• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Psikosomatik: Dampak Perundungan di Ruang Digital

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 14 Maret 2024 - 07:18
in Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perundungan di ruang digital merupakan bentuk baru dari perundungan yang meliputi ancaman, komentar negatif, dan penyebaran informasi palsu. Penelitian APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) menjelaskan terdapat 49 persen dari 5.900 responden yang menjadi korban perundungan di ruang digital. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti penyalahgunaan media sosial bagi anak di bawah umur 13 tahun.

Survei Literasi Digital menunjukkan indeks literasi digital Indonesia pada 2022 berada pada level 3,54 poin dari skala 1-5. Indeks tersebut meningkat 0,05 poin dibanding 2021 yang masih berada pada level 3,49. Tingginya nilai indeks literasi digital tersebut tidak serta-merta mengurangi perundungan maupun penyebaran konten negatif di ruang digital.

BacaJuga:

DPR Desak Polisi Tahan Tersangka Pelecehan Seksual di Ponpes Pati

Kanwil Bea Cukai Maluku Temukan 64 Ribu Batang Rokok Ilegal di Paket Kiriman asal Surabaya

Wakil Dubes Inggris Apresiasi Peran Bea Cukai Denpasar Dukung Perdagangan dan Pariwisata Bali

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengadakan webinar bertemakan “Orang tua Berani Bersuara Terhadap Kasus Bullying” sebagai bentuk respon meningkatkan tingkat Literasi Digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital. Webinar tersebut diselenggarakan pada hari Rabu, 13 Maret 2024. Peserta webinar adalah masyarakat umum dan komunitas di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Tujuan diadakannya webinar ini agar orang tua mampu menyuarakan bahaya perundungan pada anak.

Andika Zakiy NK selaku Fasilitator and Program Coordinator SEJIWA memaparkan materi Bullying di Era Digital: Tantangan Baru Dalam Dunia Maya pada webinar Makin Cakap Digital. Andika menyampaikan terdapat minimal umur anak untuk menggunakan media sosial yaitu 13 tahun, penggunaan media sosial tersebut juga harus melalui perizinan dan di bawah pengawasan orang tua. Pembatasan umur dilakukan guna menghindari terjadinya perundungan pada anak. Perundungan yang dilakukan secara langsung memiliki tanda-tanda secara fisik, sedangkan perundungan di ruang digital tidak. Perundungan di ruang digital bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja, bahkan dapat terjadi selama 24 jam.

Andika juga mengatakan terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan akibat perundungan yaitu salah satunya psikosomatik. Psikosomatik merupakan gangguan fisik akibat pengaruh pikiran dan emosi,”Gangguan psikosomatik bisa terjadi dikarenakan kelakuan perundungan berupa anak di-invite ke dalam sebuah grup hanya untuk dicela. Lantas anak menjadi ketakutan sendiri saat mendapatkan notifikasi.” Jelasnya.

Chyntia Andarinie selaku Founder Mom Influencer Indonesia dan Social Media Specialist Unpopulart Creative serta narasumber webinar Makan Cakap Digital memaparkan materi Etika Dasar Dalam Membentuk Karakter Anak. Chyntia berpendapat sebagai orang tua harus benar-benar memerhatikan urgensi konten-konten yang dibagikan di ruang digital,”Daripada oversharing lebih baik bagikan informasi bermanfaat seperti parenting, travelling, dan makanan.”

Selain itu Chyntia juga menyampaikan solusi untuk menghentikan perundungan di ruang digital yaitu tetap tenang (jangan panik dan emosi dalam menghadapinya), abaikan gangguan (jangan menanggapi hal-hal yang tidak perlu dan sengaja memancing emosi), kumpulkan bukti (arsipkan dengan rapi tangkapan layar dan cetak jika diperlukan), laporkan (jika perundungan tersebut tidak kunjung berhenti maka laporkan kepada pihak berwajib agar pelaku jera), dan blokir akses (jangan perbolehkan pelaku bisa mengakses akun media sosial kita).

Pemaparan Keamanan Digital oleh Rezki Achyana selaku CEO Parakerja dan Founder Tamtam Therapy Centre menjadi akhir kegiatan webinar Makin Cakap Digital. Rezki menyatakan orang tua perlu membuat anak percaya dan merasa aman. Proses tersebut dapat dibiasakan dengan memulai bertanya aktivitas anak pada hari itu, lalu bertanya apakah anak senang atau tidak. Ketika anak mau bercerita hal baik maupun hal buruk, anak akan percaya jika ada masalah maka orang tua mampu membantu mencarikan solusi. Hal tersebut dapat mengurangi bahkan menghilangkan perundungan di ruang digital pada anak.

Kegiatan webinar ini merupakan salah satu rangkaian untuk meningkatkan program Makin Cakap Digital yang diadakan oleh Kemenkominfo. Adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.(IBS)

Tags: KemenkominfoLiterasi Digital Kominfo

Berita Terkait.

Pelecehan Seksual
Nusantara

DPR Desak Polisi Tahan Tersangka Pelecehan Seksual di Ponpes Pati

Senin, 4 Mei 2026 - 16:16
bc3
Nusantara

Kanwil Bea Cukai Maluku Temukan 64 Ribu Batang Rokok Ilegal di Paket Kiriman asal Surabaya

Senin, 4 Mei 2026 - 13:33
bc4
Nusantara

Wakil Dubes Inggris Apresiasi Peran Bea Cukai Denpasar Dukung Perdagangan dan Pariwisata Bali

Senin, 4 Mei 2026 - 12:52
bc
Nusantara

Bea Cukai di Papua Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok dan Puluhan Liter Minuman Beralkohol Ilegal

Senin, 4 Mei 2026 - 12:12
Pegadaian Dukung Kartini Race 2026 sebagai Tonggak Baru Motorsport Indonesia
Nusantara

Perkosa Anak Tiri, Pria Madiun Ditangkap Polisi

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:16
kek
Nusantara

KEK Tembakau Madura Tuai Polemik, Dianggap Melawan Arus Tren Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3664 shares
    Share 1466 Tweet 916
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1294 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2570 shares
    Share 1028 Tweet 643
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.