• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Faisal Basri Singgung Politik Gentong Babi dan Mobilisasi Pejabat di Sidang MK

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 1 April 2024 - 15:10
in Nasional
Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menjadi saksi dalam sidang sengeketa hasil Pilpres 2024 di MK. Foto: YouTube MK

Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menjadi saksi dalam sidang sengeketa hasil Pilpres 2024 di MK. Foto: YouTube MK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menyinggung, politik gentong babi atau pork barrel politics yang digunakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam program bantuan sosial (bansos). Konsep dalam ilmu politik itu ialah menggelontorkan uang bersumber dari APBN.

Ia merupakan ahli dari Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dalam, sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (1/4/2024).

BacaJuga:

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

“Pork barrel itu sebetulnya metafor dari penggelontoran uang, celengan juga biasanya simbolnya babi,” kata Faisal Basri di sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di MK, Jakarta, Senin (1/4/2024).

“Nah, lebih parah di Indonesia, tidak hanya gelontoran uang, tapi juga mobilisasi pejabat sampai ke level bawah,” tambahnya.

Mengingat pembagian bansos menuai polemik di tengah masyarakat lantaran berdekatan dengan Pilpres 2024. Tak pelak memunculkan anggapan untuk memenangkan pasangan calon tertentu.

“Jadi, kan ini membuktikan bansos itu secara kuantitatif maupun secara kualitatif,” ujar Faisal.

Ia mengemukakan, penyaluran bansos dilakukan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju yang identik dengan timses pasangan calon nomor urut 2 yaitu, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Ini yang saya tunjukkan misalnya Airlangga Hartarto yang mengatakan ini sumbangan Pak Jokowi. Oleh karena itu harus berterima kasih kepada Pak Jokowi dengan cara memilih yang didukung Pak Jokowi,” kritiknya.

Bahkan ada pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, agar Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan bansos sendiri.

“Dipikir semua menteri mentalitasnya, moralitasnya, seperti dia. Bu Risma tidak. Tidak mau mempolitisasi bansos,” ujar Faisal.

“Jadi, sudah uangnya ada, tapi kurang magnetnya, harus ditunjukkan ini lho yang ngasih secara demonstratif. Maka Airlangga Hartarto dan banyak menteri lagilah. Tapi yang paling vulgar adalah Airlangga Hartarto, Bahlil, dan Zulkifli Hasan,” sambungnya. (dan)

Tags: Faisal BasriPolitik Gentong BabiSidang MKSidang PHPUSidang Sengketa Pilpres 2024

Berita Terkait.

irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:47

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5177 shares
    Share 2071 Tweet 1294
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1509 shares
    Share 604 Tweet 377
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1536 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.