• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Konsorsium Bentang Seblat Petakan Koridor Gajah di Bengkulu

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 28 September 2022 - 20:20
in Nasional
gajah
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Konsorsium Bentang Seblat bersama pemangku kawasan hutan di wilayah Provinsi Bengkulu menurunkan tim untuk memetakan koridor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Gajah.

“Ada empat tim yang diturunkan ke empat titik untuk memetakan jalur koridor atau konektivitas gajah di Bentang Alam Seblat Bengkulu,” kata penanggung jawab Konsorsium Bentang Seblat Ali Akbar di Bengkulu, Rabu.

BacaJuga:

Menteri Kanada Terharu Menonton Film tentang Kartini

KPK Ultimatum PIHK yang Belum Kembalikan Aliran Dana Kuota Haji

Tekan AKI dan Stunting, BCA Hadirkan Teknologi Deteksi Preeklamsia di Puskesmas

Ia mengatakan bahwa tim-tim tersebut akan memeriksa kondisi koridor yang telah dipetakan bersama oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta korporasi yang memiliki area konsesi di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Gajah.

Pengecekan untuk mengetahui kelayakan koridor gajah mencakup jalur sepanjang 82,67 kilometer yang mencakup wilayah Hutan Produksi (HP) Air Teramang, HP Air Rami, Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Ipuh I dan II, HPT Lebong Kandis, serta Taman Wisata Alam (TWA) Seblat.

Baca Juga: BKSDA Cari Tahu Penyebab Kematian Gajah di Kebun Karet Warga Jambi

“Jalur ini penting untuk menghubungkan habitat gajah yang saat ini sudah terkotak-kotak akibat aktivitas ilegal di dalam hutan, ditambah lagi pemberian izin konsesi hutan dan perkebunan yang beroperasi dalam habitat gajah,” kata Ali.

Ali menjelaskan bahwa rancangan koridor gajah di Bentang Seblat merupakan hasil kerja Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE Koridor Gajah yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bengkulu tahun 2017.

Setelah melakukan pemetaan koridor, forum akan membahas penetapan koridor gajah di Bentang Seblat, pemasangan prasarana pendukung, serta pelaksanaan pengawasan.

Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Bengkulu Gunggung Senoaji mengemukakan bahwa koridor gajah di lanskap Seblat merupakan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan populasi gajah sumatera di Provinsi Bengkulu.

“Gajah sumatera yang tersisa di Bengkulu tidak lebih dari 70 individu yang terpisah menjadi beberapa kelompok kecil yang terperangkap dalam kantong-kantong habitat yang rentan terhadap gangguan, karena itu perlu koridor untuk menghubungkan habitat,” kata Gunggung selaku anggota Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE.

Selain anggota Konsorsium Bentang Seblat yang terdiri atas lembaga non-pemerintah Kanopi Hijau Indonesia, Genesis Bengkulu, dan Lingkar Inisiatif, tim pemantau koridor gajah mencakup perwakilan pemegang izin perkebunan dan pengusahaan hutan, yakni PT Bentara Arga Timber dan PT Alno Agro Utama. (bro)

Tags: bengkulugajahKonsorsium Bentang SeblatKoridor Gajah

Berita Terkait.

ottawa
Nasional

Menteri Kanada Terharu Menonton Film tentang Kartini

Jumat, 24 April 2026 - 21:11
KPK
Nasional

KPK Ultimatum PIHK yang Belum Kembalikan Aliran Dana Kuota Haji

Jumat, 24 April 2026 - 14:44
Pemeriksaan
Nasional

Tekan AKI dan Stunting, BCA Hadirkan Teknologi Deteksi Preeklamsia di Puskesmas

Jumat, 24 April 2026 - 13:03
FieldGIG
Nasional

Kolaborasi Tak Biasa, FieldGIG x Hangtuah Jakarta Bawa Teknologi ke Garda Depan Pangan

Jumat, 24 April 2026 - 12:22
Srikandi
Nasional

Srikandi PLN EPI Ajak Lawan Kekerasan, Speak Up Jadi Kunci Perubahan

Jumat, 24 April 2026 - 12:12
Viva-Yoga
Nasional

Terima Delegasi HMI dan KAHMI, Wamen Viva Yoga: Di Tengah Dinamika Politik Tetap Penting Menjaga Independensi Etis dan Organisatoris

Jumat, 24 April 2026 - 11:41

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1343 shares
    Share 537 Tweet 336
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.