• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PHE Siapkan Ekosistem Natural Hydrogen, Bidik Pengembangan Energi Masa Depan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:02
in Ekonomi
Stella

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, dalamFocus Group Discussion (FGD) dan Kick-Off Natural Hydrogen Taskforce, bertajuk “Accelerating Natural Hydrogen Ecosystem from Scientific Evidence to Energy Security”, pada Rabu-Kamis (12-13 Agustus 2026), di Yogyakarta. Foto: Dokumen PHE

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen atau hidrogen alami di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan.

Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, sekaligus membuka peluang Indonesia menjadi salah satu negara pionir dalam pengembangan natural hydrogen secara global.

BacaJuga:

Swiss-Belresort Dago Heritage Gandeng Hompimplay Tawarkan Paket Mulai Rp1,619 Juta

Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito

Wuling Aira EV Catat Respons Positif, Lebih dari 3.500 SPK dalam Dua Pekan

Upaya itu diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Kick-Off Natural Hydrogen Taskforce yang mempertemukan pemangku kepentingan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, perguruan tinggi, BRIN, Lemigas, peneliti, serta berbagai pihak terkait.

Mengusung tema “Accelerating Natural Hydrogen Ecosystem from Scientific Evidence to Energy Security”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (12-13 Agustus 2026), di Yogyakarta tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem natural hydrogen nasional.

Ekosistem tersebut mencakup penguatan scientific evidence, pengembangan teknologi, regulasi, kelembagaan, eksplorasi, hingga kesiapan menuju tahap pengembangan komersial.

Direktur Eksplorasi PHE Asep Samsul Arifin mengatakan, PHE bersama Kementerian ESDM, perguruan tinggi, Lemigas, dan sejumlah peneliti telah melakukan studi regional dalam dua tahun terakhir untuk mengidentifikasi indikasi dan potensi natural hydrogen di Indonesia.

Sejumlah wilayah, termasuk Ampana di Sulawesi Tengah, menjadi bagian dari kajian tersebut.

Menurut Asep, fenomena keluarnya gas atau api secara alami di sejumlah wilayah Indonesia merupakan indikasi geologi yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan bukti ilmiah melalui kegiatan eksplorasi yang terstruktur.

“Sebetulnya hidrogen itu bukan sesuatu yang asing bagi kita. Selama ini hidrogen banyak kita kenal dalam bentuk yang terikat dengan karbon menjadi hidrokarbon. Ke depan, kita melihat peluang untuk menemukan akumulasi dan memanfaatkan hidrogen yang terbentuk secara alami di bawah permukaan bumi,” katanya.

Asep menjelaskan, pengembangan natural hydrogen membutuhkan tahapan yang terukur, mulai dari penguatan scientific evidence, eksplorasi, produksi, hingga pemanfaatan dan masuk ke pasar.

Karena itu, kepastian regulasi dan kerangka kelembagaan menjadi faktor penting agar pengelolaan sumber daya tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi.

“Dari scientific evidence, langkah berikutnya adalah bagaimana kita dapat melakukan eksplorasi dan produksi, kemudian masuk ke market. Untuk itu dibutuhkan kerangka regulasi dan perizinan yang jelas karena sumber daya ini merupakan kekayaan negara dan pengelolaannya harus berada dalam kerangka yang ditetapkan oleh negara,” tuturnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie menilai natural hydrogen memiliki karakteristik yang menarik sebagai sumber energi masa depan.

Menurutnya, natural hydrogen tersedia secara alami di bawah permukaan bumi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki prospek keekonomian.

Indonesia, lanjutnya, memiliki potensi natural hydrogen yang besar. Di sisi lain, perkembangan teknologi dan industri natural hydrogen secara global masih berada pada tahap riset dan pengembangan.

Kondisi tersebut justru membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan negara lain, tetapi membangun kapasitas nasional sejak awal.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bagian dari perkembangan awal natural hydrogen secara global. Dengan potensi sumber daya yang kita miliki dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berjalan, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun kapasitas nasional sejak sekarang,” ujar Stella.

Pandangan serupa disampaikan Komisaris PHE Nanang Untung. Ia menilai Indonesia perlu segera membangun ekosistem pengembangan natural hydrogen secara terarah, mulai dari aspek ilmiah, teknologi, regulasi hingga kesiapan operator.

Menurut Nanang, pengembangan natural hydrogen memiliki sejumlah kesamaan fundamental dengan industri minyak dan gas bumi, khususnya dalam aspek pengelolaan sumber daya bawah permukaan.

Kompetensi seperti subsurface evaluation, studi geologi dan geofisika, resource assessment, pengeboran, well testing, produksi, hingga pengelolaan fasilitas merupakan kemampuan yang telah lama dikembangkan industri hulu migas.

“Kalau kita lihat dari sisi nature dan DNA-nya, natural hydrogen memiliki banyak kesamaan fundamental dengan migas, terutama dari sisi subsurface, eksplorasi, pengeboran, produksi, dan pengelolaan sumber daya. Karena itu, pengalaman dan kapabilitas yang telah dibangun dalam industri hulu migas menjadi modal yang sangat relevan untuk mengembangkan natural hydrogen,” terangnya.

Nanang menambahkan, perkembangan regulasi di sejumlah negara menunjukkan natural hydrogen mulai ditempatkan dalam kerangka pengaturan yang berdekatan dengan sumber daya gas alam dan industri migas.

Hal tersebut terutama berkaitan dengan aspek eksplorasi, perizinan, pengelolaan sumber daya, serta pembangunan infrastruktur.

Dalam konteks Indonesia, Nanang menilai PHE memiliki posisi strategis untuk mengambil peran sebagai National Lead Operator dalam pengembangan natural hydrogen.

Posisi tersebut didukung pengalaman PHE dalam mengelola sumber daya bawah permukaan serta ekosistem Pertamina yang mencakup teknologi, engineering, drilling, jasa penunjang, infrastruktur hingga komersialisasi.

“Indonesia membutuhkan lead operator yang memiliki kemampuan teknis sekaligus ekosistem yang kuat untuk membawa natural hydrogen dari tahap scientific evidence menuju eksplorasi dan pengembangan. Dengan pengalaman PHE di industri hulu migas dan dukungan ekosistem Pertamina, kami melihat PHE memiliki kapabilitas yang sangat relevan untuk mengambil peran tersebut,” jelas Nanang.

Melalui Natural Hydrogen Taskforce, PHE bersama para pemangku kepentingan mendorong terbentuknya langkah konkret untuk mempercepat pengembangan natural hydrogen nasional.

Taskforce tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk menyelaraskan agenda riset, pemetaan potensi, pengembangan teknologi, penyusunan regulasi dan tata kelola, hingga persiapan kegiatan eksplorasi.

PHE juga terus memperkuat kapabilitas dan riset untuk memahami potensi sumber daya, teknologi eksplorasi, serta peluang pengembangan natural hydrogen secara komersial.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PHE untuk mengubah scientific evidence menjadi sumber energi yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kepentingan nasional.

PHE meyakini kolaborasi pemerintah, Pertamina, industri, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian menjadi kunci untuk mengubah potensi natural hydrogen menjadi sumber energi yang memberikan manfaat nyata bagi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

Dengan membangun ekosistem sejak dini, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu pionir pengembangan natural hydrogen dunia sekaligus memanfaatkan sumber daya tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.(rmn)

Tags: Ketahanan Energi IndonesiaNatural HydrogenPertamina Hulu EnergiPHE

Berita Terkait.

Room
Ekonomi

Swiss-Belresort Dago Heritage Gandeng Hompimplay Tawarkan Paket Mulai Rp1,619 Juta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:05
Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito
Ekonomi

Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:34
Aira-ev
Ekonomi

Wuling Aira EV Catat Respons Positif, Lebih dari 3.500 SPK dalam Dua Pekan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:04
Merchandise
Ekonomi

J&T Express Gandeng Tahilalats, Warnai Perayaan 11 Tahun dengan Aktivasi Kreatif

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:03
Pelatihan
Ekonomi

Grup PHI Zona 9 Jangkau Lebih dari 750 Penerima Manfaat Program PPM

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:00
Perwira-PGN
Ekonomi

Penyempurnaan PGN Mobile, Pelanggan Kini Bisa Catat Meter Mandiri Lebih Akurat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:09

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3764 shares
    Share 1506 Tweet 941
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.