• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Strategi Paradoks: Anti Mainstream Bureaucracy ala Abdullah Azwar Anas

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 12:07
in Nasional
Anti-Mainstream-Bureaucracy-co

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas (tengah), dalam Forum Diskusi Kinerja Reformasi Birokrasi Indonesia, dan Peluncuran Buku "Anti Mainstream Bureaucracy", di Jakarta, Kamis (10/10/2024). Foto: Dokumen Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam menyelesaikan birokrasi yang kaku, berbelit, dan rigid, dibutuhkan pola berpikir yang out of the box untuk melawan arus tata kelola pemerintahan. Melalui buku ‘Anti Mainstream Bureaucracy’, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menawarkan perspektif baru, serta strategi dan seni mentransformasikan birokrasi berdasarkan pengalamannya selama menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju.

“Buku ini merangkum dari pekerjaan banyak orang, yang kebetulan Menteri PANRB bagian itu, dan kemudian kami tulis supaya menjadi pelajaran buat kita. Dan saya berterima kasih, karena saya banyak belajar dengan para menteri kolega saya, dan kepala LPNK, LPNS, kepala badan, dan teman-teman di Kementerian PANRB,” ujar Anas, dalam Forum Diskusi Kinerja Reformasi Birokrasi Indonesia, dan Peluncuran Buku “Anti Mainstream Bureaucracy”, di Jakarta, Kamis (10/10/2024).

BacaJuga:

Wantimpres Jangan Jadi Rumah Para Senior, Guru Besar IPDN: Presiden Butuh Pengkritik, Bukan Tukang Angguk

Data Terus Dimutakhirkan, Kemenag: Santri Terverifikasi Capai 4,634 Juta

Bongkar Jaringan 2 Ton Sabu, Rekam Jejak Suyudi Ringkus ‘Mami’ Dewi Astutik di Kamboja

Dalam buku tersebut, Anas membahas cara-cara pengelolaan pemerintahan yang kaya akan paradoks, dan mendobrak cara kerja lama yang mengeras puluhan tahun, dan fokus pada perwujudan solusi kepada masyarakat sebagai “konsumen” dan stakeholders utama yang harus dilayani.

Dalam buku dijelaskan, pendekatan anti-mainstream ini bukan sekadar ‘perlawanan’ terhadap tradisi, tetapi lebih kepada penciptaan budaya baru dalam tata kelola pemerintahan. Birokrat tidak sekadar mengikuti prosedur, tetapi menjadi agen perubahan yang proaktif, produktif, dan berfokus dampak (impact-focused).

Untuk diketahui Anti Mainstream Bureaucracy” adalah seri lanjutan dari beberapa buku selanjutnya: Creative Collaboration, Inovasi Banyunwangi, dan Anti Mainstream Marketing. Anti Mainstream Bureaucracy merupakan catatan dari perjalanan dan pengalaman yang menggambarkan berbagai langkah konkret dalam reformasi birokrasi dan inovasi pemerintahan.

Selanjutnya, buku tersebut juga menceritakan kepemimpinan Menteri Anas sejak awal mendapatkan amanah memimpin Kementerian PANRB. Menteri Anas menggaungkan agenda Birokrasi Berdampak sebagai upaya menerjemahkan tiga arahan Presiden Joko Widodo terkait birokrasi yang berdampak; reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas; dan birokrasi harus lincah dan cepat.

“Begitu kami masuk kami lihat kami kumpul kepada teman-teman apa skala prioritas, ternyata masalahnya banyak. Maka kami tetapkan 7 skala prioritas, tapi sebelum itu kami kasih kertas kosong kepada semua staf, untuk tulis keluhan tentang kantor Kementerian PANRB, yang kedua harapannya kepada saya dan harapan kedepan kepada kantor ini apa? Supaya masalah itu diselesaikan dengan cepat,” ungkap Anas.

Menanggapi arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian PANRB menetapkan tujuh program prioritas Kementerian PANRB yang dinarasikan dalam buku itu, dan ada 12 jurus anti-mainstream yang dibagi ke dalam dua kelompok besar, yang disingkat “2S. yakni STRATEGY: The 7 Anti-Mainstream Actionable STRATEGY; dan STYLE: The 5 Anti-Mainstream Leadership STYLES.

Jurus pertama “STRATEGY” adalah strategi yang merupakan “hard aspect” dari jurus reformasi birokrasi yang diusung pemerintah. Kenapa disebut “hard aspect”, karena di dalamnya mengandung prinsip-prinsip strategi yang obyektif-teknis-spesifik, yang bisa dirumuskan ke dalam langkah-langkah “how to”, sehingga mudah direplikasi siapapun.

Tujuh jurus pertama yang kemudian dikembangkan menjadi 20 strategi turunan. Jurus-jurus ini digali dan didapatkan wisdom dari lapangan. 7 strategi aksi antara lain kompetensi; simplifikasi; digitalisasi; performansi; agility; kulturasi; dan orkestrasi.

Sementara, “STYLE” merupakan “soft aspect” karena sifatnya yang lebih personal-universal-situasional, lebih merupakan art ketimbang science. Lima jurus kepemimpinan diimplementasikan untuk menyukseskan reformasi birokrasi berdampak, diantaranya yaitu Inspirasi: “Menginspirasi dengan Bukti”; Kecepatan: “Momentum untuk Mempercepat Eksekusi”; Eksekusi: “Ini adalah Tentang Detail”; Kolaborasi: “Superteam Lebih Super dari Superman”; dan Winning Mentality: “Setiap Insan adalah Pemenang.”

Anas menjelaskan salah satu implementasi orkestrasi adalah saat ia menghadapi tantangan dalam memimpin Kementerian PANRB. Diceritakan bahwa untuk meyakinkan stakeholder adalah hal yang tidak mudah, menurutnya kewenangan dirinya sebagai MenPANRB tidak cukup untuk mengatur Kementerian lain.

Mengatasi hal itu, Anas merangkul menteri lainnya agar lebih powerful.

“Maksudnya adalah kita ini jangan sedikit-sedikit minta ditambah kewenangan, padahal kita bisa menggunakan kewenangan yang lain untuk mempercepat pencapaian target yang diberikan pimpinan kepada kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan apresiasinya atas peluncuruan buku anti mainstream bureaucracy. Menurutnya buku tersebut adalah pencapaian Anas yang luar biasa.

“Saya bangga saya pernah bekerja sama dengan Pak Anas, dan saya kira tim di kantor saya, kami senang bekerja dengan Pak Anas. Dan kita bersyukur bahwa Anda menulis buku ini dan melakukan banyak reformasi dalam birokrasi dan itu mempermudah kita semua, akan mengurangi korupsi di indonesia ini, membawa efisiensi, dan membawa nama indonesia lebih bagus ke depan,” ujar Luhut.

Lebih lanjut Menko Marves berharap agar ke depan Anas terus berkarya.

“Ke depan lakukanlah itu semua dengan hati karena apapun profesionalisme kita tanpa hati juga tidak bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Expert Management Yuswohady menyampaikan pandangannya mengenai gaya kepemimpinan Menteri Anas. Dikatakan, anti mainstream yang dimaksud dalam buku tersebut adalah refleksi dari pendekatan paradoks.

“Pendekatan paradoks itu adalah pendekatan yang seolah-seolah kayak bertentangan tetapi bisa dikoneksikan dan kemudian menghasilkan sesuatu yang extraordinary, jadi menurut saya maestro paradoks itu Pak Anas,” ucapnya.

Yuswohady menambahkan, Anas jika melakukan sesuatu dimulai dari akhir bukan dari awal.

“Jadi, end destination itu, ada dimana, dia sudah petakan. Terus ada juga the more you give the more you get, pak Anas makin sering memberi maka justru rezekinya makin melimpah,” ungkapnya.

Yuswohady melanjutkan, Anas memiliki keahlian dalam membuat skala prioritas. Diibaratkan, jika semuanya ingin prioritas, maka tidak akan ada prioritas.

“Ini seni memimpin yang kayak begini di bikin pak Anas. Kalau kita mengharapkan quality, biasanya quantitinya sedikit, begitu juga sebaliknya. Tapi, sama pak Anas dibreak, dia bisa banyak, tapi kualitasnya bagus,” tuturnya (nas)

Tags: abdullah azwar anaspeluncuran bukuReformasi BirokrasiTransformasi Birokrasi

Berita Terkait.

djohan
Nasional

Wantimpres Jangan Jadi Rumah Para Senior, Guru Besar IPDN: Presiden Butuh Pengkritik, Bukan Tukang Angguk

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:06
santri
Nasional

Data Terus Dimutakhirkan, Kemenag: Santri Terverifikasi Capai 4,634 Juta

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:05
Suyudi
Nasional

Bongkar Jaringan 2 Ton Sabu, Rekam Jejak Suyudi Ringkus ‘Mami’ Dewi Astutik di Kamboja

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:06
Firli-bahuri
Nasional

Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:25
Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Nasional

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:02
Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada
Nasional

Revitalisasi 401 Sekolah di Bali, Mendikdasmen: Benahi Gedung dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:02

OLAHRAGA

Todotua
Olahraga

Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

Editor Ali Rachman
Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04

INDOPOSCO.ID - Perjuangan kontingen Merah Putih di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi ditutup dengan catatan manis. Tim Indonesia sukses...

SelengkapnyaDetails
Hardiyanto-Kenneth

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    1558 shares
    Share 623 Tweet 390
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    767 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.