• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Jatuh Karena Ambil Untung, Fed Akan Tetap Keras Lawan Inflasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 22 Maret 2023 - 09:36
in Ekonomi
emas batangan

Ilustrasi - Batangan emas di pabrik pemisahan emas dan perak di Wina, Austria. Antara/Reuters/Leonhard Foeger/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Selasa (21/3) atau Rabu (22/3) pagi WIB, karena para investor mengambil untung setelah emas diperdagangkan pada level teknis tinggi baru-baru ini dan Federal Reserve diperkirakan akan tetap keras dalam perang melawan inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh 41,70 dolar AS atau 2,10 persen menjadi ditutup pada 1.941,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.988,70 dolar AS dan terendah di 1.939,60 dolar AS.

BacaJuga:

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Citroën Lanjutkan Penyerahan Unit Ë-C3 All Electric Tahap II untuk Bisnis PT Express

Kecerdasan Buatan Jadi Akselerator Utama Produktivitas Developer Indonesia

Emas berjangka terangkat 9,30 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.982,80 dolar AS pada Senin (20/3), setelah melonjak 50,50 dolar AS atau 2,63 persen menjadi 1.973,50 dolar AS pada Jumat (17/3), dan jatuh 8,30 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.923,00 dolar AS pada Kamis (16/3).

Penurunan pasar dalam 24 jam terakhir menunjukkan logam emas mungkin harus membangun lebih banyak kekuatan di posisi terendah untuk membuat dorongan kuat lainnya, kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di SKCharting.com, seperti dilansir Antara, Rabu (22/3).

“Karena harga bertahan di bawah 1.968-1.978 dolar AS, kita dapat memperkirakan koreksi lebih lanjut menuju area support 1.932-1.928 dolar AS,” ujar Dixit, Rabu (22/3).

“Menembus dan mempertahankan di atas 1.968-1.978 dolar AS adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan emas ke jalur bullish untuk melanjutkan tren naik, yang awalnya menargetkan 2.010 dolar AS, diikuti oleh 2.040 dolar AS dan 2.056 dolar AS,” tambahnya.

Yang juga menguji keberanian para pembeli emas adalah tindakan Fed selama 24 jam ke depan. Investor menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), setelah penutupan lantai perdagangan pada Rabu, untuk sinyal tentang jalur suku bunga ke depan.

The Fed diperkirakan akan menyetujui kenaikan 25 basis poin lainnya pada pertemuan 22 Maret, membawa suku bunga AS ke puncak 5,0 persen, dan menganjurkan kenaikan lebih lanjut yang akan membantu mengejar inflasi yang tumbuh pada tingkat tahunan 6,0 persen pada Februari.

Sementara itu, National Association of Realtors melaporkan Selasa (21/3), penjualan rumah yang telah ada atau existing home di AS melonjak 14,5 persen pada Februari dari Januari ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,58 juta. Ini adalah laju penjualan terkuat sejak September dan lebih tinggi dari 4,2 juta yang diharapkan oleh para ekonom.

Namun demikian, para analis pasar berpendapat bahwa momentum tetap menguntungkan emas, mengingat meningkatnya ketidakpastian setelah pasar keuangan global melemah.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei tergelincir 22,10 sen atau 0,98 persen, menjadi ditutup pada 22,425 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 20,10 dolar AS atau 2,02 persen, menjadi menetap pada 976,70 dolar AS per ounce. (mg1)

Tags: emasharga emasInflasithe fed

Berita Terkait.

sawit
Ekonomi

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Minggu, 26 April 2026 - 09:51
Penyerahan
Ekonomi

Citroën Lanjutkan Penyerahan Unit Ë-C3 All Electric Tahap II untuk Bisnis PT Express

Sabtu, 25 April 2026 - 23:22
Oon-Arfiandwi
Ekonomi

Kecerdasan Buatan Jadi Akselerator Utama Produktivitas Developer Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:41
Penumpang
Ekonomi

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 - 22:21
FIFA-Gift
Ekonomi

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

Sabtu, 25 April 2026 - 12:39
IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi
Ekonomi

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:31

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1352 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.