• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Wisata Alam di Kawasan Badui Makin Padat Pengunjung

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 29 Mei 2023 - 03:15
in Nusantara
Pengunjung-Wisata-Alam-Badui

Para pengunjung wisata alam Badui berjalan hati - hati saat melintasi jalan setapak dengan kondisi curam tebing ketika naik menuju lokasi Gajeboh di pedalaman Badui.ANTARA/Mansur

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wisata alam di kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dipadati pengunjung untuk mengisi liburan akhir pekan.

“Kami pertama kali mengunjungi kawasan pemukiman Badui untuk menikmati panorama alam dengan berjalan kaki melintasi jalan setapak menembus hutan belukar, curam tebing,”kata Agung (45), seorang pengunjung warga Jakarta saat ditemui di pemukiman Badui di Lebak, Minggu.

BacaJuga:

Banten Bergetar Pagi Ini, BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Gempa

Tim Gabungan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Batang Ganja di Aceh Utara

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim

Para pengunjung yang memadati kawasan pemukiman Badui itu datang di sejumlah daerah di Provinsi Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

Lokasi favorit yang banyak dikunjungi wisatawan itu lokasi Gajeboh, karena terdapat jembatan gantung yang terbuat dari bambu dengan menggunakan ikat tali pohon aren.

Baca Juga : Wisatawan Padati Kawasan Masyarakat Adat Badui

Jembatan gantung dengan panjang tujuh meter dan lebar satu meter cukup kuat dilintasi 20 orang.

Sedangkan, di bawah jembatan gantung itu aliran sungai yang kondisi airnya bersih jernih juga sesekali terdengar kicauan burung yang ada di sekitar perbukitan itu.

Untuk mengunjungi lokasi Gajeboh dari Terminal Ciboleger berjalan kaki sepanjang tiga kilometer melintasi jalan setapak hutan belukar dan tebing curam yang terjal itu.

Banyak pengunjung tidak kuat berjalan dan memilih istirahat dan duduk di bale-bale rumah warga Badui.

Sebab, kondisi medan menuju Gajeboh terjal dengan kondisi jalan naik dan turun cukup tajam dan pengunjung yang sudah usia di atas 60 tahun terpaksa kembali ke Ciboleger.

“Kami merasa senang berjalan kaki yang kondisi seperti itu menggunakan tongkat dan sampai lokasi Gajeboh,” kata Agung.

Begitu juga Mumu (40) bersama rombongan kantor warga Kabupaten Serang mengaku dirinya mengunjungi lokasi Gajeboh di pedalaman Badui cukup menguras tenaga juga penuh hati-hati berjalan kaki dengan kondisi licin diguyur hujan.

Kondisi jalan setapak curam tebing perbukitan kawasan Badui sangat melelahkan ketika berjalan setapak naik cukup tinggi.

“Saya kira perjalanan Ciboleger ke Gajeboh melelahkan dan penuh tantangan dengan medan terjal dan curam tebing,”katanya menjelaskan.

Rina (23) seorang mahasiswa warga Bogor mengaku dirinya bersama rombongan akan mengunjungi kawasan Badui Dalam yakni Kampung Cibeo dengan menempuh jalan kaki selama lima jam dengan jarak tempuh 14 kilometer dari Ciboleger.

Perjalanan itu melintasi kawasan hutan di pedalaman Badui dengan kondisi jalan setapak dan banyak tebing curam, sehingga hati-hati agar tidak jatuh.

“Kami bersama rombongan didampingi warga Badui menuju Badui Dalam dan pulang Senin (29/5) itu,” kata Rina.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes yang juga tokoh Badui Jaro Saija mengatakan para pengunjung yang mendatangi kawasan Badui setiap akhir pekan cukup ramai untuk wisata alam dengan berjalan kaki melintasi jalan setapak dan banyak curam tebing di perbukitan, sehingga harus hati -hati, terlebih curah hujan.

Selain itu juga pengunjung agar mematuhi aturan di antaranya tidak berenang di kolam dan aliran sungai juga tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami mencatat pengunjung akhir pekan bisa mencapai sekitar 1.200 orang, apalagi saat ini panen durian,”katanya. (bro)

Tags: baduiBantenwisata alam

Berita Terkait.

Gempa-banten
Nusantara

Banten Bergetar Pagi Ini, BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Gempa

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:42
bc2
Nusantara

Tim Gabungan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Batang Ganja di Aceh Utara

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:30
Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim
Nusantara

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:17
Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:03
Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara
Nusantara

Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:57
2 Tersangka Penipuan Investasi Dicokok, Korban Minta Fakta Dibuka Terang Benderang
Nusantara

2 Tersangka Penipuan Investasi Dicokok, Korban Minta Fakta Dibuka Terang Benderang

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:37

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7143 shares
    Share 2857 Tweet 1786
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1122 shares
    Share 449 Tweet 281
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1777 shares
    Share 711 Tweet 444
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
Floranus
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31

INDOPOSCO.ID - Pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 antara Ekuador dan Curacao berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim bermain imbang...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
Brobbey

Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:02
Pemain-Paraguay

Turki Angkat Koper, Arda Guler Minta Maaf

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:01
malarza

Piala Dunia 2026: Gol Kilat Galarza Bawa Paraguay Tumbangkan Turki 1-0

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:57
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.