• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bappenas: Ada Empat Isu Strategis Pendidikan Tinggi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 18 Oktober 2022 - 20:32
in Nasional
Tangkapan layar Pelaksana tugas Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko dalam webinar di Jakarta, Selasa (18/10/2022). ANTARA/Indriani

Tangkapan layar Pelaksana tugas Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko dalam webinar di Jakarta, Selasa (18/10/2022). ANTARA/Indriani

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pelaksana tugas Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko mengatakan ada empat isu strategis pendidikan tinggi yang membutuhkan intervensi kebijakan.

“Pertama, adalah pemerataan akses ke perguruan tinggi yang berkualitas. Isu utama pendidikan kita pemerataan tidak hanya Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Bahkan antarkabupaten di Pulau Jawa juga tidak merata,” ujar Subandi dalam webinar Pendidikan Tinggi di Masa Depan yang dipantau di Jakarta, Selasa.

BacaJuga:

Hindari Kesalahan Pembentukan UU, Irma Suryani Desak DPR Cermat Bahas RUU Ketenagakerjaan

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Dia memberi contoh bagaimana di Jawa Timur, antara Kota Surabaya dan Pulau Madura mengalami perbedaan dalam pemerataan akses pendidikan tinggi. Di Kota Surabaya, angka partisipasi pendidikan tinggi lebih tinggi dibandingkan Pulau Madura.

Baca Juga: Bappenas Ingin Pendekatan Industri Demi Majukan Prestasi Olahraga

“Ini yang menjadi perhatian kita. Kita target peningkatan indeks pembangunan manusia, maka untuk mengatasi itu isu terkait pemerataan ini harus diselesaikan,” terang dia.

Berikutnya, lanjut dia, adalah sumber daya manusia yakni lulusan perguruan tinggi yang berkualitas. Kemudian penguatan tata kelola pendanaan perguruan tinggi.

“Terakhir adalah peningkatan daya saing pendidikan tinggi. Empat tantangan ini merupakan hasil identifikasi paruh waktu RPJMN 2020 – 2024,” kata dia lagi.

Dia menjelaskan webinar tersebut merupakan studi latar belakang terkait penyusunan RPJPN 2025 – 2045 dan RPJMN 2025 – 2029. Proses penyusunan tersebut dilakukan melalui tiga tahap yakni penyiapan rancangan pembangunan, kemudian dilanjutkan dengan Musrenbang dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

“Selanjutnya adalah penyusunan rancangan awal RPJPN 2025-2045. Jadi ini bahan yang kita siapkan dari beberapa serial diskusi untuk penyelenggaraan Musrenbang jangka panjang,” imbuh dia.

Dalam proses penyusunan rancangan tersebut, membutuhkan partisipasi, sinergitas dan juga koordinasi yang kuat dari pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam perumusan perancangan pendidikan tinggi hingga 20 tahun ke depan. (bro)

Tags: Bappenaspendidikan

Berita Terkait.

Gd-Kura-Kura
Nasional

Hindari Kesalahan Pembentukan UU, Irma Suryani Desak DPR Cermat Bahas RUU Ketenagakerjaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:39
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:44
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:31
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:37
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:34
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:57

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    2895 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1573 shares
    Share 629 Tweet 393
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.