• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Fenomena Kotak Kosong di Pilkada, Pengamat: Kekuasaan Oligarki Merajalela

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 8 Agustus 2024 - 18:08
in Headline
Surat-Suara-3

Ilustrasi kotak suara. Foto: Dok Bawaslu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ray Rangkuti menilai, potensi munculnya calon tunggal melawan kotak kosong dalam Pilkada serentak 2024 menunjukan kemerosotan demokrasi di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentu saja, suasana yang memerosotkan nilai demokrasi ini, kita harapkan tidak berlanjut pada tahapan-tahapan berikutnya,” kata Ray dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (8/8/2024).

BacaJuga:

Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

Prabowo Jokes About Reshuffling Zulhas After Village Name Slip During Shrimp Harvest Event

Salah Sebut Nama Desa saat Panen Udang, Prabowo Kelakar Bakal Reshuffle Zulhas

Pertanyaannya adalah mengapa di era kepemimpinan Jokowi hampir semua indikator negara demokratis mengalami penurunan? Apakah situasi ini menggambarkan perhatian Jokowi yang rendah pada demokrasi?.

“Atau ini mempertegas apa yang selama ini saya istilahkan sebagai penganut paham demokrasi minimalis?” ucap Ray.

Adalah mereka yang menganggap demokrasi hanya sebatas aturan yang membolehkan dan melarang. Bukan soal moral atau etika dalam bernegara.

Moral dan etika bagi mereka adalah abstrak. Tak terang atau kabur dan bersifat subjektif. Aturanlah, satu-satunya, yang dianggap valid.

Jika yang terjadi demikian, tentu negara Indonesia akan menuju ke rezim aturan. Aturan akan dibuat banyak dan berlipat-lipat, tapi pada ujungnya hanyalah menciptakan ruang bagi kekuasaan oligarki dan nepotis berkembang, menyebar dan dominan.

“Persis seperti yang kita alami saat ini. Di mana kekuasaan oligarkis, nepotis dan dominan mulai merajalela,” kritik Ray.

Dalam situasi kemerosatan subtansi demokrasi inilah praktik borong parpol dalam pilkada dan menciptakan pasangan tunggal melawan kotak kosong tersebut menggejala. Jokowi terkesan tak mempedulikannya, meski kotak kosong diizinkan.

“Seperti biasa, sikap Jokowi adem, membiarkan hal ini terjadi, menganggap bukan masalah demokrasi karena memang dibolehkan aturan,” sesal Ray.

“Padahal, sebagai presiden bukan sekedar membangun infrastruktur, memastikan bahwa kualitas subtansi, moral dan etika demokrasi tetap terjaga,” tambahnya.

Sebagian daerah berpotensi hanya memiliki calon tunggal tanpa pesaing, setelah sejumlah parpol ramai-ramai bergabung dengan calon yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Bahkan di Jakarta muncul wacana membentuk KIM Plus.

Adapun sejumlah daerah itu yakni, pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. (dan)

Tags: "Kotak Kosong"Kekuasaan OligarkiPengamatpilkada

Berita Terkait.

Panen-Raya
Headline

Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:30
bowo
Headline

Prabowo Jokes About Reshuffling Zulhas After Village Name Slip During Shrimp Harvest Event

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:29
zulhas
Headline

Salah Sebut Nama Desa saat Panen Udang, Prabowo Kelakar Bakal Reshuffle Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:19
Firdaus, Jemaah Haji Lansia yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat di Makkah
Headline

Firdaus, Jemaah Haji Lansia yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:28
Kondisi-Jalanan
Headline

Sumatera Mati Lampu Masal, PLN Kebingungan Cari Penyebabnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:43
Jelang Puncak Haji 2026, Kapasitas Tenda Arafah Diminta Ditingkatkan
Headline

Ahead of Hajj 2026 Peak, Indonesia Calls for Increased Arafah Tent Capacity

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Berawan

    Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1294 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    1221 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2829 shares
    Share 1132 Tweet 707
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.