INDOPOSCO.ID – Ketegangan konflik di Timur Tengah yang meletus sejak akhir Februari 2026 telah merenggut nyawa enam anggota pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) hingga April. Dari jumlah tersebut, prajurit TNI menjadi kontingen dengan jumlah korban jiwa terbanyak.
Korban meninggal dunia terbaru dari pasukan UNIFIL asal Indonesia adalah Kopral Rico Pramudia pada Jumat (24/4/2026). Ia sempat menjalani perawatan setelah terluka parah akibat hantaman proyektil di pangkalan PBB Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
“UNIFIL mengumumkan pagi ini bahwa Kopral Pramudia telah meninggal, meninggal karena luka-lukanya di sebuah rumah sakit di Beirut,” tulis UNIFIL seperti dilansir dari Sky News, Sabtu (25/4/2026).
Data lainnya menunjukkan bahwa dua tentara Prancis yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) meninggal dunia akibat serangan di Lebanon selatan pada April 2026. Korban pertama merupakan seorang prajurit yang tewas seketika saat melakukan pembersihan jalan di wilayah tersebut pada 18 April 2026.
Korban kedua adalah Kopral Kepala Anicet Girardin, yang mengalami luka parah dalam serangan yang sama pada 18 April. Setelah sempat dievakuasi ke Prancis pada 21 April, dia dinyatakan meninggal dunia akibat luka-lukanya pada 22 April 2026.
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengonfirmasi kabar duka atas tewasnya tentara mereka akibat serangan pada Sabtu (18/4/2026).
“Seorang penjaga perdamaian Prancis, yang terluka di Lebanon selatan pada hari Sabtu, telah meninggal dunia,” jelas Macron seperti dilansir dari Al Jazeera beberapa waktu lalu.
Sementara itu, korban pasukan UNIFIL yang lebih dulu meninggal dunia saat menjalankan tugasnya adalah tiga prajurit TNI yang meninggal sebelumnya yaitu Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon. Ketiganya dinyatakan gugur pada akhir Maret 2026.
Berdasarkan laporan resmi, Praka Fahrizal gugur di pos UNIFIL wilayah Adchit Al Qusayr, sementara Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad tewas dalam serangan yang menyasar konvoi logistik di Bani Hayyan.(dan)









