• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Hama Belalang Mengamuk di Pulau Sumba

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 5 Maret 2023 - 17:33
in Nusantara
Ilustrasi hama belalang. Foto: ANTARA

Ilustrasi hama belalang. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB dan tiga kampus untuk bersama-sama menangani hama belalang yang kerap menyerang tanaman pertanian warga di wilayah Pulau Sumba.

“Kami bekerja sama dengan pihak FAO dan perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institusi Pertanian Bogor melakukan riset untuk penanganan hama belalang kumbara di Sumba,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Oemboe Wanda dalam keterangan yang diterima di Kupang, Minggu (5/3).

BacaJuga:

Sampah Disulap Jadi Cuan, Maggot BSF Bikin Warga Gunungkidul Ketiban Rezeki

Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Melonjak Jadi 110 Ribu Jiwa

Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan

Ia mengatakan hal itu berkaitan dukungan Pemerintah Provinsi NTT untuk penanganan serangan hama belalang kumbara yang kerap menyerang tanaman pertanian di Pulau Sumba.

Oemboe Wanda mengatakan pihaknya bersama FAO dan perguruan tinggi tersebut melakukan riset atau kajian di lapangan mengenai hama belalang kumbara termasuk ekosistemnya, untuk mendukung penanganan.

Menurut dia, persoalan hama belalang di Pulau Sumba cukup kompleks karena menyangkut ekosistem yang saling berkaitan di dalamnya.

Belalang kumbara, kata dia, biasanya memiliki habitat di daerah yang lembap dan tertutup atau di hutan seperti di Kabupaten Sumba Timur.

Belalang kumbara biasa dimangsa oleh jenis burung tertentu sehingga populasi terkendali, namun ketika populasi burung pemangsa berkurang akibat diburu warga maka populasi belalang semakin bertambah pesat.

“Kondisi yang kompleks seperti ini yang dikaji di lapangan termasuk juga perubahan lingkungan yang terjadi yang membuat belalang bermigrasi untuk mencari tempat makan baru,” ucapnya seperti dikutip dari Antara, Minggu (5/3/2023).

Ia menjelaskan, hama belalang kumbara pada umumnya menyerang tanaman pertanian seperti jagung, tebu, padi, secara menyebar atau sporadis di titik tertentu.

Lebih lanjut, Oemboe Wanda mengatakan, selain itu, upaya penanganan hama belalang juga dilakukan melalui sinergi bersama kementerian terkait serta empat pemerintah kabupaten di Pulau Sumba.

Pemerintah provinsi, kata dia, juga memiliki satu unit pelaksana teknis perlindungan tanaman di Kecamatan Lewa Sumba Timur yang menyediakan dan mendistribusikan obat-obatan pembasmi hama.

“Langkah-langkah penanganan hama belalang dilakukan secara masif di lapangan sehingga diharapkan ke depan, potensi kerusakan tanaman pertanian dapat diminimalisir,” ujarnya. (mg1)

Tags: Hama BelalangPemprov NTTPulau Sumba

Berita Terkait.

Sampah Disulap Jadi Cuan, Maggot BSF Bikin Warga Gunungkidul Ketiban Rezeki
Nusantara

Sampah Disulap Jadi Cuan, Maggot BSF Bikin Warga Gunungkidul Ketiban Rezeki

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:31
Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Melonjak Jadi 110 Ribu Jiwa
Nusantara

Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Melonjak Jadi 110 Ribu Jiwa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Nusantara

Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:40
Gempa Susulan Flores Tembus 5.012 Kali, BMKG: 31 Kali di Atas Magnitudo 5.0
Nusantara

Gempa Susulan Flores Tembus 5.012 Kali, BMKG: 31 Kali di Atas Magnitudo 5.0

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:56
manado
Nusantara

Persit KCK Ranting 4 Paldam XIII/Merdeka Berbagi Kepedulian ke Panti Asuhan Manado

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:33
Sertifikat
Nusantara

Pelayanan Makin Dekat, Perlindungan Keimigrasian Diperkuat dari Desa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:07

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.