• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Akademisi: Kondisi Politik Jelang Pemilu 2024 Tidak Mengkhawatirkan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 19 Juli 2023 - 07:07
in Headline
akademisi

Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Muradi saat menjadi pembicara pada acara Dialog Ekonomi, Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) dengan tema "Membangun Optimisme Optimisme Ekonomi di Musim Kontestasi Asing Menelisik Tantangan dan Peluang Ke depan", di Kota Bandung, Selasa (18/7/2023). (ANTARA/HO-IWEB)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Akademisi dan Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Muradi mengatakan kondisi politik di Indonesia menjelang penetapan capres-cawapres pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 tidak mengkhawatirkan atau tidak muncul masalah genting pada kontestasi politik.

“Menjelang dua bulan penetapan capres cawapres ini, tidak ditemukan indikator yang mengkhawatirkan,” kata Prof Muradi saat menjadi pembicara pada acara Dialog Ekonomi, Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) bertema “Membangun Optimisme Optimisme Ekonomi di Musim Kontestasi Asing Menelisik Tantangan dan Peluang Ke depan” di Kota Bandung, Selasa (18/7).

BacaJuga:

Apresiasi Pemulihan Aset Rp1 Triliun, Purbaya Juga Soroti Kasus Eddy Tansil

Demo Besar di Jakarta Pusat, 5.955 Aparat Gabungan Disiagakan

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

Dia mengatakan stabilitas dunia politik Tanah Air masih sangat terjaga dan dirinya meyakini pertumbuhan ekonomi nasional akan positif.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 akan meningkatkan pengeluaran atau konsumsi pemerintah di wilayah Jawa Barat.

Dia mengatakan peningkatan biasanya terjadi sejak satu triwulan sebelum periode Pemilu berlangsung dengan tingginya pengeluaran untuk perlengkapan dan persiapan penyelenggaraan pemilu.

“Pengeluaran pemerintah tersebut memberikan efek peda sektor ekonomi lain seperti sektor industri dan perdagangan dan sektor lainnya,” katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/7/2023).

Erwin menambahkan Pilpres memberi dampak berbeda di mana pada tahun 2014 dan 2019 berdampak positif, sedangkan dalam pilkada justru berdampak negatif, karena diadakan dalam waktu yang berbeda dengan jeda cukup lama.

Pihaknya memprediksi Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, diperkirakan dampak positifnya lebih besar dibandingkan dampak negatifnya. Karena diselenggarakan hampir bersamaan dan banyak sektor ekonomi yang tumbuh memanfaatkan momen politik 2024.

Erwin juga meyakini masyarakat saat ini sudah semakin matang dalam menjalani Pemilu atau Pilkada Serentak dan jauh lebih kuat.

Indikasinya mampu melewati pandemi COVID-19 yang jauh lebih berat memberikan tekanan pada kondisi ekonomi nasional dan global.

“Historis 2014 dan 2019, kita bisa melewati tahun politik dengan baik, ekonomi juga bisa tumbuh positif,” kata Erwin.

Terlebih saat ini kondisi ekonomi terlihat membaik dan hal ini terlihat dari kondisi perekonomian nasional tumbuh 5,03 persen (yoy) pada triwulan satu tahu 2023, sementara perekonomian Jawa tumbuh 4,96 persen (yoy).

Sementara itu, perekonomian Jawa Barat sendiri berkontribusi 22,35 persen terhadap perekonomian di Pulau Jawa.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut berkomentar terkait optimistis ekonomi di musim kontestasi politik 2024.

Menurut Sekretaris DPP Apindo Jawa Barat Martin Chandra, pesta demokrasi di tahun 2024 dipastikan tidak akan mempengaruhi sisi ekonomi para pengusaha.

Hal ini dikarenakan bisnis tidak melihat faktor agama, suku/ras sebagai indikator kesuksesan pebisnis.

Selain itu, lanjut Martin, pelaksanaan Pemilu 2024 bukan yang pertama kali digelar di Indonesia, maka hal-hal yang dikhawatirkan akan berdampak pada para pengusaha pun sudah bisa diatasi.

“Pemilu di Indonesia itu bukan yang baru dua atau tiga kali dilaksanakan, tapi sudah lebih dari 10 kali. Jadi ini no isu, atau kita berjalan saja,” kata Martin seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/7/2023).

Martin mengatakan satu hal yang perlu dikhawatirkan menjelang Pemilu adalah regulasi pemimpin baru dalam hal investasi atau kebijakan bagi para pengusaha.

Menurut dia, sebuah hal yang lumrah terjadi apabila ada pergantian kepala negara atau daerah, maka ikut berganti juga kebijakannya.

Meski begitu, dia meyakini para pengusaha tak perlu khawatir akan hal ini sebab ada hubungan mutualisme antara pemerintah dengan pengusaha yang selama ini terjalin.

“Biaya kontestasi Pemilu, biaya capres cawapresnya mohon maaf, uangnya pasti dari dunia usaha, dan ini sudah tahu sama tahu,” ujar Martin. (mg1)

Tags: akademisiPemilu 2024politik

Berita Terkait.

bc
Headline

Apresiasi Pemulihan Aset Rp1 Triliun, Purbaya Juga Soroti Kasus Eddy Tansil

Senin, 15 Juni 2026 - 17:30
Demo
Headline

Demo Besar di Jakarta Pusat, 5.955 Aparat Gabungan Disiagakan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:08
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Headline

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:46
MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus
Headline

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:57
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Headline

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31
Syarief-Sulaeman-Nahdi
Headline

Tersangka Korupsi MBG Bertambah, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:46

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6331 shares
    Share 2532 Tweet 1583
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1680 shares
    Share 672 Tweet 420
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.