• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

MenKopUKM: Pendidikan Vokasi di Kampung Ilmu Harus Mampu Lahirkan Skill of Life

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 6 Juli 2023 - 17:47
in Nasional
MenKopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Kampung Ilmu di Desa Cisarua, Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (6/7). Foto: Humas KemenKopUKM

MenKopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Kampung Ilmu di Desa Cisarua, Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (6/7). Foto: Humas KemenKopUKM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki berharap Kampung Ilmu yang dikembangkan di Purwakarta mampu melahirkan masyarakat yang memiliki Skill of Life, melalui pendidikan vokasi.

“Saya juga berharap Kampung Ilmu sebagai sentra pendidikan alternatif terus berperan aktif dalam pengembangan kewirausahaan nasional,” kata MenKopUKM Teten Masduki saat berdialog dengan Sosiolog Imam Prasodjo dan para pihak, di Kampung Ilmu, Desa Cisarua, Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (6/7).

BacaJuga:

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Intinya, dunia pendidikan bukan sekadar menciptakan lulusan sebagai pencari kerja, melainkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja. MenKopUKM Teten menambahkan, ada sekitar 3,5 juta orang lulusan pendidikan formal masuk ke bursa kerja pertahun, dimana 1,7 juta diantaranya adalah sarjana.

Tapi, dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen saja, hanya mampu terserap sebanyak 2 juta orang. Artinya, ada sekitar 1,5 juta yang menganggur.

Belum lagi, 97 persen lapangan kerja yang ada, disediakan sektor-sektor informal atau usaha mikro, seperti penjaga warung, pedagang bakso, dan sejenisnya. “Dengan kondisi seperti itu, mencetak lulusan yang memiliki skill of life, menjadi teramat penting,” ucap Menteri Teten.

Oleh karena itu, MenKopUKM mengatakan, keberadaan Kampung Ilmu bukan sekadar mengajari sesuatu, seperti berternak, bertani, berkebun, dan lainnya. “Harus lebih dari itu, yakni bagaimana penerapan model bisnisnya,” ucapnya.

Bagi MenKopUKM, harus ada model bisnis yang bisa membuat peternakan dan pertanian yang dikembangkan di Kampung Ilmu mampu produktif, efisien, meningkatkan kesejahteraan petani/peternak, hingga mampu menyuplai kebutuhan pangan daerah dan nasional.

“Untuk mencapai skala ekonomi, jangan ada lagi petani-petani berlahan kecil berjalan sendiri-sendiri. Mereka harus dikonsolidasikan dalam sebuah wadah koperasi,” kata MenKopUKM.

Ia mencontohkan, konsolidasi petani pisang di Tenggamus, Lampung, yang melibatkan ribuan petani dengan total lahan sebanyak 600 hektare. Begitu juga di Bener Meriah, Aceh, yang setelah mengkonsolidasikan banyak petani pisang hingga mampu berlahan 1000 hektare.

Contoh lain adalah Koperasi Pondok Pesantren Al It-tifaq di Ciwidey, Bandung, yang mampu mengkonsolidasikan sekitar 1200 petani sayur-mayur. “Di sana, koperasi yang membeli produk sayur milik petani, kemudian koperasi yang menjualnya ke banyak minimarket dan pasar moderen,” kata MenKopUKM.

Dengan begitu, kata MenKopUKM program pertanian atau peternakan dikembangkan secara terencana. Dengan model seperti itu, tercipta kepastian harga dan juga pasar. “Dengan konsolidasi petani atau peternak, akan lebih mudah terhubung dengan offtaker dan juga lembaga pembiayaan,” katanya.

Small Berjejaring

Dalam kesempatan yang sama, Imam Prasodjo sepakat dengan MenKopUKM, dimana konsep usaha yang akan dikembangkan di Kampung Ilmu adalah Small Berjejaring. “Bahkan, kami terus mendorong sekolah-sekolah formal membuat unit-unit usaha yang berkaitan erat dengan masyarakat sekitar,” kata Imam.

Imam bercerita, Kampung Ilmu yang digagasnya melalui Yayasan Nurani Dunia, dikembangkan dengan tujuan untuk membangun karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta tempat berbagi pengalaman yang diselenggarakan secara partisipatif dan integratif.

Kampung Ilmu adalah konsep pengembangan komunitas atau masyarakat yang fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan keterampilan hidup. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di sekitar mereka.

“Kampung Ilmu merupakan kawasan pendidikan transdisiplin hybrid formal-informal,” kata Imam.

Dalam Kampung Ilmu, kata Imam, masyarakat bekerja sama untuk mengatasi masalah lokal, menemukan solusi inovatif, dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Terintegrasi dengan gedung pendidikan formal SMK Negeri Tegalwaru tersebut, sejumlah area pendidikan terapan fungsional juga dibangun di penjuru desa. “Ada Rumah Inspirasi, tempat pelatihan budidaya ikan. Ada Kebun Impian, tempat pengolahan sampah organik, budidaya maggot, dan pengolahan air,” kata Imam.

Ada Saung Kembar sebuah camping ground, tempat berbagai aktivitas pemuda. Vila Kambing Cigadog yang menjadi sentra peternakan kambing perah sebagai tempat rintisan pemberdayaan warga.

Tak ketinggalan, ada Rumah Digital. “Tempat ini akan digunakan sebagai pusat pelatihan teknologi informasi. Dan sedang dibangun Gedung SBI, sebagai gedung pertunjukan sekaligus ruang serba guna,” kata Imam.

Selain di Purwakarta, Jawa Barat, konsep Kampung Ilmu telah menyebar ke Jawa Tengah, tepatnya di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap dengan nama Kampung Ilmu Serayu Network. (nas)

Tags: Kampung IlmuKemenKopUKMMenKopUKM Teten MasdukiPendidikan VokasiSkill of Life

Berita Terkait.

Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27
Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5926 shares
    Share 2370 Tweet 1482
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1629 shares
    Share 652 Tweet 407
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.