• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Konsep Ekonomi Biru Bukan Hal Baru Tapi Direvitalisasi

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 4 Juli 2023 - 11:13
in Ekonomi
Dari kiri ke kanan : Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati, Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi, dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam peluncuran Dokumen Indonesia Blue Economy Roadmap dalam ASEAN Blue Economy Forum 2023 di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/7/2023). Foto: ANTARA

Dari kiri ke kanan : Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati, Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi, dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam peluncuran Dokumen Indonesia Blue Economy Roadmap dalam ASEAN Blue Economy Forum 2023 di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/7/2023). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan konsep ekonomi biru bukan hal baru tetapi direvitalisasi sehingga pemangku kepentingan termasuk masyarakat berperan dan berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi biru.

“Konsep ini (ekonomi biru) mungkin bukan yang baru, tapi direvitalisasi, diintegrasikan, dikonsolidasikan, sehingga pemangku kepentingan termasuk masyarakat sebenarnya bisa melihat bagaimana peran mereka cukup signifikan untuk bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi biru,” ujar Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam keterangan pers acara ASEAN Blue Economy Forum 2023 di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung, dikutip di Jakarta, Selasa (4/7), seperti dikutip dari Antara.

BacaJuga:

UMKM Digital Finance Tour Jadi Jembatan Akses Modal Lebih Luas

BUIDL Jadi Senjata Baru, Kolaborasi OKX-BlackRock-Standard Chartered Ubah Lanskap Kripto

Diplomasi Wastra, BCA Dorong Tenun Ramah Lingkungan Mendunia

Dengan adanya revitalisasi konsep ekonomi biru, menandakan bahwa ada upaya pembaruan agar konsep tersebut tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi untuk memastikan tiga pilar pembangunan berkelanjutan, yakni ekonomi, sosial dan lingkungan hidup yang akan dilaksanakan secara seimbang.

Selain direvitalisasi, Leonardo juga menyebutkan konsep ini diintegrasikan dengan berbagai perencanaan di setiap sektor, termasuk dari sisi pemberdayaan masyarakat yang terlibat, yang berarti konsep ekonomi biru telah mengalami integrasi dengan aspek-aspek livelihood dari kehidupan masyarakat.

Kemudian, konsep ekonomi biru dinyatakan telah dikonsolidasikan, yang berarti disatukan tidak hanya berfokus pada sektor perikanan tangkap dan budidaya, tetapi juga dengan konsep-konsep pembangunan pariwisata, manufaktur, perdagangan, dan lainnya yang menggunakan sumber daya pesisir dan laut yang relevan dengan berbagai aktivitas masyarakat.

“Hal ini juga yang kemudian kami temui pada saat kami melakukan konsultasi publik, misalnya mengenai blue economy roadmap ini berkaitan dengan hiu tikus yang ada di Pulau Alor (Nusa Tenggara Timur). Bagaimana masyarakat berkolaborasi dengan NGO (Non Governmental Organization) lokal, kemudian ditingkatkan pengetahuannya, tidak menangkap lagi hiu, tapi kemudian mereka bisa berpikir ada sumber pendapatan yang lain dari menangkap hiu,” kata dia.

Salah satu sumber pendapatan yang dihasilkan masyarakat di Pulau Alor adalah granola dari jagung di wilayah tersebut. Mereka dapat menghasilkan produk-produk olahan dari granola yang semua diolah para ibu di daerah itu.

“Jadi ibu-ibunya ditingkatkan kapasitasnya, kemudian suaminya melihat ada pendapatan lain, kemudian suaminya menjadi champion untuk melanjutkan konservasi dari hiu tikus.

Jadi ini adalah give and take yang sebenarnya diberikan, bagaimana konsep blue economy nanti ke depannya dikembangkan, selain mengedukasi juga (mendorong) masyarakat untuk berkontribusi,” ucapnya. (mg2)

Tags: kementerian ppn/bappenasKonsep Ekonomi Biru

Berita Terkait.

Temmy-Satya-Permana
Ekonomi

UMKM Digital Finance Tour Jadi Jembatan Akses Modal Lebih Luas

Kamis, 30 April 2026 - 15:46
SC
Ekonomi

BUIDL Jadi Senjata Baru, Kolaborasi OKX-BlackRock-Standard Chartered Ubah Lanskap Kripto

Kamis, 30 April 2026 - 15:06
Manfaatkan Air Sungai, IPA Portabel Semanan Perkuat Suplai Air di Jakbar
Ekonomi

Diplomasi Wastra, BCA Dorong Tenun Ramah Lingkungan Mendunia

Kamis, 30 April 2026 - 06:42
Manfaatkan Air Sungai, IPA Portabel Semanan Perkuat Suplai Air di Jakbar
Ekonomi

Hadapi Dinamika Industri, United Tractors Tunjukkan Ketahanan Bisnis

Kamis, 30 April 2026 - 04:32
Laba Turun 73 Persen, Tapi Fondasi Keuangan SUNI Tetap Solid di Awal 2026
Ekonomi

Laba Turun 73 Persen, Tapi Fondasi Keuangan SUNI Tetap Solid di Awal 2026

Rabu, 29 April 2026 - 23:31
Langkah Cepat Pertamina dan Mitra: Sumur Tua Jadi Andalan Energi Nasional
Ekonomi

Langkah Cepat Pertamina dan Mitra: Sumur Tua Jadi Andalan Energi Nasional

Rabu, 29 April 2026 - 23:31

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2551 shares
    Share 1020 Tweet 638
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.