• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kongres Kebudayaan dan Pekan Kebudayaan Nasional: Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 13 Oktober 2023 - 15:45
in Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kongres Kebudayaan dan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kembali digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara berbarengan pada tahun 2023. Tema yang diusung tahun ini yaitu “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan” yang bermaksud untuk memberikan makna dan relevansi dalam setiap aksi berkesenian dan berkebudayaan yang dilakukan yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan bahwa tema tahu ini semakin relevan terkait urgensi perhatian masyarakat terhadap keselamatan bumi. “Apa kontribusi kebudayaan bagi persoalan itu? Ini bukan hanya persoalan seniman bicara bagi lingkungan, tapi kita ingin menggali sumber daya yang digunakan oleh masyarakat dalam bentuk pengetahuan lokal, ekspresi budaya dan itulah yang ingin kita gali dengan menggunakan konsep lumbung, sehingga bisa dikumpulkan dan diakses oleh masyarakat banyak,” ujarnya dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB), Kamis (12/10/2023).

BacaJuga:

Wamendagri Dorong Sumbar Perkuat Ketangguhan Daerah

Pergantian Kapolri Jadi Momentum Pulihkan Kepercayaan Publik

Ribka Haluk Tegaskan Kemendagri Kawal Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sebelumnya, Hilmar menjelaskan bahwa Kongres Kebudayaan merupakan kegiatan lima tahunan, sedangkan Pekan Kebudayaan Nasional digelar setiap dua tahun sekali. “Rangkaian dari pekan kebudayaan ini sudah dimulai sejak Juli,” kata Hilmar.

Pekan Kebudayaan Nasional, lanjutnya, adalah sebuah platform aksi kebudayaan. “Momen pentingnya akan dilaksanakan pada 20-29 Oktober. Hasilnya yaitu menghadirkan hasil proses dari bulan Juli di 40 titik di seluruh Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Kongres Kebudayaan akan banyak mengevaluasi pelaksanakan kebijakan dari bidang kebudayaan selama lima tahun, seperti capaian dan hambatan dalam kurun waktu tersebut. “Kongres Kebudayaan tahun 2023 akan merumuskan dokumen rencana induk kemajuan kebudayaan yang diatur dalam undang-undang, sebagaimana pada Kongres Kebudayaan 2018 yang telah menghasilkan dokumen strategi kebudayaan yang sudah menjadi Peraturan Presiden,” tutur Dirjenbud.

Dewan Kurator Pekan Kebudayaan Nasional, Ibe Karyanto, menjelaskan bahwa Pekan Kebudayaan Nasional kali ini mengangkat konsep lumbung sebagai langkah kerja dalam kegiatannya. Pendekatan lumbung digunakan sebagai simbol kekuatan kolektif, maka dari itu tugas dewan kurator bukan menyeleksi tapi menjaga nilai-nilai yang ada dalam lumbung tersebut.

“Ada banyak nilai di dalam konsep lumbung seperti kolaborasi, saling berbagi, hemat, ramah pada lingkungan, dan kegembiraan. Kemudian, tugas dewan kurator membangun jejaring karena persoalan kebduayaan bukan perkara individu, ini harus menjadi milik bersama,” jelas Ibe.

Selain itu, kurator juga bertugas untuk mengidentifikasi kegiatan yang selama ini telah dihidupkan oleh masyarakat serta sejalan dengan nilai-nilai lumbung. “Maka dari itu Pekan Kebudayaan ini bukan hanya mengangkat atau memamerkan budaya ke Jakarta,” kata Ibe.

Narasumber lain, Nursalim Yadi, seorang pelaku budaya, mengatakan bahwa pelaku budaya pada dasarnya sangat sering memproduksi pengetahuan, tetapi jarang mendapatkan tempat di dalam masyarakat utama. Namun, kerja- kerja bersama seperti platform yang terjalin dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional dapat menjadikan sesuatu dapat terhubung dan menjalin solidaritas antara pelaku budaya menjadi sebuah aksi nyata.

“Saya pikir PKN menjadi sebuah platform untuk menjaring berbagai gagasan dari seniman agar memiliki kontribusi,”tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Lampung, Heni Astuti, menyampaikan bahwa provinsinya akan mengikuti seluruh rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional setelah melakukan lokakarya dan kurasi. Sebelum mengikuti PKN, Provinsi Lampung telah melaksanakan Pekan Kebudayaan Daerah dan bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan yang ada di Lampung dan berbagai masyarakat, pelaku seni yang bergerak di wilayah kebudayaan.

“Pemerintah Provinsi Lampung pun konsentrasi menyediakan dan menyiapkan ruang bagi pelaku budaya misalnya seperti menyediakan pusat kesenian seni dan budaya, ada kantor dewan kesenian, pasar seni, teater terbuka dan teater tertutup semuanya disediakan pemerintah tanpa dipungut biaya agar dapat diberdayakan oleh masyarakat,” dijelaskan Heni Astuti.

“Itulah hal yang dapat menjaga inklusi budaya bagi semua masyarakat melalui dukungan dari pemerintah, imbuhnya.

*Bangun Semangat Kolaborasi*

Melalui Pekan Kebudayaan Nasional dan Kongres Kebudayaan, Dirjenbud berharap penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional dan Kongres Kebudayaan dapat meningkatkan semangat pertukaran. “Bukan kompetisi, tetapi kolaborasi. Kita ingin mendapatkan sebanyak mungkin hal-hal baik yang ada dalam praktik kebudayaan kita, dan yang penting bukan soal jumlah tapi kualitas dalam proses,” katanya.

Dari data dihimpun Kemendikbudristek, kurang lebih ada sekitar 700 seniman 600 komunitas, lebih dari 1.000 pelaku budaya, dan ada 223 titik residensi yang ikut dalam proses Pekan Kebudayaan Nasional. “Pekan Kebudayaan Nasional tidak hanya mengangkat atau memamerkan budaya ke Jakarta. Tidak ada pemilihan bersifat kompetisi karena berlawanan dengan nilai lumbung, yaitu kolaborasi. Yang hadir dalam kegiatan ini yaitu kolektivitas pelaku seni budaya,” ujar Ibe Karyanto.

Maka, mereka yang terlibat dalam Pekan Kebudayaan Nasional tidak hanya menghidupi kegiatan-kegiatan budaya, tetapi pelaku budaya yang berani melakukan pengembangan sesuatu yang telah ada terutama dalam konteks kekinian. “Jadi, yang dipamerkan nanti di Jakarta merupakan sebuah upaya dari pelaku seni dan budaya dalam upaya pengembangan,” imbuhnya.

Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional dan Kongres Kebudayaan diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan. Sebagaimana hasil riset Kemendikbudristek, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dimensi ekonomi budaya dalam indeks tersebut ada korelasi dengan penurunan tingkat kemiskinan. Kemudian, semakin tinggi dimensi ketahanan sosial budaya dalam indeks tersebut ada korelasi dengan semakin tingginya kerukunan umat beragama. “Hasil riset ini selengkapnya akan disampaikan pada saat Kongres Kebudayaan,” ungkap Dirjenbud.

“Harapannya melalui proses yang cukup panjang seniman yang terlibat dapat menarik manfaatnya banyak. Sertamasyarakat luas dapat ikut mengapresiasi kegiatan ini,” pungkas Hilmar Farid.

Tags: kemendikbudristekPekan Kebudayaan Nasional (PKN)

Berita Terkait.

“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

Wamendagri Dorong Sumbar Perkuat Ketangguhan Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:11
“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

Pergantian Kapolri Jadi Momentum Pulihkan Kepercayaan Publik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:31
“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

Ribka Haluk Tegaskan Kemendagri Kawal Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:37
“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

22 Tahun DPD RI, Sultan: Suara Daerah Harus Tentukan Arah Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:04
“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:33
Jalin Kolaborasi Antar-Kementerian, Kemendagri dan Kementerian PU Integrasikan SIPD dengan SIPASTI-Pemda
Nasional

Jalin Kolaborasi Antar-Kementerian, Kemendagri dan Kementerian PU Integrasikan SIPD dengan SIPASTI-Pemda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:06

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3893 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.