• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Rumitnya Asal Usul Pakaian Adat Sari dari India

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 20 Agustus 2023 - 20:32
in Internasional
Kain-India

Dabbawalas" atau pembawa tiffin membeli sebuah kain sari, kain tradisional perempuan India dan Kurta sebagai hadiah untuk Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk acara pernikahan mereka di Mumbai, India, Kamis (17/5/2018). Foto : Antara/Reuters/Danish Siddiqui

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sari, pakaian tradisional yang melambangkan kehormatan, keanggunan, dan keanekaragaman budaya, memiliki sejarah yang kaya selama berabad-abad dan memamerkan kesenian India.

Asal-usul Sari terkait dengan evolusi peradaban, perdagangan, dan interaksi pengaruh budaya yang rumit.

BacaJuga:

Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Pejabat Senior PBB Mengutuk Keras

Klaim Rudal Iran Habis, Siasat Trump demi Tutupi Jebolnya Pertahanan AS

Di Forum BRICS, RI Suarakan Reformasi Tata Kelola Global dan Hukum yang Adil

Dilansir TimesofIndia, Jumat (18/8/2023), waktu pasti munculnya Sari sulit untuk ditentukan, namun akarnya dapat ditelusuri kembali ke India kuno, yakni sejak 2800-1800 sebelum masehi (SM), atau selama peradaban kuno Lembah Indus, yang sekarang merupakan wilayah Pakistan dan India barat.

Penggalian Lembah Indus telah menghasilkan pahatan dan arca yang menggambarkan kain terbungkus yang sangat mirip dengan Sari modern. Penggambaran awal ini mengungkapkan pakaian yang melilit tubuh, menonjolkan kecanggihan teknik tekstil India kuno.

Sejarah

Saat sejarah India terungkap, di situ lah evolusi Sari terjadi. Periode Veda (1500-500 SM) membawa perubahan gaya pakaian, dengan mengacu pada kain tanpa jahitan yang dikenakan oleh wanita. Istilah “Sari” sendiri diyakini berasal dari kata Sansekerta “Sattika”, yang merujuk pada sehelai kain yang dililitkan di tubuh.

Ini menandai awal dari Sari seperti yang kita kenal sekarang, ditandai dengan bentuknya yang tidak dijahit dan kain yang serbaguna. Selama berabad-abad, berbagai dinasti dan kerajaan, seperti Maurya, Gupta, dan Mughal, berkontribusi pada perkembangan sari dengan memengaruhi gaya desain, kain, dan polanya.

Periode Mughal, khususnya, memainkan peran penting dalam membentuk estetika Sari. Mughal memperkenalkan sulaman rumit, kain mewah seperti sutra, dan perpaduan elemen desain Persia dan India, melahirkan gaya ikonik yang dikenal sebagai karya “zari” atau “zardozi”. Pada periode ini sari tidak hanya menjadi pakaian fungsional tetapi juga kanvas sebagai ekspresi artistik.

Saat rute perdagangan meluas dan interaksi budaya berkembang, pengaruh Sari melampaui batas. Itu menemukan jalannya ke berbagai daerah di India, masing-masing memberi garmen dengan rasa yang berbeda. Gaya India bagian Gujarati, misalnya, memamerkan warna-warna cerah dan karya cermin, sedangkan gaya Bengali menekankan tekstur yang kaya dan batas hiasan.

Evolusi

Sari juga berevolusi untuk mengakomodasi perubahan peran perempuan dalam masyarakat. Selama era kolonial, ketika pengaruh Inggris merasuki budaya India, sari mulai dilihat sebagai simbol tradisi dan perlawanan.

Wanita India, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Rani Laxmi Bai dan Sarojini Naidu, menggunakan sari sebagai simbol kebanggaan dan persatuan nasional dalam perjuangan kemerdekaan mereka.

Di India pasca-kemerdekaan, Sari terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan gaya hidup dan preferensi wanita modern saat ini.

Para desainer mulai bereksperimen dengan kain, cetakan, dan gaya pola, memunculkan interpretasi inovatif dari garmen klasik. Daya pikat Sari dipamerkan di landasan pacu global, memikat penonton internasional dan mengukuhkan statusnya sebagai mahakarya budaya.

Hari ini, Sari lebih dari sekedar sepotong pakaian; itu adalah bukti hidup akan warisan, keahlian, dan keragaman India yang kaya. Dari sari sutra yang mewah di India Selatan hingga keajaiban alat tenun tangan yang berwarna-warni di Utara, sari mencerminkan banyak cerita yang dijalin ke dalam kainnya.

Sementara gaya pola tradisional bertahan, wanita kontemporer juga merangkul perpaduan gaya lama dan baru, bereksperimen dengan cara-cara inovatif untuk menggantungkan dan menata sari untuk berbagai acara.

Perjalanan sari dari Peradaban Lembah Indus kuno ke bentuk kontemporernya merupakan bukti daya tarik dan daya adaptasinya yang abadi. Itu telah melewati gelombang waktu, memadukan tradisi dengan modernitas dan melambangkan esensi budaya India seperti dilansir Antara.

Dengan setiap lipatan, Sari menjalin kisah evolusi, ketangguhan, dan keanggunan abadi yang terus memikat hati di seluruh dunia. (aro)

Tags: Indiakain

Berita Terkait.

Warga-Palestina
Internasional

Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Pejabat Senior PBB Mengutuk Keras

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45
trump
Internasional

Klaim Rudal Iran Habis, Siasat Trump demi Tutupi Jebolnya Pertahanan AS

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:05
brics
Internasional

Di Forum BRICS, RI Suarakan Reformasi Tata Kelola Global dan Hukum yang Adil

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:04
Abbas-Araghchi
Internasional

Iran Serukan Anggota BRICS Bersatu Lawan Dominasi AS dan Israel

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:03
Kapal-PMI
Internasional

Kapal PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia, Legislator DPR: Bukti Negara Lalai Lindungi Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:02
trump
Internasional

Tiba di Beijing, Trump Jumawa Remehkan Peran China dalam Konflik Timur Tengah

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:03

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2088 shares
    Share 835 Tweet 522
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1232 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.