• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Bani Wolbachia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 16 November 2023 - 08:00
in Disway
disway-kamis

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

PEMERINTAH akan jalan terus, pun ketika kritik keras minta menghentikannya.
Ini soal program pelepasan jutaan telur nyamuk terpapar Wolbachia di enam daerah: Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang.

BacaJuga:

Wasiat Icha

Model Polytron

Serba Mirip

Tujuan pemerintah: menurunkan penyakit demam berdarah. Caranya itu yang sangat baru. Sangat modern: justru dengan melepas jutaan telur nyamuk yang sudah terpapar Wolbachia. Jutaan telur itu pun menetas. Jadi jutaan nyamuk.

Lalu mereka akil baligh. Mereka kawin –dengan nyamuk betina. Lahirlah anak-anak nyamuk Bani Wolbachia. Inilah jenis nyamuk baru yang tidak akan menularkan virus, utamanya virus demam berdarah.

Nyamuk jantan yang terkena virus Wolbachia pun akan impotent dan mati. Dengan demikian maka penyebab utama demam berdasar berhasil dihilangkan.

Tadi malam saya menghubungi dua orang yang aktif di bidang ini. Salah satunya ahli kesehatan masyarakat Prof Dr Adi Utarini: guru besar UGM Yogyakarta. Dia sibuk: lagi menghadiri satu acara.

Lalu saya hubungi dokter Sjakon G. Tahija. Ia pendiri Yayasan Tahija: yayasan yang fokus ke soal pemberantasan demam berdarah. Nama Yayasan Tahija diambil dari nama bapaknya: Julius Tahija.

Anda sudah tahu siapa Julius Tahija: putra Ambon yang dua kali menjabat menteri di zaman Presiden Bung Karno. Juga dikenal sebagai pucuk pimpinan perusahaan minyak Caltex Indonesia. Julius Tahija juga pendiri Bank Niaga. Pernah jadi pemilik saham Freeport. Juga pemilik pembangkit listrik di Timika yang khusus untuk melistriki tambang Freeport. Ia pernah jadi salah satu dari 9 konglomerat terbesar Indonesia –pada zamannya.

Dokter Sjakon Tahija anak sulung Julius Tahija –dari dua bersaudara. Ia dokter mata lulusan FKUI. Keahliannya:  bedah retina.

Sebelum diterapkan di enam daerah itu penyebaran telur Wolbachia pernah dicoba  dilakukan secara terbatas di Yogyakarta. Berhasil. Nyamuk aedes aegypti-nya jadi terjangkit Wolbachia semua. Angka demam berdarah turun drastis. Termasuk kematian akibat DB. Efek negatif pun tidak ada.

Sri Sultan Hamengkubuwono X minta agar penyebaran Wolbachia diperluas: ke Sleman dan Bantul. Hasilnya juga nyata.

Sukses Yogyakarta itu sampai ke telinga Menkes Budi Sadikin. Kebetulan menkes kenal baik dengan Prof U-ut, nama panggilan Adi Utarini: sama-sama siswa teladan hanya beda SMA dari Yogyakarta.

Prof U-ut pun menjelaskan pelaksanaan program Wolbachia di Yogyakarta itu. Maka menkes memutuskan: melanjutkannya ke daerah-daerah lain yang sangat tinggi kasus DB-nya.

Kemenkes tetap menggandeng pelaksana program yang di Yogyakarta: Yayasan Tahija dan Universitas Gadjah Mada –di bawah tim Prof U-ut.

Waktu itu Yayasan Tahija, bersama UGM, sudah mempelajarinya dengan sangat mendalam. Terutama saat negara bagian Queensland, Australia, melaksanakan pelepasan Wolbachia di kota Brisbane. Itu tahun 2009. Hasilnya sangat baik. Juga sangat aman.

Indonesia adalah negara kedua yang menerapkannya –setelah Australia. Kini sudah 14 negara yang akan mengikuti.

Dari mana jutaan telur Wolbachia didapat?
”Kami ambil dari Yogyakarta,” ujar dr Sjakon Tahija. ”Yayasan kami sudah bisa memproduksinya,” tambahnya.
Ketika mempraktikkannya di Yogyakarta, Yayasan Tahija bekerja sama dengan sekitar 3000 relawan. Merekalah yang mendidik masyarakat. Tidak ada paksaan. Penduduk yang rumahnya rela dipakai pelepasan Wolbachia boleh mendaftar.

Mereka diminta menyiapkan ember. Berisi air. Lalu telur-telur Wolbachia ditaruh dalam air di ember itu. Begitulah cara nyamuk berbiak.

Proses yang sama akan dilakukan di enam daerah di atas. Tahun depan sudah diketahui apakah cara baru mengatasi demam berdarah ini juga berhasil di sana.

Berbagai penelitian atas nyamuk memang dilakukan di banyak negara. Sejak Anda belum lahir: tahun 1924. Termasuk penelitian mengenai cara nyamuk berhubungan seks. Juga reproduksinya. Yang pertama melakukan adalah Simeon Burt Wolbach –dari nama belakangnya diambil.

Tapi penelitian lanjutan yang sangat gigih terjadi telah tahun 1970-an. Di seluruh dunia –terutama di Amerika.
Indonesia setidaknya tidak takut menerapkannya. Termasuk tidak takut pada kritik kelompok Gerakan Sehat untuk Rakyat yang sangat keras –yang menuntut program Wolbachia dibatalkan sekarang juga. Salah seorang di dalamnya adalah mantan Menkes Prof Dr Siti Fadilah Supari.

Yogyakarta rupanya memang istimewa. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Wasiat Icha

Senin, 6 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Model Polytron

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Serba Mirip

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hoax Bijaksana

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2295 shares
    Share 918 Tweet 574
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    816 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Hossam-Hassan
Olahraga

Jelang Lawan Argentina, Pelatih Mesir Curi Perhatian Lewat Pesan Solidaritas Palestina

Editor Dilianto
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:58

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan mengalihkan fokus dari laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Argentina demi...

SelengkapnyaDetails
Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:24
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.