• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Wamenkumham Tersangka, Ternyata Gratifikasi Paling Banyak Jerat Pejabat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 10 November 2023 - 11:05
in Nasional
Wamenkumham-Eddy-co
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ahli hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyatakan, kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi menjadi kasus korupsi paling banyak menjerat pejabat publik. Biasanya dilakukan sebagai pemberian cuma-cuma dalam berbagai bentuk berkaitan pekerjaan, jabatan, atau tugas.

Dalam laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gratifikasi merupakan pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

BacaJuga:

Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Buktikan Urus Sertipikat Tanah Sendiri Lebih Mudah

Mutu Belajar Siswa RI Terpuruk, P2G Soroti Rendahnya Literasi dan Numerasi

P2G Desak Perombakan Tata Kelola Guru, Soroti Nasib P3K yang Belum Digaji

Pasal 12B ayat (1) UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001, berbunyi setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,

Pasal 12C ayat (1) UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001, berbunyi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B Ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej sebagai tersangka kasus dugaan suap pada, Kamis (9/11/2023).

“Ya, kasus gratifikasi itu paling banyak, karena seringkali gratifikasi itu dianggap soal yang biasa, dianggap hadiah karena status seseorang sebagai pejabat publik,” kata Abdul Fickar kepada INDOPOS.CO.ID melalui gawai, Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Dalam konteks berkaitan dengan pekerjaan sebuah gratifikasi itu bisa berhimpit dengan korupsi suap. Meski tidak semuanya bisa dikategorikan demikian. Pemberian oleh keluarga, misalnya

“Karena itu jika benar KPK telah menetapkan Wamenkumhan sebagai tersangka, saya kira KPK cukup punya bukti dari terjadinya tipikor gratifikasi atau suap,” jelas Abdul Fickar.

Setelah penyelidikan selesai berdasarkan KUHAP, itu artinya sudah ada peristiwa pidananya. Termasuk berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Undang-Undang KPK pada selesainya penyelidikan untuk ditingkatkan ke penyidikan KPK sudah bisa menetapkan tersangka.

“Itu artinya, pembuktian sudah selesai dan langsung diikuti penetapan tersangka. Wamenkumham punya hak untuk membela diri selain juga pendampingan oleh pengacara,” ujar Abdul Fickar.

Eddy pernah diperiksa penyidik KPK terkait kasus yang dilaporkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) itu. Saat itu, dia membantah telah menerima suap. Kini berstatus tersangka dijerat Pasal Suap dan Gratifikasi UU Tindak Pidana Korupsi. (dan)

Tags: Edward Omar Sharif HiariejgratifikasiKasus KorupsiKasus SuapKPKWamenkumham

Berita Terkait.

Kantor-Pertanahan
Nasional

Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Buktikan Urus Sertipikat Tanah Sendiri Lebih Mudah

Senin, 4 Mei 2026 - 18:08
siswa
Nasional

Mutu Belajar Siswa RI Terpuruk, P2G Soroti Rendahnya Literasi dan Numerasi

Senin, 4 Mei 2026 - 12:22
p2g
Nasional

P2G Desak Perombakan Tata Kelola Guru, Soroti Nasib P3K yang Belum Digaji

Senin, 4 Mei 2026 - 09:51
Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum
Nasional

Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:57
asih
Nasional

Guru Diusulkan Jadi Profesi Setara Dokter, Komisi X: Reformasi Besar di RUU Sisdiknas

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:18
sari
Nasional

DPR: Program “Bedah Rumah” Instrumen Penting Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3668 shares
    Share 1467 Tweet 917
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1294 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2570 shares
    Share 1028 Tweet 643
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.