• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

KSP Sebut Pemerintah Tetap Pantau Perkembangan Krisis Energi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 15 September 2022 - 23:49
in Headline
Abraham-Wirotomo

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo memberikan keterangan pada awak media di Patung Kuda, Jakarta, Kamis (15/9/2022). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden( KSP) Abraham Wirotomo mengatakan pemerintah tetap memantau perkembangan krisis energi dunia yang masih berlangsung hingga kini.

Penyesuaian harga BBM yang diambil pemerintah saat ini, kata Abraham, akibat harga minyak dunia yang biasanya 60 dolar AS per barel menjadi hampir 100 dolar AS per barel.

BacaJuga:

Six UNIFIL Peacekeepers Killed in Lebanon, Indonesian Troops Suffer Highest Casualties

Total 6 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Jadi Korban Terbanyak

Indonesian Soldier Killed, House Urges UN to Review Protection of UNIFIL Troops

“Harga minyak sempat turun ke angka sekitar 80 dolar AS per barel, sekarang sedang merangkak naik lagi ke angka 90 dolar AS per barel. Apabila kita tidak melakukan penyesuaian maka prediksinya subsidi BBM itu bisa membengkak lagi,” kata Abraham di Patung Kuda, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (15/9/2022).

Baca Juga : Polri-TNI Siaga Penuh Amankan Demonstrasi Tolak Kenaikan BBM

Seiring dengan itu, lanjut Abraham, pemerintah juga mempertimbangkan untuk memberikan batasan kuota pembelian BBM bersubsidi untuk memastikan hanya masyarakat berpenghasilan rendah yang berhak membeli BBM bersubsidi.

“Kelompok orang kaya yang punya mobil mewah, tentu saja pemerintah mengharapkan mereka membeli BBM yang non subsidi, ini menjadi pertimbangan dan sedang dibahas mekanismenya seperti apa. Aplikasi MyPertamina juga sudah mulai diuji coba, tentu nanti kami akan evaluasi,” ucapnya.

Seiring dengan gelombang demonstrasi yang terus menerus terjadi terhadap penyesuaian harga BBM, Abraham mengatakan pemerintah selalu menerima masukan dan juga menyadari rasa berat yang diterima masyarakat atas kebijakan tersebut.

“Jangankan masyarakat, pemerintah yang mengambil keputusan ini saja merasa berat, dan merasa keputusan ini bukan keputusan yang nyaman dan enak tetapi keputusan ini terpaksa diambil dunia, karena 107 negara sedang menghadapi krisis,” tuturnya.

Pemerintah juga, disebut dia, justru berusaha menekan harga BBM di Indonesia tetap terjangkau dengan cara menaikkan besaran anggaran subsidi yang disebutnya bahwa tahun 2021 lalu itu Rp188 triliun, pada tahun 2022 sudah dinaikkan ke angka Rp502 triliun.

Selain itu, lanjut dia, ketika pemerintah harus menyesuaikan harga BBM, mereka memprioritaskan perlindungan terutama kepada kelompok ekonomi rentan.

“Caranya, dengan memberikan tiga skema bantuan sosial, pertama yakni BLT BBM, bantuan subsidi upah, dan bantuan subsidi transportasi,” ucapnya.

Gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM telah berlangsung selama lebih dari sepekan. Unjuk rasa digelar sejumlah elemen di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia.

Unjuk rasa yang digelar masyarakat seiring dengan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax yang diumumkan Presiden RI Joko Widodo pada Sabtu (3/9) pukul 13.30 WIB.

Harga Pertalite yang semula Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.(mg2)

Tags: BBM Bersubsidiharga BBMKrisis EnergiKSPpemerintah

Berita Terkait.

Prajurit
Headline

Six UNIFIL Peacekeepers Killed in Lebanon, Indonesian Troops Suffer Highest Casualties

Sabtu, 25 April 2026 - 19:08
Pasukan
Headline

Total 6 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Jadi Korban Terbanyak

Sabtu, 25 April 2026 - 19:08
Prajurit
Headline

Indonesian Soldier Killed, House Urges UN to Review Protection of UNIFIL Troops

Sabtu, 25 April 2026 - 18:07
Prajurit
Headline

Prajurit TNI Jadi Korban, DPR RI Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Sabtu, 25 April 2026 - 18:07
Lagi, Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan
Headline

Lagi, Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan

Sabtu, 25 April 2026 - 09:26
bahlil
Headline

Respons Bahlil terkait Usulan KPK: di Golkar Tiap Munas Ada Ketua Umum Baru

Sabtu, 25 April 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1353 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.