INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan, bahwa BRICS sebagai kekuatan Global South harus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global, salah satunya dengan memimpin penegakkan hukum internasional secara adil dan tanpa standar ganda.
“Indonesia menggarisbawahi bahwa BRICS harus menjadi bagian dari solusi, bukan polarisasi,” kata Sugiono dalam laman resmi Kemlu RI saat menghadiri forum BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India dikutip Jumat (15/5/2026).
Dalam forum BRICS FMM, ia juga menegaskan komitmen Indonesia yang terus mendukung kemerdekaan Palestina. “Indonesia juga terus menyampaikan dukungan penuh terhadap Palestina dan Solusi Dua Negara,” ujar Sugiono.
Ia secara khusus mengangkat mengenai gugurnya empat Peacekeepers Indonesia yang bertugas di UNIFIL dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab.
“Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya reformasi tata kelola global untuk menghadapi tantangan masa kini, termasuk reformasi sistem perdagangan dunia agar inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif, dengan WTO sebagai fondasi utama.
Sejalan dengan tema Keketuaan India, Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) dan menegaskan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung.
“Ke depan, Indonesia dapat memanfaatkan forum BRICS untuk terus memperkuat kolaborasi di sejumlah sektor strategis termasuk ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan serta reformasi tata kelola global,” imbuh Sugiono. (dan)











