• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Beijing Sebut Laut China Selatan dan Laut China Timur dalam Kondisi Stabil

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 24 September 2024 - 17:02
in Internasional
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. (Antara)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Luar Negeri menyampaikan kondisi di Laut China Selatan maupun Laut China Timur secara umum stabil sebagai tanggapan atas kekhawatiran Kelompok Quad (Quadrilateral Security Dialogue) di kawasan tersebut.

“Situasi di Laut China Timur dan Lau China Selatan secara umum stabil. Beberapa negara di luar kawasan terus membuat kelompok-kelompok kecil dan mencoba segala cara untuk mencampuri masalah maritim di depan pintu gerbang China guna memicu konfrontasi blok, menciptakan ketegangan dan merusak perdamaian dan stabilitas regional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, dikutip Antara, Senin (23/9/2024).

BacaJuga:

AS Tak Beritikad Baik, Iran Ragu Kembali ke Meja Perundingan

Kemlu Kecam Keras Aksi Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza

Trump Resmi Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

Para pemimpin negara kelompok Quad (Quadrilateral Security Dialogue) yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri India Narendra Modi merampungkan pertemuan puncak mereka di Delaware, AS pada Sabtu

Dalam pernyataan bersama, mereka menyampaikan keprihatikan serius atas situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan karena adanya manuver-manuver yang bersifat memaksa dan mengintimidasi.

Quad juga mengutuk penggunaan kapal-kapal penjaga pantai dan pasukan angkatan laut yang berbahaya, termasuk meningkatnya penggunaan manuver-manuver di laut dan menentang upaya-upaya untuk mengganggu kegiatan eksploitasi sumber daya alam lepas pantai negara-negara lain.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada campur tangan dari kekuatan mana pun yang akan melemahkan tekad China dalam mempertahankan kedaulatan teritorial serta kepentingan maritimnya sesuai dengan hukum dan menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” ungkap Lin Jian.

Lin Jian pun mengatakan pemerintah China akan mengajukan protes serius atas tindakan apa pun yang merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

“Kerja sama antarnegara harus kondusif bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan, dibanding berfokus pada pembentukan kelompok eksklusif yang merusak kepercayaan dan kerja sama di antara negara-negara kawasan,” tambah Lin Jian.

China, menurut Lin Jian, terbuka terhadap kerja sama antara negara-negara di laut, tetapi kerja sama tersebut tidak boleh menargetkan negara lain atau merusak perdamaian dan stabilitas regional dengan dalih apa pun.

Pernyataan bersama Quad menyebutkan sengketa-sengketa maritim harus diselesaikan secara damai dan sesuai dengan hukum internasional, sebagaimana tercermin dalam UNCLOS serta menegaskan kembali bahwa UNCLOS menetapkan kerangka hukum di mana semua kegiatan di lautan dan samudera harus dilaksanakan.

Quad juga menggarisbawahi bahwa Putusan Arbitrase 2016 di Laut China Selatan merupakan tonggak penting dan dasar untuk menyelesaikan sengketa-sengketa secara damai antara para pihak.

Para pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama keamanan maritim, termasuk kolaborasi pasukan penjaga pantai. Rencana tersebut termasuk kapal penjaga pantai AS mengizinkan personel dari mitra-mitra Quad berada di atas kapal itu di kawasan Indo-Pasifik.

Selain kerja sama keamanan, para pemimpin menegaskan bahwa mereka akan bekerja sama dalam berbagai bidang termasuk keamanan siber, pengembangan teknologi penting dan yang sedang berkembang, kesehatan global seperti program antikanker, dan bantuan bencana.

Pemerintah China sebelumnya menyatakan memiliki kedaulatan dan yurisdiksi atas kepulauan yang disebut “Nanhai Zhudao” di Laut China Selatan yaitu terdiri dari Dongsha Qundao, Xisha Qundao, Zhongsha Qundao dan Nansha Qundao di Laut China Selatan dan perairan di sekitarnya.

Pada 2016, Mahkamah Arbitrase Internasional, atas permintaan Filipina, memberikan fatwa bahwa daratan hasil reklamasi di Laut China Selatan tidak bisa dijadikan dasar klaim perairan karena tidak memiliki dasar hukum. Namun China menolak mengakui fatwa itu karena menilai arbitrase juga tidak punya dasar hukum untuk memutus wilayah perairan tersebut.

Quad sendiri digagas pada 2007 oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sebagai mekanisme konsultasi informal empat negara yang memiliki nilai-nilai yang sama tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Namun setelah 2007, aliansi tersebut sempat tidak aktif bahkan Australia sempat lebih dekat ke Beijing saat Perdana Menteri Kevin Rudd memerintah.

Quad baru kembali aktif saat masa pemerintaha Presiden Joe Biden dengan mengadakan pertemuan bersama Jepang, India, dan Australia pada 2021 lalu. Dalam pertemuan itu, Presiden Biden berjanji untuk mendanai India dalam mempercepat produksi vaksin COVID-19 dan mendistribusikannya ke seluruh Asia. (dam)

Tags: beijinglaut china selatanLaut China TimurTiongkok

Berita Terkait.

iran
Internasional

AS Tak Beritikad Baik, Iran Ragu Kembali ke Meja Perundingan

Kamis, 23 April 2026 - 05:05
spanduk
Internasional

Kemlu Kecam Keras Aksi Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza

Rabu, 22 April 2026 - 22:22
Trump
Internasional

Trump Resmi Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

Rabu, 22 April 2026 - 09:44
Tuntut AS Bebaskan Kapal Touska, Iran Ingatkan Konsekuensi Besar
Internasional

Tuntut AS Bebaskan Kapal Touska, Iran Ingatkan Konsekuensi Besar

Rabu, 22 April 2026 - 00:31
Berpacu dengan Waktu, Pakistan Menanti Kepastian Iran terkait Dialog Damai dengan AS
Internasional

Berpacu dengan Waktu, Pakistan Menanti Kepastian Iran terkait Dialog Damai dengan AS

Selasa, 21 April 2026 - 23:49
Arogan! Trump Ancam Gempur Iran di Tengah Rapuhnya Upaya DiplomasiI
Internasional

Arogan! Trump Ancam Gempur Iran di Tengah Rapuhnya Upaya DiplomasiI

Selasa, 21 April 2026 - 23:21

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1313 shares
    Share 525 Tweet 328
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.