• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Megawati Wanti-wanti Muncul Neo Orba, Warning Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 29 November 2023 - 20:11
in Nasional
Pengamat Hukum dan Dosen Universitas Tama Jagakarsa, Dr. Edi Hardum, S.IP., S.H., M.H. Foto: istimewa

Pengamat Hukum dan Dosen Universitas Tama Jagakarsa, Dr. Edi Hardum, S.IP., S.H., M.H. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Praktisi dan Dosen Hukum dari Universitas Tama Jagakarsa, Edi Hardum menyebut tuduhan Megawati tersebut didasarkan oleh empat hal. Pertama, lolosnya Gibran Rakabuming sebagai cawapres. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah syarat capres-cawapres dinilai cacat etika dan moral.

Penilaian ini diperkuat oleh putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang memvonis Anwar Usman melakukan pelanggaran etika berat. “Artinya ini adalah role by law, bukan role of law. Hukum untuk kekuasaan. Ini adalah orde baru,” ungkap Edi Hardum dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/11/2023).

BacaJuga:

Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung

Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi

Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Edi menambahkan, putusan MK itu sebenarnya hanya untuk menggolkan Gibran. Semua itu terjadi by design. “Ini [tanda-tanda] munculnya orde baru yang baru. Benar kata Ibu Mega.”

Kedua, tindakan represif yang diduga dilakukan aparat di daerah. Edi menyebutkan beberapa contoh seperti penurunan baliho Ganjar-Mahfud di Bali dan Jawa Tengah.

Lalu pemanggilan 70 kepala desa di Jawa Tengah untuk diperiksa oleh Kepolisian Daerah setempat. “Ini kan tindakan menakut-nakuti, ini neo Orde Baru,” tegas Edi.

Ketiga, munculnya capres tertentu yang kerap dianggap sebagai produk Orde Baru. Sangat tidak logis, menurut Edi, produk Orde Baru diusung untuk menduduki jabatan tertinggi negara setelah perjuangan reformasi yang berdarah-darah.

Edi mengakui, praktik ini pernah terjadi pada pilpres sebelumnya. “Ini [memang] sebuah kesalahan. Tapi apakah sebuah kesalahan harus dibuat lagi? Harusnya di-stop dong,” katanya.

Keempat, koncoisme dalam pemerintahan Jokowi. Edi menyinggung pengangkatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan Jenderal Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI. Keduanya bertugas di Surakarta semasa Jokowi menjabat Wali Kota.

“Orde baru kan dasarnya nepotisme itu. Yang antara lain tidak beda jauh dengan koncoisme ini,” ungkap Edi.

Lebih lanjut, Edi mengapresiasi keberanian Megawati yang mengingatkan publik akan adanya ancaman neo Orde Baru ini. “Itu sebuah warning bahwa sekarang ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” pungkas advokat di Kantor “Edi Hardum and Partners” ini.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluapkan rasa jengkel pada pemerintah yang dinilainya bertindak sewenang-wenang dengan mengintimidasi masyarakat menjelang Pilpres 2024.

Kejengkelan itu diutarakan Megawati di hadapan ribuan relawan yang menghadiri Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud Se-Pulau Jawa di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023) kemarin.

Presiden kelima Republik Indonesia itu mempertanyakan sikap pemerintah yang menekan dan memerintah rakyat dengan melanggar peraturan perundang-undangan.

“Mestinya Ibu nggak perlu ngomong gitu, tapi sudah jengkel. Karena apa? Republik ini penuh dengan pengorbanan, tahu tidak? Mengapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti zaman Orde Baru?” katanya. (nas)

Tags: Neo Orde Baruorde baruPutusan MK

Berita Terkait.

UKP Pariwisata
Nasional

Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung

Jumat, 6 November 2026 - 21:41
Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Nasional

Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi

Jumat, 6 November 2026 - 20:40
Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Nasional

Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Jumat, 6 November 2026 - 20:30
Pengungkapan Kasus Penyadapan Jadi Ujian Integritas dan Profesionalisme Polri
Nasional

Pengungkapan Kasus Penyadapan Jadi Ujian Integritas dan Profesionalisme Polri

Jumat, 6 November 2026 - 19:36
Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’
Nasional

Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’

Jumat, 6 November 2026 - 19:06
Asah Potensi Siswa, Marching Band SD Rorotan Tampil di Kejurnas Tangerang
Nasional

Fatwa Haram Vape Dinilai Belum Cukup, MUI Didesak Larang Semua Jenis Rokok

Jumat, 6 November 2026 - 18:56

OLAHRAGA

Sirkuit Mandalika
Olahraga

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Editor Folber Siallagan
Jumat, 6 November 2026 - 21:21

INDOPOSCO.ID - Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit, di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi pusat perhatian dunia...

SelengkapnyaDetails
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
Porprov VII Banten 2026: Karate Tangsel Bidik Delapan Emas

Porprov VII Banten 2026: Karate Tangsel Bidik Delapan Emas

Kamis, 5 November 2026 - 16:43

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3343 shares
    Share 1337 Tweet 836
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2311 shares
    Share 924 Tweet 578
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.