• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indef Usul Pemerintah Baru Perbaiki Daya Beli di 100 Hari Pertama

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 26 Juni 2024 - 04:04
in Ekonomi
indef

Tangkapan virtual Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto dalam webinar “Dampak Kebijakan Ekonomi Politik di tengah Perang Iran-Israel” di Jakarta, Senin (22/4/2024). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan pemerintahan baru agar memperbaiki daya beli masyarakat setidaknya pada 100 hari pertama usai pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Kalau kita bedah permasalahan-permasalahan lama itu banyak, dari industri dan macam-macam. Tapi at least 100 hari pertama mau ngapain, ini tergantung bagaimana yang bisa istilahnya orang menyebutnya quick win untuk pemerintahan baru nanti, itu menurut saya adalah daya beli,” kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto seperti dikutip Antara, Selasa (25/6/2024).

BacaJuga:

Sekam Padi Jadi Energi Baru, PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa untuk PLTU Indramayu

Keandalan Sistem Listrik Jadi Fokus, PLN NP Perkuat Kolaborasi Teknologi dengan Mitsubishi Power

PLN Energi Gas Perkuat Peran Sosial lewat Program CSR Berkelanjutan

Menurut dia, perbaikan daya beli masyarakat menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa awal transisi pemerintahan.

Dengan daya beli yang diperbaiki, ujar Eko, maka kemungkinan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi akan berubah menjadi lebih baik.

Eko mengamini bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga dalam pertumbuhan ekonomi tetap dominan pada triwulan pertama tahun ini. Namun sebetulnya, jelas dia, kinerja ekonomi pada periode tersebut terselamatkan oleh akselerasi konsumsi pengeluaran pemerintah yang tumbuh sekitar 2 kali lipat lebih tinggi dibanding biasanya karena dipicu penyelenggaraan Pemilu.

“Konsumsi rumah tangga tidak sampai 5 persen (di triwulan I 2024). Saya tanya kepada para pengusaha, biasanya mereka menargetkan minimal kalau jualan 40 persen itu harus terserap ketika momen Lebaran. Tapi ternyata angkanya itu, (konsumsi rumah tangga) hanya (tumbuh) 4,91 persen, di bawah 5 persen untuk mungkin bisa dikatakan untuk pertama kalinya dalam kondisi normal,” kata Eko.

Kemudian Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2024 meski berada dalam level optimis, Eko mengingatkan bahwa indeks tersebut turun dari sebelumnya 127,7 pada April 2024 menjadi 125,2 pada Mei 2024.

Meski begitu, menurut Indef, terdapat peluang untuk sektor konsumsi hingga akhir tahun. Eko memperkirakan konsumsi akan meningkat sejalan dengan adanya momen Natal dan libur akhir tahun serta momentum di masa Pilkada.

Di sisi lain, pemerintahan baru juga akan menghadapi beberapa tantangan seperti risiko kenaikan cukai dan rencana PPN 12 persen pada tahun 2025, inflasi pendidikan, risiko harga BBM dan LPG, hingga kenaikan harga bahan pokok.

Eko juga mengingatkan, tak mudah untuk merealisasikan rata-rata pertumbuhan ekonomi di level 7 persen. Apabila formulasi kebijakan tak jauh berbeda seperti pada masa sekarang, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya berkisar di level 5 persenan saja.

“Indef sendiri tahun 2024 ini tidak memproyeksi 5 persen, kita bahkan lebih rendah dari itu hanya 4,8 persen dan belum kita revisi karena tanda-tanda di triwulan pertama saja hanya 5,11 persen,” kata Eko. (wib)

Tags: Daya BeliIndefInstitute for Development of Economics and Financepemerintah

Berita Terkait.

Sekam Padi Jadi Energi Baru, PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa untuk PLTU Indramayu
Ekonomi

Sekam Padi Jadi Energi Baru, PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa untuk PLTU Indramayu

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:05
np
Ekonomi

Keandalan Sistem Listrik Jadi Fokus, PLN NP Perkuat Kolaborasi Teknologi dengan Mitsubishi Power

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:16
pln
Ekonomi

PLN Energi Gas Perkuat Peran Sosial lewat Program CSR Berkelanjutan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:02
triv
Ekonomi

Gabriel Rey Salurkan 7 Ton Sapi Kurban, TRIV Group Tebar Kepedulian di Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:34
MOU
Ekonomi

PHE dan Mitra Strategis Jajaki CCS untuk Produksi Amonia Rendah Karbon

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:20
air
Ekonomi

Pemerintah Sepakati Turunkan PPh Royalti Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:11

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5682 shares
    Share 2273 Tweet 1421
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    3005 shares
    Share 1202 Tweet 751
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2514 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2305 shares
    Share 922 Tweet 576
  • Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    1444 shares
    Share 578 Tweet 361
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.