• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Gangguan “Mulyono” di Pilgub Jabar, Pengamat: Penguasa Tak Ingin Anies-PDIP Bersatu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 20:59
in Headline
Momen mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi kantor DPD PDIP Jakarta. Foto: Dok Tim Media Anies

Momen mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi kantor DPD PDIP Jakarta. Foto: Dok Tim Media Anies

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menanggapi, soal peran sosok “Mulyono” yang menyebabkan mantan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan batal maju Pilgub Jawa Barat dan PDIP tak jadi mengusungnya. Menurutnya, hal tersebut bertujuan menggerus suara PDIP.

“Dengan instrumen tersembunyi patut diduga (penguasa) akan bermain, untuk melemahkan posisi PDIP dan Anies,” kata Ginting melalui gawai, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).

BacaJuga:

Tolak Wacana Pajak Tol, YLKI Ancam Tempuh Jalur Hukum

Iran Siap Dialog di Pakistan, Syaratnya AS Cabut Blokade Selat Hormuz

Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, DPR: Daya Beli Sudah Dikalkulasi

Mengingat Anies itu dianggap sebagai simbol oposisi personal. sedangkan PDIP adalah simbol institusional. Maka dinilainya ada kekhawatiran jika mereka bersatu menjelang pemerintahan mendatang.

“Jadi tentu saja penguasa tidak ingin dua simbol oposisi ini menyatu, karena itu akan menjadi kekuatan dahsyat apabila mereka bersatu melawan Koalisi Indonesia Maju atau penguasa,” ujar Ginting.

Menurutnya, pemerintahan mendatang berkepentingan supaya pemerintahannya kuat, sementara oposisi dibuat lemah. Maka pihak yang beda pilihan saat Pilpres diajak bergabung.

“Karena itu, pihak-pihak yang bersebrangan pada saat Pilpres tentunya ingin mencicipi kue kekuasaan pemerintahan Prabowo,” ucap Ginting.

Di sisi lain, sejumlah partai politik ketakutan menghadapi penguasa. Bisa saja dibikin goyah partai politik, sehingga tidak solid dan kompak.

“Partai-partai politik juga seperti ketakutan di-Airlanggakan, atau dimunaslubkan, dimuktamarluarbiasakan,” imbuh Ginting.

Anies sempat dikabarkan hendak maju Pilgub Jawa Barat 2024, berpasangan dengan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono. Namun, 30 menit jelang penutupan pendaftaran peserta Pilkada, PDIP memilih Jeje Wiradinata dan Ronald Surapradja.

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan tak menampik atau mengklarifikasi soal kabar pencalonananya di Pilgub Jabar. Ia hanya mengatakan, tidak bisa meninggalkan Jakarta karena alasan tertentu.

“Jadi, saya ada yang harus dikerjakan di Jakarta sehingga ndak (tidak) bisa pergi,” ujar Anies terpisah di Jakarta, Jumat (30/8/2024)

Politikus Senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno sempat membenarkan, partainya usung Anies Baswedan yang dipasangkan dengan Ono Surono dalam Pilkada Jabar 2024. “Benar,” ucap Hendrawan saat dikonfirmasi, Kamis (29/8/2024).

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengakui, telah berkomunikasi dengan pihak Anies Baswedan membahas soal Pilgub Jabar. Hanya saja ada “tangan-tangan” yang berupaya menjegal proses politik itu.

“Ada tangan-tangan dari luar yang tidak menghendaki pak Anies diusung di Jawa Barat,” tutur Ono terpisah dalam tayangan YouTube KPU Jawa Barat baru-baru ini. “Ya, Mulyono dan geng,” tambahnya. (dan)

Tags: Anies BaswedanMulyonoPDIPPilgub Jabar

Berita Terkait.

TTJ
Headline

Tolak Wacana Pajak Tol, YLKI Ancam Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 April 2026 - 22:52
Bea Cukai dan Polri Gagalkan 40 Kg Sabu di Bakauheni, Empat Tersangka Diamankan
Headline

Iran Siap Dialog di Pakistan, Syaratnya AS Cabut Blokade Selat Hormuz

Rabu, 22 April 2026 - 17:04
Gas
Headline

Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, DPR: Daya Beli Sudah Dikalkulasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:08
JK
Headline

MUI Imbau Publik Tak Terjebak Narasi Terfragmentasi soal Pernyataan Jusuf Kalla

Rabu, 22 April 2026 - 11:36
Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!
Headline

Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!

Selasa, 21 April 2026 - 23:59
Immanuel Ebenezer
Headline

Fakta Dugaan Korupsi Eks Wamenaker: Saksi Bongkar Kode “3 Meter” hingga Intimidasi

Selasa, 21 April 2026 - 21:05

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1282 shares
    Share 513 Tweet 321
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.