• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Posisi Monoarfa

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 12 September 2022 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – BEGITU cepat birokrasi kita. Empat hari setelah diajukan pengesahan itu langsung diterbitkan: Mardiono menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan.

BacaJuga:

Wasiat Icha

Model Polytron

Serba Mirip

Suharso Monoarfa pun kehilangan angin. Posisinya tiba-tiba sangat sulit: mau melawan atau menyerah.

Kalau ia melawan sangat tidak elok. Ia seorang menteri: Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Yang dilawan juga menteri: Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Untuk bisa melawan dengan total ia harus mundur dari kabinet. Pertanyaannya: apakah tidak eman. Ia bisa kehilangan dua. Ia memang sudah mengatakan tidak takut kehilangan jabatan (Disway 9 September 2022) tapi apakah ia bisa mendapat restu.

Sejauh ini DPP yang baru tidak mengindikasikan ingin mengganti posisi Suharso di kabinet. Tinggal Suharso sendiri yang harus mikir: apakah mau duduk di kursi sambil mempertaruhkan harga diri.

“Saya akan konsultasi dulu dengan bapak Presiden,” ujarnya. Saya lagi di Karawang menjelang subuh kemarin, saat Suharso menghubungi saya. Lebih 5.000 orang sudah siap senam Disway bersama Bupati Cellica yang cantik dengan 5 i itu. “Pengesahan itu membuat posisi saya sulit,” kata Suharso menjelang subuh itu.

Sehari kemudian saya berada di Institut Pesantren KH Abdul Chalim di Pacet, Mojokerto. Ada wisuda di situ –saya diminta pidato wisuda. Saya mencoba bertanya pada politisi lokal: apakah PPP tidak jadi hilang dari DPR di Pemilu depan. Mereka pernah mengatakan kepada saya: di bawah ketua umum Suharso, PPP akan hilang dari DPR. Menjadi partai gurem. Tiba-tiba Suharso diganti. Apakah pergantian itu akan membawa kebaikan bagi PPP. “Mungkin bisa bertahan,” jawab mereka kemarin.

“Tidak boleh hanya bertahan. Harus meningkat,” ujar Muhammad Mardiono, Plt Ketua Umum PPP tadi malam.

Mardiono memang menelepon ketika saya dalam perjalanan menuju Surabaya. “Di Pemilu 2014, di saat PPP dilanda konflik berat saja bisa dapat 39 kursi. Saya harus mengembalikan itu,” katanya.

Kini PPP tinggal punya 19 kursi DPR. “Kami akan gerakkan kembali kader PPP di bawah,” katanya.

Mardiono ternyata lahir di Yogyakarta. Dari orang tua asli Magelang. Bahasa Jawanya halus. Kromo. Rendah hati. “Saya ini dari keluarga sangat miskin,” katanya. Mardiono pun bercerita masa remajanya. “Saya sampai pernah menjadi sopir angkot,” tambahnya. Itu ia lakukan ketika harus ikut pakde-nya di Blabak, dekat Magelang.

Di Blabak pula Mardiono menamatkan SMA. Di SMA swasta. Lalu merantau ke Jakarta. Kerja apa saja. Akhirnya pindah ke Cilegon, Banten. Dapat pekerjaan di sana.

Di Cilegon pula Mardiono masuk PPP. Di anak cabang. Saat itu Cilegon masih berstatus kecamatan. “Saya masuk PPP karena kakek saya dulu PPP,” katanya. Sang kakek adalah kiai kampung di Magelang.

Ia kenal Suharso. Sudah lebih 20 tahun. Yakni sejak ia masih  menjadi ketua PPP wilayah Banten. “Waktu itu beliau anggota DPR dari PPP,” kata Mardiono.

Karir politik Mardiono naik ke pusat ketika Romy Romahurmuziy menjadi ketua umum PPP. Mardiono diangkat menjadi wakil ketua umum.

Maka Mardiono mestinya menjadi Plt ketua umum ketika Romy terkena perkara KPK. Begitulah bunyi anggaran dasar partai. “Tapi Mbah Moen menghendaki lain. Saya ikut saya perintah beliau,” ujar Mardiono. Mbah Moen adalah KH Maimoen Zubair, kiai besar PPP dari Rembang. Jadilah Suharso Monoarfa, ketua majelis pertimbangan saat itu, menjabat Plt Ketua Umum. Lalu terpilih sebagai ketua umum di Muktamar PPP di Makassar.

Sejarah berulang. Mardiono, ketua majelis pertimbangan kini menjadi plt ketua umum. Ibarat sukses yang tertunda saja.

Sejak pindah ke Cilegon itu Mardiono menjadi orang Banten. Punya usaha di sana. Berkembang. Kini ia punya pabrik pipa baja. Punya beberapa hotel. Juga punya perusahaan logistik.

Tapi PPP Banten tinggal punya satu wakil di DPR. “Pemilu depan harus kembali tiga kursi,” katanya.

Mardiono juga sudah menelepon Gus Yasin di Semarang. Putra Mbah Moen ini menjabat wakil gubernur Jateng dari PPP. Selama ini Gus Yasin merasa disingkirkan oleh PPP. Kini sudah dirangkul kembali oleh ketua umum yang baru.

Demikian juga wakil gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Selama ini ia juga merasa tersingkirkan. “Saya juga sudah telepon Pak Uu,” ujar Mardiono. Di Jabar PPP pernah jaya. “Waktu saya nyalon wagub dulu, PPP masih punya 9 kursi DPR. Sekarang tinggal 3 saja,” ujar Uu tadi malam.

Pemilu kian dekat. PPP ternyata masih sempat konsolidasi. Rebutan suara akan seru. Pemilik suara sebaiknya tenang-tenang saja. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Wasiat Icha

Senin, 6 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Model Polytron

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Serba Mirip

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hoax Bijaksana

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2274 shares
    Share 910 Tweet 569
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur
Olahraga

Portugal Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Resmi Mundur

Editor Laurens Dami
Selasa, 7 Juli 2026 - 10:24

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez akan mengundurkan diri dari jabatannya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Selecao...

SelengkapnyaDetails
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
Ronaldo

Jelang Hadapi Spanyol, Ronaldo Fokus Nikmati Piala Dunia Terakhirnya

Senin, 6 Juli 2026 - 19:15
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.