• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Ternak Milik Warga di Sukabumi Diduga Diserang Harimau

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 10 September 2024 - 05:05
in Nusantara
ternak

Salah hewan ternak yang dipelihara warga Kampung Cikedok, Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang menjadi korban penyerangan hewan buas diduga harimau pada Senin (9/9/2024) dini hari. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Puluhan hewan ternak milik warga Desa Gandasoli, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat seperti kambing dan domba dalam sebulan terakhir diserang hewan buas yang diduga merupakan harimau berasal dari Gunung Salak.

“Sudah banyak warga yang memiliki hewan ternak mengadu kepada Pemdes Gandasoli, Kecamatan Cikakak dalam sebulan terakhir ini, mereka melaporkan bahwa hewan ternak yang dipelihara banyak yang mati dan hilang akibat diserang hewan buas yakni harimau,” kata Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan seperti dilansir Antara, Senin (9//9/2024).

BacaJuga:

Bea Cukai Bogor Menindak 286 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung Padjajaran

Sambut Kembalinya Penerbangan Internasional di Biak, Bea Cukai Laksanakan Planezoeking

PLN EPI Dorong Digitalisasi Pembibitan Mangrove untuk Ekonomi Pesisir

Menurut Ece, jumlah hewan ternak yang menjadi korban penyerangan harimau lebih dari 20 ekor. Dari hasil pendataan harimau tersebut menyerang hewan ternak warga yang berada di Kampung Cikubang, Cikedok, Cibereum.

Tiga lokasi tersebut merupakan daerah terdekat dengan hutan Gunung Salak. Kasus seperti ini setiap tahun selalu ada, tetapi pada tahun ini atau 2024 jumlah hewan ternak yang diserang harimau paling banyak.

Meskipun belum ada laporan, adanya warga yang menjadi korban penyerangan harimau, namun pihaknya mengimbau agar tetap waspada, selain itu berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar dan Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak (TNGHS) untuk menindaklanjuti kejadian ini.

Belum lama ini informasi yang diterima pihaknya ada peneliti yang datang ke beberapa lokasi penyerangan hewan ternak di Desa Gandasoli untuk mencari tahu jenis hewan buas yang menyerang ternak warga tersebut. Namun kuat dugaan hewan itu jenis harimau.

Sementara, salah seorang warga Kampung Cikedok Engkar mengaku bahwa lima ekor kambingnya menjadi korban penyerangan hewan buas, akibatnya empat kambing miliknya ditemukan dalam kondisi sekarat di mana dua di antaranya telah mati dan satu lainnya hilang.

Dirinya belum mengetahui secara pastiĀ  jenis hewan buas yang menyerang ternak miliknya pada Senin dini hari, apakah harimau atau macan. Tetapi, banyak warga yang menyebut hewan itu jenis harimau.

“Ini kejadian yang kedua, sebelumnya pernah hilang satu ekor. Kami butuh bantuan dari instansi terkait agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi. Apalagi, mata pencaharian kami bertumpu pada ternak,” katanya.

Selain khawatir hewan ternak miliknya kembali menjadi sasaran penyerangan, ia pun merasa khawatir hewan buas itu menyerang keluarganya. Untuk itu, kepada petugas keamanan untuk segera melakukan sesuatu jangan sampai ada warga yang menjadi korban. (wib)

Tags: Diserang HarimauSukabumiternakwarga

Berita Terkait.

Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Nusantara

Bea Cukai Bogor Menindak 286 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung Padjajaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:31
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Nusantara

Sambut Kembalinya Penerbangan Internasional di Biak, Bea Cukai Laksanakan Planezoeking

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:01
PLN EPI Dorong Digitalisasi Pembibitan Mangrove untuk Ekonomi Pesisir
Nusantara

PLN EPI Dorong Digitalisasi Pembibitan Mangrove untuk Ekonomi Pesisir

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:02
Abdul-Mu'ti
Nusantara

Mendikdasmen: Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sasar 576 Sekolah di NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:01
phi
Nusantara

PHI Perkuat Akses Pendidikan Pesisir, Sekolah Terapung Panen Penghargaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:07
Modus Penipuan Mencatut Bea Cukai Terbongkar di Tasikmalaya
Nusantara

Modus Penipuan Mencatut Bea Cukai Terbongkar di Tasikmalaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.