisme. Sebagai cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), PETA berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

BacaJuga:

Lantik 3 Dirjen Baru, Purbaya Titip Pesan Tegas Soal Disiplin Fiskal dan Aset Negara

Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya

Prabowo Minta Polri Siap Hadapi Perubahan Modus Kejahatan

Dalam momen memperingati Hari Pahlawan ini, YAPETA ingin menyampaikan pentingnya menghormati jasa para pahlawan, baik yang telah dianugerahi gelar resmi maupun yang belum, seperti Soeharto dan Gus Dur.

Setelah upacara penghormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Tinton Soeprapto dan rombongan bergegas menuju Museum YAPETA yang terletak di Bogor. Museum YAPETA, yang diresmikan oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusuma, menjadi tempat penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya sejarah perjuangan PETA dan pembentukan TNI.

Dalam perbincangannya di Museum YAPETA, Tinton menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan kali ini merupakan momen yang sangat tepat untuk mengajukan Kembali nama soeharto sebagai pahlawan nasional, Tinton juga memperlihatkan langsung dokumen dan data yang mereka kumpulkan dalam pengajuan pemberian gelar itu. Semua dokumen dan data itu disebut sudah lengkap dan cukup.

Berdasarkan keputusan yang diambil rapat gabungan MPR, Melalui Ketua MPR RI Bambang Soesatyo telah diputuskan untuk mencabut nama Soeharto dari Pasal 4 Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998.

“Dengan dicabutnya nama soeharto dalam Tap MPR tersebut, menurut saya, tidak ada halangan lagi bagi soeharto untuk diberikan gelar pahlawan. Selama masa kepemimpinan Soeharto, banyak pembangunan strategis yang telah dilakukan yang berdampak langsung pada kemajuan bangsa,” ujar Tinton.

“Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Kontribusinya sangat besar, tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga oleh bangsa asing. Setiap pemimpin pasti punya kekurangan, tetapi kita tidak bisa mengabaikan jasa besar Soeharto dalam membangun Indonesia. Ini adalah bagian dari sejarah yang harus kita akui dan hargai,” sambungnya.

Napak tilas ke Museum YAPETA juga dihadiri oleh beberapa tokoh generasi penerus para pendiri PETA, termasuk sejarawan Rushdy Hoesein yang turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya mengenang perjuangan PETA dan kontribusinya terhadap pembentukan TNI. Rushdy menegaskan bahwa sejarah perjuangan PETA harus terus dilestarikan dan dikenang sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

“PETA adalah cikal bakal TNI, dan banyak tokoh PETA yang akhirnya menjadi pahlawan nasional, seperti Soekarno, Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Soepriyadi, dan tentu saja Soeharto. Mengusulkan gelar pahlawan bagi Soeharto adalah langkah yang tepat untuk menghargai kontribusi besar beliau terhadap bangsa ini,” ungkap Rusdhi.

Sebagai Ketua YAPETA, Tinton Soeprapto berharap bahwa usulan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto bisa segera terealisasi. “Kami dari YAPETA, yang merupakan bagian dari sejarah TNI, akan terus mendukung langkah ini. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para tokoh yang telah berjuang dan membangun negeri ini,” pungkas Tinton.

Dengan semangat kepahlawanan yang terus dijaga oleh YAPETA, diharapkan generasi penerus bangsa bisa terus mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan, serta mengambil inspirasi dari mereka untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. (srv)

Tags: gelar pahlawanmpr riSoehartoTinton SoepraptoYAPETA

Berita Terkait.

Purbaya
Nasional

Lantik 3 Dirjen Baru, Purbaya Titip Pesan Tegas Soal Disiplin Fiskal dan Aset Negara

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:45
Dalu-Agung-Darmawan
Nasional

Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:05
Prabowo
Nasional

Prabowo Minta Polri Siap Hadapi Perubahan Modus Kejahatan

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:52
Riset
Nasional

LKP Dipacu Penuhi Kebutuhan Dunia Kerja Global, Lulusan Dibidik Tembus Pasar Internasional

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:42
Kemarau
Nasional

Waspadai Kemarau 2026, DPR Soroti Ancaman Gagal Panen dan Dorong Mitigasi Dini

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:32
Ahmad-Heryawan
Nasional

Dukung Pembentukan Ditjen Khusus BUMD, Komisi II Nilai Pengawasan Perlu Diperkuat

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:22

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
Tuchel
Olahraga

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Editor Laurens Dami
Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06

INDOPOSCO.ID - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel meminta publik tidak mengharapkan performa memukau saat timnya bersua Republik Demokratik Kongo di...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:11
Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:14
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.