• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kementan Fokus Pertanian Ramah Lingkungan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 14 Juni 2023 - 09:48
in Ekonomi
Menteri Pertanian Syahrul Limpo dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Foto: Dokumen Kementan

Menteri Pertanian Syahrul Limpo dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Foto: Dokumen Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani Episode 936, pada dengan mengangkat tema “Menuju Indonesia Feed The World 2045” pada Selasa (13/6/2023).

Hal ini untuk memperkuat upaya Indonesia sebagai membangun lumbung pangan dunia sehingga menghadapi tantangan global, ketahanan pangan Indonesia kuat dan bahkan mampu mencukupi kebubutuhan dunia.

BacaJuga:

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Ekonomi, Pakar UI Tekankan Manfaat Nyata untuk Rakyat

APBN 2027 Resmi Jadi UU, Pemerintah Genjot Ekonomi hingga Jaga Fiskal

Indomilk FnB Solutions Perkuat Coffee dan Bakery lewat Inovasi Bite-Sized Pastry

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan, seratus tahun Indonesia merdeka pada 2045 bisa menjadi lumbung pangan dunia. Untuk menuju lumbung pangan dunia maka diharapkan upaya yang dilakukan saat ini bisa berlanjut terus setiap lima tahun hingga tahun 2045 dan terwujudnya Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Strategi mencapai Indonesia Feed the World 2045 supaya fokus pada inovasi teknologi ramah lingkungan seperti organik, biosaka, dan pembaharuan berbasis IPTEK, didukung kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang kuat, kelembagaan petani, penguatan hulu hingga hiirisasi hingga pasar, konsep efisiensi biaya dan ramah lingkungan, semuanya dikemas ke dalam sistem bioindustri dan dirancang berkelanjutan,

“Selain terwujudnya Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, juga terwujudnya tanah nusantara yang harmoni, maka seluruh produk pertanian menjadi produk yang baik dan berkualitas,” kata Suwandi dalam BTS Propaktani tersebut.

Ia mengatakan salah satu referensi dalam mewujudkan cita cita luhur Indonesia Feed the World 2045 sudah tertuang dalam buku strategi induk pembangunan pertanian agribisnis dan bioindustri 2014-2045. Pun tertuang dalam buku yang baru dirilis berjudul Elisitor Nuswantara Biosaka.

“Terobosan baru ini yakni Buku Biosaka menguraikan teknologi ramah lingkungan dan berbasis quatum akan berkembang di masyarakat petani nantinya karena lebih efisien dan produknya lebih bagus,” paparnya.

Wakil Ketua Umum HA PSL IPB, R.S. Suroyo mengatakan harus optimistis pada ulang tahun Indonesia yang ke seratus tahun yaitu Indonesia benar-benar bisa menjadi lumbung pangan dunia. Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tentunya dengan kontribusi dan dukungan dari banyak pihak.

“Semua pihak harus bahu membahu untuk bisa menuju Indonesia menuju lumbung pangan dunia. Pada tahun 2045,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Pemuda Tani Indonesia, Bayu Dwi Apri menyebutkan, kondisi existing pertanian di Indonesia saat ini petani umumnya telah menjalankan usahanya dalam waktu yang cukup lama dan melakukannya secara berulang. Kegiatan bertani bertujuan pada meminimumkan resiko bukan untuk memaksimalkan keuntungan.

“Petani bukan sepenuhnya bertindak sebagai businessman, melainkan lebih sebagai kepala rumah tangga. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah perubahan Iklim, alih fungsi lahan dan regenerasi petani,” katanya.

“Inovasi teknologi dibutuhkan untuk menjadi solusi terutama dalam permasalahan perubahan iklim, alih fungsi lahan dan regenerasi petani. Pemanfaatan lahan akan menjadi krusial kedepan dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pertanian kedepan adalah pertanian yang berbasis Kawasan dengan pemanfaatan teknologi serta kolaborasi antar stakeholder dari hulu sampai hilir,” pinta Bayu.

Ignatius Egan Jonatan Selaku Head of Product Edufarmers International menjelaskan dunia sedang berhadapan dengan tiga situasi pangan kritis yang datang dalam waktu yang bersamaan. Yaitu pandemi covid 19, perang di Ukraina semakin menghambat rantai pasokan makanan yang menyebabkan naiknya harga gandum, pupuk, dan energi serta perubahan iklim juga turut mempersulit produksi pangan.

Implementasi teknologi, sambungnya, menjadi kunci dalam membuka potensi agrikultur dan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Ada bermacam-macam teknologi pertanian yang dapat diterapkan oleh petani Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi.

“Diantaranya Alat dan mesin pendukung budidaya pertanian, teknologi benih unggul, teknologi dan sistem, pemanfaatan saprotan kimiawi, pemanfaatan saprotan organik, alat dan mesin pendukung panen dan pasca-panen serta teknologi industri 4.0,” papar Ignatius.

Selanjutnya, Ecologica Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan (PSL) IPB, Ratnawaty Fadilah menegaskan menuju Indonesia Feed the World 2045 bukan hanya tentang memastikan pasokan pangan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga melibatkan aspek keberlanjutan, keadilan sosial, dan kesejahteraan ekonomi.

Untuk mencapai Indonesia Feed the World 2045, diperlukan penguatan kapasitas masyrarakat terkait pertanian berkelanjutan, kebijakan pengelolaan pertanian berkelanjutan dan upaya kolaboratif dari pemerintah, petani, nelayan, pelaku usaha, masyarakat sipil, univeritas dan pemangku kepentingan lainnya.

“Strategi yang holistik dan berkelanjutan perlu diadopsi untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan membangun sistem pangan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif,” tegasnya. (nas)

Tags: Indonesia Feed The World 2045KementanpertanianPropaktaniRamah Lingkungansyahrul yasin limpo

Berita Terkait.

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Ekonomi, Pakar UI Tekankan Manfaat Nyata untuk Rakyat
Ekonomi

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Ekonomi, Pakar UI Tekankan Manfaat Nyata untuk Rakyat

Rabu, 30 September 2026 - 11:42
APBN 2027 Resmi Jadi UU, Pemerintah Genjot Ekonomi hingga Jaga Fiskal
Ekonomi

APBN 2027 Resmi Jadi UU, Pemerintah Genjot Ekonomi hingga Jaga Fiskal

Selasa, 29 September 2026 - 23:03
Indomilk FnB Solutions Perkuat Coffee dan Bakery lewat Inovasi Bite-Sized Pastry
Ekonomi

Indomilk FnB Solutions Perkuat Coffee dan Bakery lewat Inovasi Bite-Sized Pastry

Selasa, 29 September 2026 - 21:42
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh
Ekonomi

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Selasa, 29 September 2026 - 15:15
mineral
Ekonomi

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 12:52
bca
Ekonomi

BCA Expo Jabodetabek 2026 Tarik 39.500 Pengunjung, Promo KPR-KKB Berlanjut Online

Selasa, 29 September 2026 - 08:17

OLAHRAGA

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!
Olahraga

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 30 September 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID – Kontingen Indonesia terus menambah pundi-pundi medali di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberhasilan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel...

SelengkapnyaDetails
Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Rabu, 30 September 2026 - 07:53
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 - 15:30
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52
jasmine

Jasmine Azzahra Raih Perunggu BMX Racing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3915 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3880 shares
    Share 1552 Tweet 970
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1126 shares
    Share 450 Tweet 282
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.