• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kakak, Role Model Bagi Hidupku

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 11 Juni 2024 - 06:06
in Gaya Hidup
kaka

Kakak dari Naia Trianisa Pangestu. Foto : Dok Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketika saya masih kecil, kakakku dan saya adalah dua kutub yang selalu bertentangan. Pertengkaran kami bagaikan ritual harian, dari hal sepele seperti siapa yang lebih dulu mandi hingga siapa yang lebih berhak memegang remote televisi.

Pada saat itu, sulit bagi saya untuk melihat bagaimana seseorang yang begitu sering membuat saya kesal bisa menjadi sosok yang sangat berjasa dalam hidup saya. Masa kecil kami dipenuhi dengan dinamika yang sangat kompleks. Ada saat-saat di mana kami saling membenci, tetapi di balik semua itu, ada cinta dan kepedulian yang tersembunyi.

BacaJuga:

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Saya ingat bagaimana dulu saya selalu menjadi objek kemarahannya. Kami sering bertengkar tentang hal-hal kecil, seperti siapa yang lebih dulu harus mandi atau siapa yang boleh memilih saluran televisi.

Namun, ketika ada anak lain yang melakukan hal sama kepada saya, kakakku selalu menjadi yang pertama membela saya. Itu adalah momen pertama saya menyadari bahwa di balik semua konflik kecil, ada rasa sayang yang kuat dan insting melindungi dari seorang kakak kepada adiknya.

Namun, seiring berjalannya waktu, perspektif saya mulai berubah. Kakakku, yang dulu saya anggap sebagai musuh utama, kini menjadi sosok inspiratif yang sangat saya hormati dan kagumi. Dia adalah role model yang tanpa disadari telah membentuk banyak aspek dalam hidup saya.

Ketika kami beranjak dewasa, sifat bertengkar kami perlahan-lahan berubah menjadi saling mendukung. Kakakku mulai menunjukkan sisi dewasa dan bijaksananya.

Dia selalu ada untuk membantu saya mengerjakan tugas kuliah, terutama dalam bidang desain, memberikan nasihat saat saya bingung, dan mendukung setiap keputusan besar yang saya ambil. Ketika ia masuk kuliah, saya menyadari betapa besarnya pengorbanan yang ia lakukan.

Kakakku harus bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya sendiri dan tetap mempertahankan prestasi akademiknya. Di sini, saya melihat kekuatan dan determinasi yang luar biasa dari dirinya.

Dia tidak pernah mengeluh, selalu menyikapi segala sesuatu dengan senyuman dan optimisme yang mengagumkan.

Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatan saya adalah ketika saya mendapatkan kesempatan magang di sebuah kantor digital marketing. Saya sangat gugup dan tidak yakin bisa melakukannya.

Namun, kakakku selalu mendukung saya, memberikan semangat dan motivasi yang saya butuhkan. Dia mengatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan belajar.

Kata-katanya sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Saya merasa lebih percaya diri dan akhirnya berhasil menjalani magang tersebut dengan baik, berkat dukungan dan dorongannya.

Saat saya memasuki semester 4 di jurusan jurnalistik, saya sering merenungkan bagaimana perjalanan hidup saya telah dipengaruhi oleh kakakku.

Dia tidak hanya menjadi kakak yang baik, tetapi juga mentor yang bijak dan sahabat yang setia. Dia mengajarkan saya tentang kerja keras, ketekunan, dan pentingnya menjaga integritas.

Dia juga mengajarkan saya untuk selalu optimis dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Kakakku selalu memiliki cara unik dalam memberikan dukungan. Dia tidak pernah memaksa atau mendikte, tetapi selalu memberikan ruang bagi saya untuk tumbuh dan belajar dari kesalahan saya sendiri.

Ketika saya menghadapi kesulitan, dia akan duduk bersama saya, mendengarkan keluhan saya, dan kemudian memberikan perspektif yang segar dan solusi yang praktis. Dia adalah pendengar yang baik dan penasihat yang bijak.

Salah satu pelajaran paling berharga yang saya pelajari darinya adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Meskipun dia bekerja keras untuk mencapai tujuan akademis dan profesionalnya, dia selalu menyempatkan waktu untuk keluarga dan teman-temannya.

Dia mengajarkan saya bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian materi, tetapi juga tentang kebahagiaan dan kesejahteraan emosional.

Kini, ketika saya melihat ke belakang, saya menyadari bahwa hubungan kami telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam dan bermakna. Kami tidak lagi bertengkar tentang hal-hal sepele, tetapi saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain.

Kami telah melewati banyak hal bersama, dan setiap tantangan yang kami hadapi telah memperkuat ikatan kami.

Kakakku adalah bukti nyata bahwa orang yang paling sering membuat kita kesal saat kecil bisa menjadi orang yang paling kita kagumi saat dewasa. Dia adalah role model yang tidak hanya menginspirasi saya untuk menjadi jurnalis yang baik, tetapi juga manusia yang lebih baik.

Dia telah menjadi pahlawan dalam hidup saya, sosok yang selalu ada di saat-saat sulit dan memberikan inspirasi tanpa henti.
Dalam setiap langkah yang saya ambil, saya selalu merasakan dukungannya.

Dia adalah sosok yang mengingatkan saya bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar atau tujuan yang terlalu sulit dicapai. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat yang tidak pernah padam, saya yakin bisa mencapai apa pun yang saya impikan.

Hari ini, saya menulis ini dengan rasa terima kasih yang mendalam kepada kakakku. Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidupku, telah menjadi mentor dan sahabat, serta telah memberikan inspirasi dan dukungan yang tak ternilai.

Kamu adalah pahlawan dalam hidupku, dan aku berharap bisa menjadi seseorang yang bisa kamu banggakan. Kakakku, terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan.

Kamu adalah pahlawan dalam hidupku, dan aku berharap bisa menjadi seseorang yang bisa kamu banggakan. (srv)

Penulis :

Naia Trianisa Pangestu
NIM 2206321051
Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)

Tags: ayahibukakakmamapapa

Berita Terkait.

mercure
Gaya Hidup

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

Selasa, 22 September 2026 - 06:06
FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.