• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

P2G Nilai Capres Belum Sentuh Persoalan Fundamental Pendidikan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 5 Februari 2024 - 09:21
in Politik
Tiga-Capres-Debat-co

Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan, Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, saat Debat Capres Kelima di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024) malam. Foto: Tangkapan layar Youtube

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyatakan, gagasan soal pendidikan ketiga calon presiden (capres) masih bersifat gimmick dan normatif.

Hal itu untuk menanggapi penampilan para capres Dalam Debat Capres-Cawapres pada Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (4/2/2024) malam.

BacaJuga:

Partai Nonparlemen Tolak Suara Rakyat Hilang, GKSR Dorong Parliamentary Threshold Diturunkan

Pimpin PAN Jabar, Ahmad Najib Diminta Zulhas Fokus Bantu Rakyat

Seskab Teddy Disambut Antusias di Pulau Terluar, Pengamat Baca Sinyal Politik

“Menyimak Debat Capres isu pendidikan, P2G menilai belum menyentuh persoalan fundamental pendidikan nasional,” kata Satriwan dalam keterangannya, Jakarta, Senin (5/2/2024).

Ia menyayangkan, ketiga capres belum memperhatikan data-data riil aktual dan belum menawarkan solusi konkret yang menunjukan ragam masalah kualitas pendidikan Indonesia. Pertama, nilai literasi dan matematika yang masih rendah.

Hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2022, terungkap fakta, satu dari dua anak Indonesia belum mampu mencapai kompetensi minimum literasi dan tiga dari empat anak Indonesia belum mencapai kompetensi minimum numerasi.

Lebih menyedihkan, skor hasil Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) Indonesia 2022 yang terus merosot tajam. Skor Numerasi Matematika Indonesia berada di posisi (366).

Skor literasi membaca Indonesia pada 2022 juga menjadi yang terendah di antara skor PISA tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar 359. Pada tahun 2009 Indonesia pernah mencatatkan skor PISA literasi membaca sebesar 402.

“Belum ada tawaran perbaikan konkret dan signifikan mengenai problematika mendasar rendahnya literasi dan matematika anak Indonesia,” tutur Satriwan.

Kedua, para capres tidak menyinggung bagaimana peringkat Indeks Kompetitif Global Indonesia. Data Global Competitive Index (GCI) 2023, Indonesia belum bisa melampaui posisi Malaysia (27), Thailand (30), dan Singapura (4).

“Dalam GCI, Indonesia memang melompat 10 peringkat, namun sayangnya belum bisa menyalip tetangga sesama Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura,” ucapnya.

Kedua indeks itu tidak disentuh dan tidak diberi solusi konkret oleh ketiga capres dalam debat pamungkasnya.

Peserta Debat Capres atau kelima pada Pilpres 2024 itu adalah Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan, Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Tema yang diangkat dalam debat semalam adalah Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.(dan)

Tags: Debat Capres-CawapresPerhimpunan Pendidikan dan GuruPilpres 2024

Berita Terkait.

GKSR
Politik

Partai Nonparlemen Tolak Suara Rakyat Hilang, GKSR Dorong Parliamentary Threshold Diturunkan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:38
Zulhas
Politik

Pimpin PAN Jabar, Ahmad Najib Diminta Zulhas Fokus Bantu Rakyat

Senin, 11 Mei 2026 - 16:26
teddy
Politik

Seskab Teddy Disambut Antusias di Pulau Terluar, Pengamat Baca Sinyal Politik

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:45
Hardiknas 2026, Presiden PKS Ajak Kader Jadi Pusat Keunggulan dalam Pendidikan
Politik

Hardiknas 2026, Presiden PKS Ajak Kader Jadi Pusat Keunggulan dalam Pendidikan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:31
uang
Politik

Pengamat Tantang Keberanian Penegak Pemilu soal Usulan Blacklist Politik Uang

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:23
DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati
Politik

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    785 shares
    Share 314 Tweet 196
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    709 shares
    Share 284 Tweet 177
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.