• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketua YAPETA Tinton Soeprapto Dukung MPR Beri Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 12 November 2024 - 13:41
in Nasional
Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), Tinton Soeprapto (lima dari kanan). Foto: Ist

Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), Tinton Soeprapto (lima dari kanan). Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Tinton Soeprapto selaku Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) menyuarakan dukungannya terhadap usulan MPR untuk memberikan gelar pahlawan kepada Presiden kedua Indonesia, Soeharto.

YAPETA sendiri merupakan wadah yang menaungi para mantan tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan generasi penerusnya, yang terus memperjuangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat nasionalisme. Sebagai cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), PETA berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

BacaJuga:

Didukung BNPB dan Basarnas, Prodi Manajemen Bencana BLU Kini Makin Diminati

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

PTKIN Kini Jadi Kampus Modern, Padukan Sains, dan Nilai Moderasi Beragama

Dalam momen memperingati Hari Pahlawan ini, YAPETA ingin menyampaikan pentingnya menghormati jasa para pahlawan, baik yang telah dianugerahi gelar resmi maupun yang belum, seperti Soeharto dan Gus Dur.

Setelah upacara penghormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Tinton Soeprapto dan rombongan bergegas menuju Museum YAPETA yang terletak di Bogor. Museum YAPETA, yang diresmikan oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusuma, menjadi tempat penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya sejarah perjuangan PETA dan pembentukan TNI.

Dalam perbincangannya di Museum YAPETA, Tinton menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan kali ini merupakan momen yang sangat tepat untuk mengajukan Kembali nama soeharto sebagai pahlawan nasional, Tinton juga memperlihatkan langsung dokumen dan data yang mereka kumpulkan dalam pengajuan pemberian gelar itu. Semua dokumen dan data itu disebut sudah lengkap dan cukup.

Berdasarkan keputusan yang diambil rapat gabungan MPR, Melalui Ketua MPR RI Bambang Soesatyo telah diputuskan untuk mencabut nama Soeharto dari Pasal 4 Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998.

“Dengan dicabutnya nama soeharto dalam Tap MPR tersebut, menurut saya, tidak ada halangan lagi bagi soeharto untuk diberikan gelar pahlawan. Selama masa kepemimpinan Soeharto, banyak pembangunan strategis yang telah dilakukan yang berdampak langsung pada kemajuan bangsa,” ujar Tinton.

“Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Kontribusinya sangat besar, tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga oleh bangsa asing. Setiap pemimpin pasti punya kekurangan, tetapi kita tidak bisa mengabaikan jasa besar Soeharto dalam membangun Indonesia. Ini adalah bagian dari sejarah yang harus kita akui dan hargai,” sambungnya.

Napak tilas ke Museum YAPETA juga dihadiri oleh beberapa tokoh generasi penerus para pendiri PETA, termasuk sejarawan Rushdy Hoesein yang turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya mengenang perjuangan PETA dan kontribusinya terhadap pembentukan TNI. Rushdy menegaskan bahwa sejarah perjuangan PETA harus terus dilestarikan dan dikenang sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

“PETA adalah cikal bakal TNI, dan banyak tokoh PETA yang akhirnya menjadi pahlawan nasional, seperti Soekarno, Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Soepriyadi, dan tentu saja Soeharto. Mengusulkan gelar pahlawan bagi Soeharto adalah langkah yang tepat untuk menghargai kontribusi besar beliau terhadap bangsa ini,” ungkap Rusdhi.

Sebagai Ketua YAPETA, Tinton Soeprapto berharap bahwa usulan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto bisa segera terealisasi. “Kami dari YAPETA, yang merupakan bagian dari sejarah TNI, akan terus mendukung langkah ini. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para tokoh yang telah berjuang dan membangun negeri ini,” pungkas Tinton.

Dengan semangat kepahlawanan yang terus dijaga oleh YAPETA, diharapkan generasi penerus bangsa bisa terus mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan, serta mengambil inspirasi dari mereka untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. (srv)

Tags: gelar pahlawanmpr riSoehartoTinton SoepraptoYAPETA

Berita Terkait.

Arief-Wibowo
Nasional

Didukung BNPB dan Basarnas, Prodi Manajemen Bencana BLU Kini Makin Diminati

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:40
SBN
Nasional

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:19
Abdul-Aziz
Nasional

PTKIN Kini Jadi Kampus Modern, Padukan Sains, dan Nilai Moderasi Beragama

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:07
Prabowo
Nasional

Perkuat Fasilitas Kesehatan Dasar, Prabowo Akan Perbaiki 5.000 Puskesmas

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:26
Abdul-Aziz
Nasional

Alhamdulillah, Calon Mahasiswa Difabel Miliki Kesempatan Kuliah di PTKIN

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:02
hinca
Nasional

DPR Tegaskan Kedudukan Polri di Bawah Presiden Sesuai Konstitusi

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:18

BERITA POPULER

  • hujan

    Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1033 shares
    Share 413 Tweet 258
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.