• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS Watch: Akan Kikis Generasi Sandwich

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Rabu, 16 Oktober 2024 - 18:46
in Nasional
Pekerja-Garmen

Ilustrasi pekerja garmen. Foto: Dokumen INDOPOS.CO.ID & INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja pada Februari 2024 mencapai 142 juta orang. Dengan dana kelola BPJS Ketenagakerjaan pada 2025 mendatang mencapai Rp1.000 triliun.

Pernyataan tersebut diungkapkan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar kepada indopos.co.id, Rabu (16/10/2024).

BacaJuga:

Wajib Halal Oktober di Depan Mata, BPJPH Klaim Dukungan dari 80 Negara

DPD RI, BRIN dan ICMI Siap Susun RUU Kecerdasan Artifisial

Kelola Dana Haji Rp184 Triliun, BPKH Utamakan Keamanan

Ia mengatakan, angka dana kelola BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia masih terbilang rendah. Apalagi bila dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia.

“Jumlah warga negaranya berkisar 28 juta orang, tentu jumlah tenaga kerjanya lebih rendah. Tapi dana kelola BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai Rp3.000-4.000 triliun,” bebernya.

Dengan rendahnya dana kelola tersebut, menurut dia, sangat sulit untuk menjamin pekerja sejahtera saat pascapensiun. Dan juga sangat sulit menjamin kesejahteraan para pekerja saat masa produktif.

“Dengan impact dana kelola itu bisa membangun perekonomian, membuka lapangan kerja lebih banyak,” terangnya.

“Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan itu sudah standar internasional,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya wajib dimiliki oleh pekerja formal. Tetapi pekerja informal juga wajib mendapat jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

“Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT) itu wajib dimiliki oleh pekerja informal,” tegasnya.

Namun, dikatakan dia, pengawasan menjadi tantangan pada penerapan tersebut. Dan juga butuh edukasi dan sosialisasi masif dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Memang untuk Jaminan Pensiun (JP) belum dibuka untuk pekerja informal,” ucapnya.

“Dan ini kami dorong, dalam peraturan pemerintah (PP) ada ruang untuk JP bagi pekerja informal,” imbuhnya.

Padahal, masih ujar dia, jumlah pekerja informal mencapai 84 juta atau 89 persen dari jumlah tenaga kerja di Indonesia. “Semestinya kesejahteraan harus melingkupi semua, pekerja formal dan informal,” ungkapnya.

“Padahal jaminan pensiun ini sangat bermanfaat saat pekerja meninggal. Dia meninggal JP kepada ahli waris (keluarga), dan itu melindungi dengan dana tunai yang cair setiap bulan,” imbuhnya.

Menurut dia, jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan memberikan kesejahteraan bagi pekerja saat masa produktif dan pada saat hari tua (Lansia). Jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan tersebut, menurut dia, di antaranya meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun, Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

“Data BPS, hanya 15 persen Lansia di Indonesia yang memiliki tabungan. Dan itu hanya pegawai negeri sipil (PNS),” ujarnya.

“Dan pekerja kita belum menerapkan konsumsi seimbang hari ini dan hari tua. Jadi belum ada saving, sehingga ada 77 persen Lansia kita bekerja di sektor informal,” imbuhnya.

Dan, lanjut Timboel, menurut BPS pekerjaan Lansia tersebut tidak baik dengan upah yang tidak sesuai. Lansia yang tidak memiliki keahlian, menurut Timboel, hanya bisa berharap kepada anak.

“Jadi anak (generasi sandwich) harus memenuhi kehidupan keluarganya dan juga kebutuhan orangtuanya,” kata Timboel.

“Dan ini menjadi cikal bakal kemiskinan, karena tabungan bagi lansia mereka memiliki daya beli. Saat belanja, ada produksi dan itu butuh tenaga kerja,” imbuhnya.

Ia berharap dengan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bisa mengikis jumlah generasi sandwich. Sebab, pekerja di masa lansia memiliki tabungan akan tetap sejahtera dan anak-anak mereka juga sejahtera dengan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan tersebut. (nas)

Tags: BPJS WatchJaminan Sosial KetenagakerjaanPekerja Informal

Berita Terkait.

haikal
Nasional

Wajib Halal Oktober di Depan Mata, BPJPH Klaim Dukungan dari 80 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 00:30
dpd
Nasional

DPD RI, BRIN dan ICMI Siap Susun RUU Kecerdasan Artifisial

Senin, 21 September 2026 - 23:23
bpkh
Nasional

Kelola Dana Haji Rp184 Triliun, BPKH Utamakan Keamanan

Senin, 21 September 2026 - 22:02
fatwa
Nasional

MUI: Tak Ada Lagi Keraguan, Wajib Halal Oktober 2026 Siap Dilaksanakan

Senin, 21 September 2026 - 21:50
pelajar
Nasional

Densus 88 Dukung Aturan Kemenag Batasi Penggunaan Gawai Siswa, Singgung Kasus SMAN 72

Senin, 21 September 2026 - 21:11
gontor
Nasional

Perjalanan KH Sofwan Manaf Membawa Darunnajah Meraih Penghargaan Satu Abad Gontor

Senin, 21 September 2026 - 19:09

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.