• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kisah Dr. Nugroho Pulihkan Keseimbangan Alam dan Jaga Ekonomi Desa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 5 Januari 2024 - 12:49
in Nasional
Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, MEng, seorang dosen inovatif dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Foto: Istimewa

Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, MEng, seorang dosen inovatif dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam momen yang menginspirasi, Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, MEng, seorang dosen inovatif dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, meraih Penghargaan Kalpataru 2023 dari Presiden RI lewat Menteri Lingkungan Hidup. Penghargaan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga sebuah tonggak penting bagi dunia Pangan Berkelanjutan & Lingkungan Hidup.

Penghargaan Kalpataru dalam kategori pembina lingkungan mengukuhkan dedikasi dan penelitian jangka panjang Dr. Nugroho. Ini bukan hanya prestasi semata, tetapi juga cerminan dari upaya nyata untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan mengatasi tantangan ekonomi di Indonesia.

BacaJuga:

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Cetak Wirausaha Muda, Bukan Sekadar Pencari Kerja

DPD RI Desak Prabowo Bentuk Satgas Antipungli di Kantor Imigrasi

Menteri Rini Tancap Gas, Birokrasi Dibikin Makin Lincah dan Serba Digital

Inovasi Biosoildam mampu mengerem kecepatan yang memicu terjadinya kiamat lingkungan. Pemanasan Global yang dipicu oleh iritasi tanah akibat keracunan pupuk kimia yang sudah dimulai. Sejak revolusi hijau 1975. Biosoildam telah mampu menjawab masalah ini dengan bertotal organik dan hasil panen melimpah.

Dalam wawancara eksklusif, Dr. Nugroho membagikan pemikiran dan inspirasi di balik inovasinya. “Saya tergerak karena menyadari perubahan yang terjadi pada alam. Degradasi lingkungan begitu luar biasa, dan saya berusaha untuk menjaga serta mengembalikan kondisi lingkungan seperti dulu,” ujar Dr. Nugroho.

Dikatakan, Indonesia, sebagai negara agraria, masih mengimpor bahan makanan setiap tahun. Dia lalu melakukan riset untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan negara.

Inspirasi dari Surat An-Naba dalam Alquran

Pentingnya menjaga alam dipandu oleh inspirasi dari ajaran agama. Dr. Nugroho membagikan inspirasinya dari surat An-Naba dalam Alqran, di mana ia menemukan petunjuk tentang parameter alam yang terkontrol dengan baik. “Saya percaya, jika ditunjukkan dalam Alquran, itu adalah petunjuk. Petunjuk tersebut saya konkritkan, karena di surat tersebut ada kata ‘alfafa,'” jelas Dr. Nugroho.

Berkat kesempatan belajarnya di India, Dr. Nugroho mulai budidaya alfafa di Indonesia sejak tahun 2007. Meskipun mengalami kegagalan awal, dedikasinya membuahkan hasil dengan turunan ke-12 tanaman alfafa.

“Alfafa sangat luar biasa karena mengandung mikroba rhizobium di akarnya. Rhizobium ini menjadi penggerak alam untuk menjadi lebih baik,” ungkap Dr. Nugroho. Dengan bantuan teman-teman di UGM, ia berhasil memperbanyak rhizobium, yang mampu mengurai makanan dengan cepat.

Rhizobium sebagai Solusi Pengurai Tanah

Dalam uji coba selama 3-5 tahun, Dr. Nugroho dan timnya berhasil mengajarkan petani untuk menggunakan rhizobium sebagai pengurai tanah.

“Kemampuan mikroba tersebut sempurna mengurai makanan. Biomassa yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pangan untuk tanaman, binatang, maupun manusia,” ungkap Dr. Nugroho.

Keberhasilan inovasinya tidak hanya mendapatkan perhatian lokal, tetapi juga menarik perhatian Bank Indonesia. Inovasi Dr. Nugroho membantu petani dalam hal mandiri pupuk, mandiri pangan, dan konservasi tanah. Sejak tahun 2012, Bank Indonesia telah menggunakan inovasi tersebut, membuat Dr. Nugroho layak meraih Penghargaan Kalpataru.

Implementasi Rhizobium di Kota Semarang

Dalam upaya menjadikan inovasinya berdampak nyata, Dr. Nugroho menerapkan penggunaan rhizobium di Kota Semarang melalui konsep urban farming sejak tahun 2012. “Selamat dan terima kasih atas dukungan untuk inovasi ini,” ucap Dr. Nugroho kepada masyarakat Semarang.

Penghargaan Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, MEng, bukan hanya kehormatan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi semua kalangan untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan menciptakan inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Biosoildam MA-11

Teknologi Biosoildam MA-11, yang telah didaftarkan di Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia RI sebagai kekayaan intelektual HAKI, telah diterapkan hampir di semua daerah di Indonesia dengan berbagai jenis karakter tanah. Teknologi ini didasarkan pada sistem Pertanian Terintegrasi Total Organik, berpotensi memberikan manfaat luar biasa, antara lain:

Menekan biaya operasional hingga 70%
Meningkatkan hasil panen hingga 200% (dua kali lipat)
Mewujudkan pertanian berkelanjutan
Menghadapi perubahan iklim global
Menghasilkan efek ekonomi multipel

Untuk mengimplementasikan teknologi Biosoildam MA-11, masyarakat dan petani dilatih dengan 5 Standar & Asesmen kerja sebagai SOP lapangan:

– Standar kualitas biomassa limbah ternak minimum 2000 uS/cm sebagai bahan pupuk, dan limbah jerami minimum 500 uS/cm sebagai bahan pakan.

– Standar hasil proses penguraian menjadi pupuk dan pakan harus meningkat minimal 2 kali lipat, untuk pupuk organik (Superbokasi) menjadi minimum 4000 uS/cm, dan untuk pakan (Superfeed) menjadi minimum 2000 uS/cm.

– Standar kesehatan tanah dicapai dengan melakukan treatment tanah, yaitu dengan menyemprot mikroba ke dalam topsoil saat olah tanah sampai kedalaman 40 cm, menghasilkan minimal

Songsong Masa Depan

Indonesia, negara kepulauan megadiverse, bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan demokrasinya dengan Pemilihan Umum 2024. Dalam sorotan, tiga tokoh besar, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, muncul sebagai kandidat kuat untuk memimpin negeri ini.

Namun, dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman, para aktivis lingkungan memberikan kriteria khusus bagi calon pemimpin. Tata Mustasya, Senior Campaign Strategist Greenpeace International, menyoroti tiga pekerjaan rumah mendesak.

Pertama, pemimpin berikutnya harus mengoreksi komitmen iklim yang dinilai lemah, dengan langkah konkret seperti penerapan pajak karbon untuk PLTU batu bara.

Kedua, fase-out PLTU batu bara dan percepatan penggunaan energi baru dan terbarukan menjadi langkah krusial, dengan pendanaan dari pajak tinggi untuk pencemar.

Ketiga, pemimpin harus melepaskan diri dari pengaruh oligarki batu bara, menjadikan integritas sebagai kunci utama dalam kebijakan sektor energi, lingkungan, dan iklim.

Tata Mustasya menilai Anies Baswedan memiliki visi yang jelas, namun menantangnya untuk membuktikan sebagai ‘Man of Action’. Apakah dia mampu melepaskan diri dari kepentingan ekonomi-politik batu bara, menjadi pertanyaan besar dalam perjalanan Indonesia menghadapi krisis iklim.

Dalam menyongsong pemilu, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak nyata demi keberlanjutan dan masa depan bangsa. (ibs)

Tags: Dr. NugrohoEkonomi DesaKeseimbangan Alam

Berita Terkait.

Fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Cetak Wirausaha Muda, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:02
Filep
Nasional

DPD RI Desak Prabowo Bentuk Satgas Antipungli di Kantor Imigrasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:40
Rini
Nasional

Menteri Rini Tancap Gas, Birokrasi Dibikin Makin Lincah dan Serba Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:08
Short-Course
Nasional

Penghulu Diperkuat, KUA Didorong Jadi Simpul Pembangunan Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:25
Aher
Nasional

Soroti Ketidakpastian Aturan Fasum-Fasos, BAM DPR Siap Kawal Nasib Sekolah Swasta

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:15
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Nasional

Pimpinan DPD Dorong Pembenahan Menyeluruh MBG, Ingatkan Jangan Timbulkan Masalah Baru

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:05

BERITA POPULER

  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1433 shares
    Share 573 Tweet 358
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.