• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Lebanon Terancam Mati Listrik Total akibat Kekurangan Bahan Bakar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 16:04
in Internasional
Kota-Lebanon

Arsip - Serangan udara Israel di Lebanon selatan. ANTARA/Anadolu/www.aa.com.tr

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lebanon bisa menghadapi pemadaman listrik total dalam beberapa hari mendatang karena cadangan bahan bakar negara itu habis, kata Raja Ali, mantan penasihat Menteri Energi dan Sumber Daya Air negara tersebut, kepada Sputnik, Jumat.

“Kemungkinan pemadaman listrik terjadi setiap hari. Ini bukan pertama kalinya, karena jaringan listrik Lebanon sangat rapuh dan permintaan tinggi,” kata Ali.

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Dia menjelaskan bahwa hanya dua pembangkit listrik di Lebanon – Deir Ammar dan Zahrani – yang kini beroperasi, dengan menyediakan hingga 70 persen listrik di negara tersebut.

Kedua pembangkit itu menggunakan bahan bakar diesel, tetapi Lebanon telah kehabisan cadangannya, katanya.

Ali menambahkan bahwa di banyak daerah, termasuk sebagian ibu kota, listrik yang disuplai pemerintah dibatasi hanya dua hingga tiga jam per hari.

“Saat ini hanya pembangkit listrik Zahrani yang berfungsi, artinya besok mungkin tidak ada listrik yang disuplai negara sama sekali,” ungkap Ali.

Dia juga mengingatkan bahwa Kementerian Energi Lebanon telah mencapai kesepakatan dengan Irak untuk memasok negara itu dengan 1 juta ton minyak mentah setiap tahunnya. Minyak mentah ini diolah oleh pihak ketiga menjadi bahan bakar diesel untuk Lebanon.

Namun, Kementerian Energi Lebanon telah gagal membayar Irak untuk minyak mentah tersebut, sehingga menyebabkan penghentian pasokan. Mulai Desember lalu, perusahaan energi Lebanon seharusnya mulai menanggung biaya-biaya ini.

Sebagai tindakan sementara, Ali menyebutkan pembangkit listrik mungkin akan dipasok dari cadangan bahan bakar tentara – sekitar 5.000 ton – atau melalui pembelian pembangkit listrik terapung.

Namun, masih belum jelas berapa banyak dari total kebutuhan energi negara yang dapat dipenuhi, lanjutnya.

Menanggapi ancaman Israel yang akan mengebom pembangkit listrik yang tersisa di Lebanon jika terjadi operasi militer skala besar, Ali menunjukkan bahwa ancaman ini tidak berdampak sebesar yang terlihat, mengingat warga Lebanon telah mengandalkan sumber energi alternatif selama 18 hingga 22 jam sehari, tergantung wilayahnya, selama beberapa tahun.

“Aspek teknis adalah yang paling mudah untuk diselesaikan. Memulihkan pasokan listrik 24 jam tidak akan memakan waktu lama jika ada kemauan politik dan pengambilan keputusan. Namun, kita menghadapi tingginya tingkat korupsi dalam struktur kekuasaan Lebanon,” ujar Ali saat ditanya mengenai hambatan dalam mengatasi krisis energi negara tersebut.

Mantan penasihat tersebut juga mendesak pihak berwenang Lebanon untuk mempertimbangkan kerja sama dengan Rusia.

“Rusia dapat memberikan bantuan yang signifikan dalam bidang ini. Mereka memiliki teknologi energi yang maju dan proyek-proyek inovatif. Itu semua tergantung pada kemauan dan keputusan kepemimpinan (Lebanon),” paparnya.

Krisis listrik di Lebanon masih belum terselesaikan sejak berakhirnya perang saudara pada awal 1990-an. Sebelum krisis ekonomi terjadi pada Oktober 2019, listrik negara telah disalurkan ke warga di berbagai kota dan daerah selama 12 hingga 18 jam sehari.

Setelah krisis dimulai, jumlah pasokan tersebut turun menjadi dua hingga delapan jam setiap hari.

Ketika negara kehabisan cadangan bahan bakar, Lebanon dapat mengalami pemadaman total yang berlangsung hingga selama beberapa pekan. Dalam kondisi tersebut, genset diesel menjadi sumber energi alternatif, dengan para pemilik alat tersebut telah lama berupaya melobi untuk menghambat penuntasan krisis energi guna melindungi kepentingan bisnis mereka. (bro)

Tags: bahan bakarLebanonMati Listrik

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07

OLAHRAGA

Trophi-Carabao
Olahraga

Ada MU vs Brighton hingga Liverpool vs Tottenham, Ini Drawing Babak Ketiga Carabao Cup

Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 belum dimainkan, tetapi panasnya sudah terasa sejak hasil undian diumumkan. Sejumlah klub Premier...

SelengkapnyaDetails
YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:05
Trophi-Liga-Champions

Drawing Liga Champions: Deretan Bigmatch Langsung Hiasi Fase Liga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:47
Piala-AFF

Bekuk Tailan di Final AFF, Kim Sang Sik Ukir Sejarah untuk Vietnam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:43
RF

Jakarta Jadi Saksi, RF ONLINE NEXT Bawa Kejutan Besar untuk Player Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.